China danai dua ruas tol Rp1,6 T
Jum'at, 02 November 2012 - 09:32 WIB
China danai dua ruas tol Rp1,6 T
A
A
A
Sindonews.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan, pada pekan depan pemerintah China akan menandatangani pemberian pinjaman dana dua ruas tol, yaitu Medan-Kualanamu dan Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawi) senilai total Rp1,6 triliun.
Dari jumlah pinjaman tersebut, sebesar Rp1 triliun untuk tol Cisumdawu dan Rp600 miliar untuk tol Medan-Kualanamu. Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto mengatakan, dengan diperolehnya pinjaman dana dari China, pemerintah menargetkan dua ruas tol yakni Medan-Kualanamu dan Cileunyi- Sumedang-Dawuan akan mulai groundbreaking pada pekan depan.
”Selama ini proses konstruksi terhambat karena belum ditandatanganinya kesepakatan pinjaman karena masalah lahan yang belum tuntas,” kata Djoko kepada sejumlah media di Jakarta, kemarin.
Namun, karena saat ini progresnya cukup baik, diharapkan proses tanda tangan dapat segera direalisasikan. ”Tanda tangan loan China jadwalnya pekan depan. Jika sudah ditandatangani, bisa langsung kita groundbreaking setelah dana pinjamannya turun,” ujarnya.
Selain masalah tanah, kata dia,lambannya proses pencairan dana pinjaman juga disebabkan oleh masalah internal Pemerintah China, yang belum memberikan persetujuan pada Bank Exim sebagai pemberi pinjaman. Djoko menjelaskan, pada tahap awal konstruksi ruas tol Medan-Kualanamu akan dibangun dua lajur karena belum maksimalnya ketersediaan tanah.
Hingga saat ini masih ada sekitar 500 meter bagian kiri dan kanan jalan yang belum terbebaskan. Selanjutnya, ruas jalan akan dibangun menjadi empat lajur pada 2014 mendatang, sambil menunggu proses pembebasan tanah yang tersisa.
Rencana pembangunan diperkirakan akan memakan waktu selama dua tahun anggaran. Khusus untuk ruas tol Cisumdawu, lanjut dia, akan digarap di paket satu, menyusul pinjaman untuk pembiayaan paket kedua belum di lelang dan masih dalam tahap desain. Nantinya, jika Cisundawu seksi 1-2 selesai maka akan melalui Cadas Pangeran menembus bukitnya.
Sementara, Kasubdit Pengadaan Tanah Kementerian PU Herry Marzuki mengatakan, progres pembebasan tanah untuk ruas Medan-Kualanamu mencapai 48 persen, sedangkan untuk ruas Cisumdawu seksi 1 sebesar 37 persen, dan seksi dua sebesar 45 persen.
Sedangkan sisanya yaitu seksi 3 sampai 6 masih dalam proses pematokan. Pembangunan jalan tol Medan- Kualanamu merupakan proyek tol sepanjang kurang lebih 60 km yang akan melalui rute Medan-Lubuk Pakam- Kualanamu hingga Tebing Tinggi.
Proyek tersebut merupakan salah satu proyek prioritas yang diserahkan pelaksanaannya pada Kementerian PU dengan lokasi di Sumatera Utara. Adapun, pelaksana proyek jalan tol itu yakni pemerintah akan melaksanakan bagian dari Medan-Lubuk Pakam- Kuala Namu sepanjang 24 km, dengan kebutuhan lahan sebesar 197,94 hektare dan nilai investasi sekitar Rp1,75 triliun.
Sementara, dari Kualanamu hingga Tebing Tinggi sepanjang 36 km dengan kebutuhan lahan 243,59 hektare dan nilai investasi Rp2,6 triliun akan digarap oleh investor swasta, dengan skema pembiayaan kerja sama pemerintah swasta (KPS).
Ruas tol Cisumdawu akan dibangun sepanjang 58,35 km dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp5 triliun. Rencana konstruksi akan dibagi dalam enam seksi yaitu seksi satu Cileunyi-Tanjungsari sepanjang 9,80 km, seksi dua Tanjungsari-Sumedang sepanjang 17,51 km, Sumedang-Cimalaka 3,73 km, Cimalaka-Legok 6,96 km, Legok-Ujungjaya 16,35 km dan seksi enam Ujungjaya-Kertajati sepanjang 4 km.
Dari jumlah pinjaman tersebut, sebesar Rp1 triliun untuk tol Cisumdawu dan Rp600 miliar untuk tol Medan-Kualanamu. Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto mengatakan, dengan diperolehnya pinjaman dana dari China, pemerintah menargetkan dua ruas tol yakni Medan-Kualanamu dan Cileunyi- Sumedang-Dawuan akan mulai groundbreaking pada pekan depan.
”Selama ini proses konstruksi terhambat karena belum ditandatanganinya kesepakatan pinjaman karena masalah lahan yang belum tuntas,” kata Djoko kepada sejumlah media di Jakarta, kemarin.
Namun, karena saat ini progresnya cukup baik, diharapkan proses tanda tangan dapat segera direalisasikan. ”Tanda tangan loan China jadwalnya pekan depan. Jika sudah ditandatangani, bisa langsung kita groundbreaking setelah dana pinjamannya turun,” ujarnya.
Selain masalah tanah, kata dia,lambannya proses pencairan dana pinjaman juga disebabkan oleh masalah internal Pemerintah China, yang belum memberikan persetujuan pada Bank Exim sebagai pemberi pinjaman. Djoko menjelaskan, pada tahap awal konstruksi ruas tol Medan-Kualanamu akan dibangun dua lajur karena belum maksimalnya ketersediaan tanah.
Hingga saat ini masih ada sekitar 500 meter bagian kiri dan kanan jalan yang belum terbebaskan. Selanjutnya, ruas jalan akan dibangun menjadi empat lajur pada 2014 mendatang, sambil menunggu proses pembebasan tanah yang tersisa.
Rencana pembangunan diperkirakan akan memakan waktu selama dua tahun anggaran. Khusus untuk ruas tol Cisumdawu, lanjut dia, akan digarap di paket satu, menyusul pinjaman untuk pembiayaan paket kedua belum di lelang dan masih dalam tahap desain. Nantinya, jika Cisundawu seksi 1-2 selesai maka akan melalui Cadas Pangeran menembus bukitnya.
Sementara, Kasubdit Pengadaan Tanah Kementerian PU Herry Marzuki mengatakan, progres pembebasan tanah untuk ruas Medan-Kualanamu mencapai 48 persen, sedangkan untuk ruas Cisumdawu seksi 1 sebesar 37 persen, dan seksi dua sebesar 45 persen.
Sedangkan sisanya yaitu seksi 3 sampai 6 masih dalam proses pematokan. Pembangunan jalan tol Medan- Kualanamu merupakan proyek tol sepanjang kurang lebih 60 km yang akan melalui rute Medan-Lubuk Pakam- Kualanamu hingga Tebing Tinggi.
Proyek tersebut merupakan salah satu proyek prioritas yang diserahkan pelaksanaannya pada Kementerian PU dengan lokasi di Sumatera Utara. Adapun, pelaksana proyek jalan tol itu yakni pemerintah akan melaksanakan bagian dari Medan-Lubuk Pakam- Kuala Namu sepanjang 24 km, dengan kebutuhan lahan sebesar 197,94 hektare dan nilai investasi sekitar Rp1,75 triliun.
Sementara, dari Kualanamu hingga Tebing Tinggi sepanjang 36 km dengan kebutuhan lahan 243,59 hektare dan nilai investasi Rp2,6 triliun akan digarap oleh investor swasta, dengan skema pembiayaan kerja sama pemerintah swasta (KPS).
Ruas tol Cisumdawu akan dibangun sepanjang 58,35 km dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp5 triliun. Rencana konstruksi akan dibagi dalam enam seksi yaitu seksi satu Cileunyi-Tanjungsari sepanjang 9,80 km, seksi dua Tanjungsari-Sumedang sepanjang 17,51 km, Sumedang-Cimalaka 3,73 km, Cimalaka-Legok 6,96 km, Legok-Ujungjaya 16,35 km dan seksi enam Ujungjaya-Kertajati sepanjang 4 km.
(rna)
Lihat Juga :