Investor Korea lirik sektor pertanian Sukabumi

Kamis, 01 November 2012 - 15:30 WIB
Investor Korea lirik...
Investor Korea lirik sektor pertanian Sukabumi
A A A
Sindonews.com - Investor asal Korea melirik potensi usaha di sektor pertanian di Kabupaten Sukabumi. Proyeksinya modal yang akan ditanamkan senilai USD500 juta untuk pengembangan pertanian jagung dan singkong di atas lahan seluas 30 ribu hektar.

Wakil Bupati Sukabumi Ahmad Jajuli menerangkan, penanaman modal dari investor asal Korea itu ditargetkan sudah bisa terserap untuk sektor pertanian pada awal 2013 mendatang. Saat ini, pemerintah daerah tengah melakukan kajian teknis serta administratif untuk penyediaan lahan yang dibutuhkan untuk penanaman tanaman jenis jagung serta singkong.

"Dana yang akan ditanamkan untuk usaha jagung dan singkong ini mencapai kurang lebih USD500 juta. Untuk merealisasikannya kami masih melakukan kajian teknis terutama masalah lahan yang akan digunakannya. Direncanakan pengembangan investasi itu akan cenderung menggunakan lahan-lahan eks perkebunan yang sudah tidak produktif. Sejauh ini kami belum menentukan lokasinya," kata Jajuli kepada SINDO usai menerima tim investor asal Korea di Pendopo Sukabumi, Kamis (1/11/2012).

Disebutkannya, pengembangan usaha yang dilakukan investor asal Korea itu akan menggunakan metode kebun plasma atau melibatkan petani lokal. Dengan demikian lahan seluas 30 ribu hektar yang dibutuhkan dalam investasi itu tidak terlokalisasi dalam satu wilayah saja, namun tersebar di beberapa kecamatan.

Terlebih lag, lahan seluas itu tidak seluruhnya menjadiu areal pertanian saja, melainkan menjadi kawasan produksi bioethanol yang terbuat dari singkong serta produksi pakan ternak dari limbah pertanian jagung.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Asep Wahyu NB mengungkapkan dalam satu tahun terakhir hingga satu tahun kedapan perkembangan investasi di Kabupaten Sukabumi mengalami kenaikan.

Gejala ini terlihat dari banyaknya investor asal luar negeri yang akan menanamkan uangnya dsalam jumlah yang tinggi. Dalam waktu dekat ini, Kabupaten Sukabumi akan segera memiliki tiga kawasan industri.

Kawasan industri tersebut meliputi industri cluster furniture terbesar di Asia yang akan dibuka di atas lahan 200 hektar di Desa Parakan Lima, Kecamatan Cikembar. Kawasan industry semen di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunung Guruh dan industry pasir besi di atas lahan seluas 1200 hektar di Kecamatan Nyalindung dengan lokasi pengambilan bahan baku di Kecamatan Tegalbuleud.

"Kondisi ini terntu saja akan berdampak pada peningkatan perekonomian warga," ungkapnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan...
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan Listrik, Soroti Lonjakan Investasi EBT
Bijak Memilih, Berikut...
Bijak Memilih, Berikut Tips Aman Berinvestasi di Aset Digital
Daftar 14 Investasi...
Daftar 14 Investasi Ilegal yang Distop Satgas Waspada Investasi
Korban Dugaan Investasi...
Korban Dugaan Investasi Bodong Tanyakan Kelanjutan Kasusnya ke OJK
Penipuan Investasi Bodong...
Penipuan Investasi Bodong Dengan Kedok Investasi Beras
Thong Guan Industries...
Thong Guan Industries Bhd Investasi di KIT Batang Jawa Tengah
Berita Terkini
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
21 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
48 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
1 jam yang lalu
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
1 jam yang lalu
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
1 jam yang lalu
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
1 jam yang lalu
Infografis
FBI Tuding Korea Utara...
FBI Tuding Korea Utara Retas Kripto Senilai Rp25 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved