KPK desak Dahlan serahkan data & bukti

Rabu, 31 Oktober 2012 - 17:48 WIB
KPK desak Dahlan serahkan...
KPK desak Dahlan serahkan data & bukti
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendesak Menteri Megera Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN) Dahlan Iskan segera menyerahkan data anggota DPR yang disinyalirnya sebagai pemeras BUMN, untuk ditelaah lebih lanjut.

"Jadi mengenai statement yang dikeluarkan Meneg BUMN, kalau ada data itu sebaiknya diserahkan ke KPK. Biar ditelaah lebih jauh, valid atau tidak. Kalau Pak Dahlan ke KPK kami akan terima dengan baik. Biar tidak ada polemik. Kalau mau lapor ke KPK ya silakan," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP saat konfrensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (31/10/2012).

Johan menuturkan, KPK tidak bisa melakukan penelusuran lebih jauh kalau belum ada informasi lengkap terkait nama sejumlah anggota DPR tersebut.

Dia memaparkan, dalam kurun waktu beberapa tahun ini pihaknya belum menerima laporan terkait pemerasan terhadap BUMN yang dilakukan anggota dewan baik dari kalangan masyarakat umum maupun dari eksekutif/legislatif.

"Kita belum terima soal (laporan) itu. Kajiannya pun belum dilakukan. Tapi kalau soal natural resources, di renstra (rencana strategis) KPK itu ada kajian natural resources soal pertambangan dan kehutanan. Jadi bukan kajian soal BUMN-nya. Data hasil kajian itu sudah diserahkan ke kementerian terkait. Seperti soal kehutanan kita serahkan ke Kementerian Kehutanan," tuturnya.

Saat ditanyakan soal inefesiensi PLN senilai Rp37 triliun saat Dahlan menjabat sebagai Direktur Utama PLN, Johan menjelaskan, pihaknya belum menerima laporan tersebut. Meski demikian, tutur dia, KPK akan menindaklanjuti jika ada hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait inefesiensi itu.

"Kita belum terima yang soal PLN itu. Tentu BPK yang lebih tahu. Kita menunggu saja datanya dari BPK," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Srikandi BUMN Hadirkan...
Srikandi BUMN Hadirkan Lingkungan Kerja yang Inklusif
Kekecewaan Jokowi pada...
Kekecewaan Jokowi pada Sejumlah BUMN Sakit, Direspons DPP Pekat IB dengan Aduan ke KPK
Diskusi Mencari Sosok...
Diskusi Mencari Sosok yang Tepat Membangkitkan BUMN
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Erick Thohir Bakal Tutup...
Erick Thohir Bakal Tutup 7 Perusahaan BUMN yang Tak Beroperasi
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
41 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
Johan Budi, Mantan Jubir...
Johan Budi, Mantan Jubir KPK Diangkat Jadi Komisaris Transjakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved