Kendalikan inflasi inti dengan kebijakan umum
Kamis, 01 November 2012 - 16:07 WIB
Kendalikan inflasi inti dengan kebijakan umum
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah memastikan akan menjaga pengendalian inflasi komponen inti melalui beberapa kebijakan ekonomi umum, seperti kelancaran distribusi dan keseimbangan antara penawaran dan permintaan.
"Ya inflasi inti itu, ya kebijakan umum ya. Kebijakan ekonomi umum, melancarkan distribusi, kemudian juga memastikan supply juga mengikuti demand. Itu intinya," kata Plt Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro di kantornya, Jakarta, Kamis (1/11/2012).
Diketahui inflasi komponen inti saat ini sudah hampir menyamai inflasi umum merupakan tanda bahaya. Inflasi bulan Oktober 2012 sebesar 0,16 persen. Secara tahun kalender, inflasi tercatat sebesar 3,66 persen dan year on year (yoy) 4,61 persen. Sementara itu, inflasi komponen inti tercatat 0,33 persen dan secara yoy sebesar 4,59 persen
"Artinya, 4,5 (inflasi yoy) itu atau lebih kurang itu. Inflasi inti harusnya kan tidak ada gejolak harga pangan yang berlebihan atau administered price. Nanti angka inflasi yang muncul, sebagian besar mencerminkan core inflation," papar Bambang.
Menurut dia, hingga akhir tahun angka inflasi komponen inti dapat dijaga pemerintah sebelum terjadinya overheating (pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat). Pihaknya akan memastikan pertumbuhan permintaan.
"Dari segi moneter harus ada duitnya. Yang penting, apakah pertumbuhan permintaan yang tinggi itu diikuti oleh produksi?" pungkasnya.
"Ya inflasi inti itu, ya kebijakan umum ya. Kebijakan ekonomi umum, melancarkan distribusi, kemudian juga memastikan supply juga mengikuti demand. Itu intinya," kata Plt Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro di kantornya, Jakarta, Kamis (1/11/2012).
Diketahui inflasi komponen inti saat ini sudah hampir menyamai inflasi umum merupakan tanda bahaya. Inflasi bulan Oktober 2012 sebesar 0,16 persen. Secara tahun kalender, inflasi tercatat sebesar 3,66 persen dan year on year (yoy) 4,61 persen. Sementara itu, inflasi komponen inti tercatat 0,33 persen dan secara yoy sebesar 4,59 persen
"Artinya, 4,5 (inflasi yoy) itu atau lebih kurang itu. Inflasi inti harusnya kan tidak ada gejolak harga pangan yang berlebihan atau administered price. Nanti angka inflasi yang muncul, sebagian besar mencerminkan core inflation," papar Bambang.
Menurut dia, hingga akhir tahun angka inflasi komponen inti dapat dijaga pemerintah sebelum terjadinya overheating (pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat). Pihaknya akan memastikan pertumbuhan permintaan.
"Dari segi moneter harus ada duitnya. Yang penting, apakah pertumbuhan permintaan yang tinggi itu diikuti oleh produksi?" pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :