Butuh BBG, Jokowi akan temui pejabat terkait
Kamis, 01 November 2012 - 19:29 WIB
Butuh BBG, Jokowi akan temui pejabat terkait
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengakui akan segera melakukan pertemuan dengan beberapa instansi terkait dengan permasalahan kekurangan bahan bakar gas (BBG) untuk bus Transjakarta.
Pertemuan itu sendiri, menurut Jokowi nantinya paling lambat akan dilakukan minggu depan untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan tersebut.
“Minggu depan saya akan bertemu PN Gas, BP Migas, BUMN untuk masalah itu. Karena tahun depan kita mau tambah bisnya gak sedikit, tambahnya 600 bis dan itu perlu, sehingga saya mau bicara,“ kata Jokowi di Kementerian PU, Jakarta, Kamis (1/11/2012).
Dalam pertemuan itu juga, Jokowi mengaku akan membahas mengenai persoalan kekurangan tempat pengisian bahan bakar gas (SPBG) untuk Transjakarta yang dinilai saat ini kurang. “Iya itu yang mau dibicarakan, mau diperbanyak, ditambah,“ jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta mengaku kekurangan suplai bahan bakar gas (BBG) untuk armadanya yang bedumlah 524 unit. Seluruhnya dilayani oleh hanya enam unit stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG).
Direncanakan, bus gandeng akan tersedia di seluruh koridor pada 2016 mendatang, yakni sebanyak 781 unit. Sementara pengadaan bus gandeng direncanakan pada 2011 sebanyak 44 unit, 2012 sebanyak 89 unit, dan pada 2013 hingga 2016 sebanyak 90 unit.
Pertemuan itu sendiri, menurut Jokowi nantinya paling lambat akan dilakukan minggu depan untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan tersebut.
“Minggu depan saya akan bertemu PN Gas, BP Migas, BUMN untuk masalah itu. Karena tahun depan kita mau tambah bisnya gak sedikit, tambahnya 600 bis dan itu perlu, sehingga saya mau bicara,“ kata Jokowi di Kementerian PU, Jakarta, Kamis (1/11/2012).
Dalam pertemuan itu juga, Jokowi mengaku akan membahas mengenai persoalan kekurangan tempat pengisian bahan bakar gas (SPBG) untuk Transjakarta yang dinilai saat ini kurang. “Iya itu yang mau dibicarakan, mau diperbanyak, ditambah,“ jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta mengaku kekurangan suplai bahan bakar gas (BBG) untuk armadanya yang bedumlah 524 unit. Seluruhnya dilayani oleh hanya enam unit stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG).
Direncanakan, bus gandeng akan tersedia di seluruh koridor pada 2016 mendatang, yakni sebanyak 781 unit. Sementara pengadaan bus gandeng direncanakan pada 2011 sebanyak 44 unit, 2012 sebanyak 89 unit, dan pada 2013 hingga 2016 sebanyak 90 unit.
(gpr)
Lihat Juga :