BP janji pasok 40% gas dari Tangguh ke PLN

Sabtu, 03 November 2012 - 07:00 WIB
BP janji pasok 40% gas...
BP janji pasok 40% gas dari Tangguh ke PLN
A A A
Sindonews.com - Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) asal Inggris, British Petroleum (BP), menyatakan kesediannya berinvestasi LNG di train 3 Tangguh. Dia juga berkomitmen, untuk memasok 40 persen dari gas tersebut untuk PT PLN (Persero).

Dikutip dari siaran persnya, BP, Kementerian ESDM dan BP Migas telah sepakat menyetujui Rencana Pembangunan Lanjut (POFD) gas alam cair (LNG) di Papua Barat yang direncanakan akan diambil tahun 2014, sehingga rencananya comisioning akan dilakukan tahun 2018 mendatang.

Persetujuan ini diumumkan PM Inggris David Cameron di London, setelah pertemuan bilateral Presiden SBY dan dihadiri CEO Express Group Bob Dudley dan Presiden BP Asia Pasifik William Lin.

BP menanamkan investasi tak kurang dari USD12 miliar untuk investasi LNG di Papua Barat ini.

"Perluasan Tangguh memberi kontribusi untuk memenuhi permintaan energi yang tumbuh di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik yang lebih luas, apalagi bagi masyarakat Papua Barat, BP dan mitranya," ujar Lin, Jumat (2/11/2012)

BP menyebut, pihaknya setuju dan berkomitmen untuk mengembangkan Teluk Bintuni di Papua Barat, khususnya berhubungan dengan elektrifikasi. Rencananya, BP akan menjual dan memasok 40 persen LNG tersebut ke PLN.

Sekira 15 juta MMMSCFD diproduksi Tangguh Train 3, menghasilkan sekira 50 mega watt listrik untuk Bintuni. Pasokan listrik dari LNG Train 3 Tangguh ini juga dimungkinkan cukup untuk membangun infrastruktur dan menghidupkan bisnis lokal di pantai utara Teluk Bintuni.

Rencananya, di awal Januari 2013, 4 mw listrik akab dialirkan PLN setelah mendapat pasokan gas dari BP ini. Segera setelah itu, pasokan listrik akan terus ditambah.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mengenal Petroleum Jelly...
Mengenal Petroleum Jelly Serta Sejumlah Manfaatnya
Perkuat Kolaborasi Global,...
Perkuat Kolaborasi Global, Prasetiya Mulya Gelar British Council East Asia Education Week 2026
Pemerintah Inggris Perluas...
Pemerintah Inggris Perluas Program Akses Digital ke Indonesia Timur
Anak Usaha PIEP Rampungkan...
Anak Usaha PIEP Rampungkan Akuisisi Wentworth Resources PLC di Tanzania
Tim Mahasiswa UGM Jadi...
Tim Mahasiswa UGM Jadi Jawara di Petroleum Integrated Days 2021
British Council Luncurkan...
British Council Luncurkan Beasiswa Pascasarjana GREAT Scholarships
Berita Terkini
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
33 menit yang lalu
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
1 jam yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
2 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
2 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
4 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
4 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved