Elektrifikasi DIY capai 71%
Rabu, 31 Oktober 2012 - 16:11 WIB
Elektrifikasi DIY capai 71%
A
A
A
Sindonews.com – Rasio elektrifikasi atau jumlah warga yang teraliri listrik di wilayah Yogyakarta cukup tinggi. Rasio elektrifikasi di Yogyakarta rata-rata mencapai 71 persen, diatas rasio elektrifikasi nasional.
“Rasio elektrifikasi DIY 71 persen, diatas rasio nasional,” jelas Manager Area PLN Yogyakarta Subuh Isnandi di Yogyakarta, Rabu (31/10/2012).
Dari lima kabupaten/kota di Yogyakarta, tingkat elektrifikasinya berbeda. Tingkat elektrifikasi tertinggi terjadi di Sleman, dengan 94 persen. Disusul Bantul, dengan tingat elektrifikasi 80 persen dan Kota 77 persen. Sedangkan di Gunungkidul sekitar 68 persen, Kulonprogo memiliki tingkat elektrifikasi terendah 66 persen.
PLN terus berupaya melakukan pemasangan listrik dengan meteran prabayar. Saat ini, sudah ada 79.352 pelanggan yang memakai meteran itu. “Setiap pemasangan baru, kita arahkan ke meteran ini,” jelasnya.
Dengan cara ini, pelanggan akan lebih tertib menggunakan listrik agar aliran tidak padam secara otomatis. Model ini, ujarnya, sangatlah menguntungkan masyarakat karena tidak ada biaya abonemen. Pelanggan tinggal mengatur penggunaan listriknya. Jika habis, juga banyak outlet yang menjual listrik layaknya jualan pulsa.
“Kode angka (token) ini tinggal dimasukkan ke meteran seperti memasukkan pulsa,” tegasnya.
“Rasio elektrifikasi DIY 71 persen, diatas rasio nasional,” jelas Manager Area PLN Yogyakarta Subuh Isnandi di Yogyakarta, Rabu (31/10/2012).
Dari lima kabupaten/kota di Yogyakarta, tingkat elektrifikasinya berbeda. Tingkat elektrifikasi tertinggi terjadi di Sleman, dengan 94 persen. Disusul Bantul, dengan tingat elektrifikasi 80 persen dan Kota 77 persen. Sedangkan di Gunungkidul sekitar 68 persen, Kulonprogo memiliki tingkat elektrifikasi terendah 66 persen.
PLN terus berupaya melakukan pemasangan listrik dengan meteran prabayar. Saat ini, sudah ada 79.352 pelanggan yang memakai meteran itu. “Setiap pemasangan baru, kita arahkan ke meteran ini,” jelasnya.
Dengan cara ini, pelanggan akan lebih tertib menggunakan listrik agar aliran tidak padam secara otomatis. Model ini, ujarnya, sangatlah menguntungkan masyarakat karena tidak ada biaya abonemen. Pelanggan tinggal mengatur penggunaan listriknya. Jika habis, juga banyak outlet yang menjual listrik layaknya jualan pulsa.
“Kode angka (token) ini tinggal dimasukkan ke meteran seperti memasukkan pulsa,” tegasnya.
(rna)
Lihat Juga :