Investasi Kulonprogo paling rendah se-DIY
Rabu, 31 Oktober 2012 - 07:00 WIB
Investasi Kulonprogo paling rendah se-DIY
A
A
A
Sindonews.com – Kulonprogo menjadi daerah penyumbang investasi paling rendah di DIY. Kabupaten paling barat ini hanya menyumbang 4 persen saja, dari laju investasi 2011 yang baru mencapai 40,22 persen.
Perwakilan Gerai Investasi Daerah DIY, Suyono mengatakan, untuk meningkatkan investasi, perlu mempersiapkan beberapa hal. Antara lain; menyiapkan masyarakat agar tidak menjadi penonton, penyiapan peraturan pro investasi, serta menjaga investor yang sudah masuk agar tidak angkat kaki dengan memberikan sejumlah insentif.
“Pemkab Kulonprogo perlu membuat rencana umum penanaman modal. Tujuannya agar investasi daerah lebih terarah dan fokus pada bidang-bidang tertentu. Misalnya di bidang pengolahan hasil tambang dan jasa pendukung. Jangan asal semua investasi masuk,” kata Suyono, Selasa (30/10/2012).
Suyono menilai, Pemkab Kulonprogo belum memberikan informasi sesuai standar yang dibutuhkan calon investor. “Yang mereka butuhkan adalah hal-hal dasar seperti ketersediaan lahan, listrik, jarak dari jalan, dan sarana-prasarana. Jadi bukan masterplan atau lain-lainnya,” terang dia.
Sekda Kulonprogo, Budi Wibowo mengatakan untuk melancarkan proses investasi daerah, pemerintah bakal menyatukan Kantor Penanaman Modal dan Kantor Pelayanan Terpadu menjadi suatu badan. “Tujuannya agar pelayanan bisa dilakukan lebih cepat, lebih efisien dan lebih baik,” kata dia.
Perwakilan Gerai Investasi Daerah DIY, Suyono mengatakan, untuk meningkatkan investasi, perlu mempersiapkan beberapa hal. Antara lain; menyiapkan masyarakat agar tidak menjadi penonton, penyiapan peraturan pro investasi, serta menjaga investor yang sudah masuk agar tidak angkat kaki dengan memberikan sejumlah insentif.
“Pemkab Kulonprogo perlu membuat rencana umum penanaman modal. Tujuannya agar investasi daerah lebih terarah dan fokus pada bidang-bidang tertentu. Misalnya di bidang pengolahan hasil tambang dan jasa pendukung. Jangan asal semua investasi masuk,” kata Suyono, Selasa (30/10/2012).
Suyono menilai, Pemkab Kulonprogo belum memberikan informasi sesuai standar yang dibutuhkan calon investor. “Yang mereka butuhkan adalah hal-hal dasar seperti ketersediaan lahan, listrik, jarak dari jalan, dan sarana-prasarana. Jadi bukan masterplan atau lain-lainnya,” terang dia.
Sekda Kulonprogo, Budi Wibowo mengatakan untuk melancarkan proses investasi daerah, pemerintah bakal menyatukan Kantor Penanaman Modal dan Kantor Pelayanan Terpadu menjadi suatu badan. “Tujuannya agar pelayanan bisa dilakukan lebih cepat, lebih efisien dan lebih baik,” kata dia.
(gpr)
Lihat Juga :