Tabungan BTN tumbuh 40%
Kamis, 01 November 2012 - 09:14 WIB
Tabungan BTN tumbuh 40%
A
A
A
Sindonews.com – PT Bank Tabungan Negara (BTN) mengakui promosi dengan program undian berhadiah berdampak efektif terhadap kenaikan porsi tabungan BTN.
“Tabungan tumbuh 40 persen, berarti ini cukup efektif dan didukung adanya outlet-outlet khusus tabungan,” kata Direktur Housing & Commercial Banking BTN Purwadi usai acara Penarikan Undian Home Bastis di Menara BTN, Jakarta kemarin. D
alam program undian BTN Home Bastis tersebut, BTN menyiapkan total hadiah sebesar Rp16,8 miliar. Tahapan undian masing-masing akan dilakukan untuk Regular I, Regular II, Regular III. Program tersebut merupakan apresiasi kepada para penabung setia BTN dan untuk menumbuhkan kepedulian nasabah dan debitor.
Purwadi mengatakan, program undian ini sudah diselenggarakan sejak awal 2003. Pada undian grand prize akan diundi lima buah rumah masing-masing senilai Rp1,5 miliar. Rumah yang dijadikan hadiah grand prize berlokasi di wilayah Jabodetabek.
Sementara pada undian reguler akan diundi hadiah Tabungan masing-masing senilai Rp25 juta untuk 99 pemenang. “Masing-masing senilai Rp10 juta untuk 333 pemenang dan 555 pemenang masing-masing Rp5 juta. Pemberian hadiah utama berupa rumah merupakan perwujudan core business Bank BTN di bidang pembiayaan rumah,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, peserta undian berhadiah adalah nasabah Tabungan BTN Batara dan Tabungan BTN Prima. Saldo rata-rata minimal Tabungan BTN Batara adalah sebesar Rp1 juta untuk undian Reguler dan Rp10 juta untuk undian grand prize.
Sementara, saldo rata-rata minimal Tabungan BTN Prima adalah sebesar Rp5 juta untuk undian reguler dan Rp25 juta untuk dapat mengikuti undian grand prize. Sebelumnya Direktur Keuangan BTN Saut Pardede mengakui pertumbuhan laba perseroan memang berasal dari perbaikan kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) dan kenaikan dana murah.
Saut mengatakan, kredit bermasalah turun dari 3,46 persen ke 2,51 persen. Sementara, dari sisi komposisi dana pihak ketiga, giro tercatat naik 44,57 persen dari Rp7,95 triliun menjadi Rp11,5 triliun.
Sementara, tabungan naik Rp59,8 persen dari Rp11,20 triliun menjadi Rp17,90 triliun. Deposito naik dari Rp33,66 triliun menjadi Rp39,91 triliun atau naik 18,58 persen. Purwadi mengakui, target DPK sudah terlampaui pada September lalu.
Menurutnya, selain peningkatan DPK, transaksi melalui ATM juga meningkat. BTN pun akan terus melakukan kegiatan yang berdampak pada peningkatan pelayanan kepada nasabah dan meningkatnya dana pihak ketiga ritel dan murah. Dia mengatakan bahwa perseroan membagi produk tabungan berdasarkan segmen nasabah.
“Tabungan tumbuh 40 persen, berarti ini cukup efektif dan didukung adanya outlet-outlet khusus tabungan,” kata Direktur Housing & Commercial Banking BTN Purwadi usai acara Penarikan Undian Home Bastis di Menara BTN, Jakarta kemarin. D
alam program undian BTN Home Bastis tersebut, BTN menyiapkan total hadiah sebesar Rp16,8 miliar. Tahapan undian masing-masing akan dilakukan untuk Regular I, Regular II, Regular III. Program tersebut merupakan apresiasi kepada para penabung setia BTN dan untuk menumbuhkan kepedulian nasabah dan debitor.
Purwadi mengatakan, program undian ini sudah diselenggarakan sejak awal 2003. Pada undian grand prize akan diundi lima buah rumah masing-masing senilai Rp1,5 miliar. Rumah yang dijadikan hadiah grand prize berlokasi di wilayah Jabodetabek.
Sementara pada undian reguler akan diundi hadiah Tabungan masing-masing senilai Rp25 juta untuk 99 pemenang. “Masing-masing senilai Rp10 juta untuk 333 pemenang dan 555 pemenang masing-masing Rp5 juta. Pemberian hadiah utama berupa rumah merupakan perwujudan core business Bank BTN di bidang pembiayaan rumah,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, peserta undian berhadiah adalah nasabah Tabungan BTN Batara dan Tabungan BTN Prima. Saldo rata-rata minimal Tabungan BTN Batara adalah sebesar Rp1 juta untuk undian Reguler dan Rp10 juta untuk undian grand prize.
Sementara, saldo rata-rata minimal Tabungan BTN Prima adalah sebesar Rp5 juta untuk undian reguler dan Rp25 juta untuk dapat mengikuti undian grand prize. Sebelumnya Direktur Keuangan BTN Saut Pardede mengakui pertumbuhan laba perseroan memang berasal dari perbaikan kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) dan kenaikan dana murah.
Saut mengatakan, kredit bermasalah turun dari 3,46 persen ke 2,51 persen. Sementara, dari sisi komposisi dana pihak ketiga, giro tercatat naik 44,57 persen dari Rp7,95 triliun menjadi Rp11,5 triliun.
Sementara, tabungan naik Rp59,8 persen dari Rp11,20 triliun menjadi Rp17,90 triliun. Deposito naik dari Rp33,66 triliun menjadi Rp39,91 triliun atau naik 18,58 persen. Purwadi mengakui, target DPK sudah terlampaui pada September lalu.
Menurutnya, selain peningkatan DPK, transaksi melalui ATM juga meningkat. BTN pun akan terus melakukan kegiatan yang berdampak pada peningkatan pelayanan kepada nasabah dan meningkatnya dana pihak ketiga ritel dan murah. Dia mengatakan bahwa perseroan membagi produk tabungan berdasarkan segmen nasabah.
(rna)
Lihat Juga :