PKS : Dahlan yang mulai, harus Dahlan yang akhiri

Kamis, 01 November 2012 - 16:07 WIB
PKS : Dahlan yang mulai,...
PKS : Dahlan yang mulai, harus Dahlan yang akhiri
A A A
Sindonews.com - Anggota Komisi III DPR dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Indra menyatakan, Dahlan Iskan yang memulai dan melontarkan isu upeti perusahaan BUMN ke oknum DPR, maka Dahlan Iskan juga harus menuntaskan dan mengakhiri isu tersebut dengan melaporkan dan membuktikan ke KPK dan BK DPR.

"Dahlan Iskan harus menjelaskan lontaran upeti tersebut sejelas dan seterang mungkin," ujarnya di Jakarta, Kamis (1/11/2012).

Menurut Indra, Dahkan Iskan terbuka saja dengan menyebutkan siapa oknum anggota DPR yang terlibat kongkalikong dengan BUMN, tanpa harus diminta BK DPR atau KPK. Pasalnya, sebagai warga negara yang baik harus mendukung pemberantasan korupsi dengan melaporkan dan mengungkapkan praktek korupsi yang diketahuinya.

"Tentunya penyataan tersebut, harus didasarkan pada bukti dan fakta hukum, dan jangan hanya berdasarkan asumsi/praduga semata, apalagi fitnah demi sebuah sensasi," katanya.

Ketua Departemen Advokasi Buruh Petani Nelayan DPP PKS ini melanjutkan, ditambah pernyataan yang dilontarkan Dahlan Iskan benar adanya dan bukan fitnah belaka. Maka keterbukaan dan info Dahlan Iskan sangat penting untuk menindak praktek kotor tersebut dan sekaligus memperbaiki, serta mengatisipasi praktek-praktek menyimpang tersebut dikemudian hari.

"Tidak boleh ada kongkalingkong/upeti antara mitra kerja dengan Komisi terkait di DPR. Buat saya dan juga buat FPKS tidak ada kompromi untuk korupsi sekecil apapun, baik berupa suap ataupun gratifikasi," tegasnya.

Anggota Badan Legislasi DPR ini mengungkapkan, seyogyanya akhir dari polemik ini akan memunculkan sosok Dahlan Iskan sang pahlawan & pemberani atau Dahlan iskan sang pecundang/penebar fitnah.

Dahlan Iskan akan menjadi pahlawan dan pemberani apabila lontarannya tersebut ditindaklanjuti dengan melaporkan dan membuktikan hal tersebut kepada KPK dan BK DPR sebagai komitmen untuk memerangi korupsi.

"Dan Dahlan Iskan bisa dianggap pecundang/diduga penebar fitnah apabila lontarannya tidak dilanjutkan dengan melaporkan dan membuktikan hal tersebut kepada KPK dan BK DPR," ungkapnya.

Mantan anggota komisi IX DPR ini menambahkan, semua kalangan sama-sama akan menanti dan melihat, apakah Dahlan Iskan akan menggunakan baju keberanian dan kepahlawanan atau akan menggunakan baju seorang pecundang dan penebar fitnah.

"Sekaligus pilihan sikap dahlan Iskan tersebut juga akan menjawab apakah hiruk pikuk belakangan ini hanya sekedar mencari sensasi untuk popularitas dan pengalihan isu semata atau sebuah kebenaran untuk perbaikan bangsa kedepan," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Srikandi BUMN Hadirkan...
Srikandi BUMN Hadirkan Lingkungan Kerja yang Inklusif
Kekecewaan Jokowi pada...
Kekecewaan Jokowi pada Sejumlah BUMN Sakit, Direspons DPP Pekat IB dengan Aduan ke KPK
Diskusi Mencari Sosok...
Diskusi Mencari Sosok yang Tepat Membangkitkan BUMN
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Erick Thohir Bakal Tutup...
Erick Thohir Bakal Tutup 7 Perusahaan BUMN yang Tak Beroperasi
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved