Ahok ngaku pernah ditawari upeti DPR
Rabu, 31 Oktober 2012 - 12:12 WIB
Ahok ngaku pernah ditawari upeti DPR
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama mengaku pernah ditawari upeti atau uang jatah untuk anggota dewan, saat dirinya menjadi Anggota Komisi II DPR RI.
Saat itu, pria yang akrab disapa Ahok ini pernah ditawari sejumlah uang oleh mantan Ketua Komisi II yang kini sudah wafat, yaitu Burhanuddin Napitupulu.
"Waktu baru masuk kita, oleh ketua, almarhum. Saya nggak tahu besarannya antara Rp10-15 juta, intinya bagi-bagi uang lah," ungkap Ahok kepada wartawan di Gedung Balai Kota, Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Namun, karena tidak resmi dan tidak ada alasan yang jelas, maka mantan kader Golkar ini pun menolaknya. "Tapi karena saya anggap tidak ada potong pajak dan resmi berarti ada sesuatu, makanya saya tolak," sambungnya.
Kemudian, sejak penolakan itu, Ahok mengaku tidak pernah adalagi penawaran upeti kepadanya. "Sejak itu tidak ada lagi yang kasih tahu saya," singkatnya.
Sementara itu, saat ditanya apakah DPRD DKI meminta jatah ke Pemprov DKI, mantan Bupati Bangka Belitung ini mengaku belum dengar. "Belum, saya belum dengar itu," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku memiliki 10 nama yang dianggapnya kerap meminta 'jatah'kepada perusahaan-perusahaan BUMN. Di antara mereka, ada yang blak-blakan minta langsung, ada pula yang tidak mau meminta langsung.
"Saya punya beberapa list nama, ada beberapa yang mengaku mengatasnamakan orang lain. Sekitar 10 orang lah," ungkap Dahlan di kantor pusat PNM, Jakarta, Selasa (30/10/2012).
Saat itu, pria yang akrab disapa Ahok ini pernah ditawari sejumlah uang oleh mantan Ketua Komisi II yang kini sudah wafat, yaitu Burhanuddin Napitupulu.
"Waktu baru masuk kita, oleh ketua, almarhum. Saya nggak tahu besarannya antara Rp10-15 juta, intinya bagi-bagi uang lah," ungkap Ahok kepada wartawan di Gedung Balai Kota, Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Namun, karena tidak resmi dan tidak ada alasan yang jelas, maka mantan kader Golkar ini pun menolaknya. "Tapi karena saya anggap tidak ada potong pajak dan resmi berarti ada sesuatu, makanya saya tolak," sambungnya.
Kemudian, sejak penolakan itu, Ahok mengaku tidak pernah adalagi penawaran upeti kepadanya. "Sejak itu tidak ada lagi yang kasih tahu saya," singkatnya.
Sementara itu, saat ditanya apakah DPRD DKI meminta jatah ke Pemprov DKI, mantan Bupati Bangka Belitung ini mengaku belum dengar. "Belum, saya belum dengar itu," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku memiliki 10 nama yang dianggapnya kerap meminta 'jatah'kepada perusahaan-perusahaan BUMN. Di antara mereka, ada yang blak-blakan minta langsung, ada pula yang tidak mau meminta langsung.
"Saya punya beberapa list nama, ada beberapa yang mengaku mengatasnamakan orang lain. Sekitar 10 orang lah," ungkap Dahlan di kantor pusat PNM, Jakarta, Selasa (30/10/2012).
(gpr)
Lihat Juga :