Pemkab Muaraenim fokus industri hilir
Sabtu, 03 November 2012 - 18:34 WIB
Pemkab Muaraenim fokus industri hilir
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaraenim saat ini sedang berfokus pada wirausaha pada lingkup industri hilir. Salah satunya, yang sedang dikembangkan adalah produk sumber daya alam (SDA) dari bahan baku karet.
Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Desprindag) Kabupaten Muaraenim, Edi Saidi mengatakan, pengembangan industri hilir yang dilakukan oleh Pemkab Muaraenim mengacu pada banyak SDA yang dimiliki Kabupaten Muaraenim.
Salah satunya, dari komoditas karet seperti yang berkembang di Kecamatan Gelumbang. Dari bahan baku karet ini, akan dijadikan sparepart (suku cadang) dengan berbagai macam jenis produk. Seperti karet ban, gelang karet, sarung tangan karet, pedal kendaraan, bahan vulkanisir ban dan produk-produk dalam unit lain.
Bahkan, untuk mengoptimalkan produksi ini, Pemkab Muaraenim akan melaksanakan MoU bersama Balai Besar Ekspor Impor (Exim) Jakarta dalam bidang perdagangan. Terkait hal ini, pihaknya akan merekrut sebanyak 15 orang peserta dari Kecamatan Gelumbang untuk mengikuti pelatihan di Balai Besari Exim Jakarta
"Kami harap mereka yang dikirim ini nantinya, akan dapat mengolah produk sparepart dengan baik," ucap dia di Muaraenim, Jumat (2/11/2012) malam.
Menurut Edi, terpilihnya perwakilan dari kecamatan Gelumbang karena daerah ini sebagai pusat pertama pengembangan industri hilir. Tak hanya itu, sebagai salah satu daerah penghasil karet, Gelumbang juga memiliki letak yang strategis yakni berdampingan dengan Kota Prabumulih, Palembang, Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan Ogan Komering Ilir (OKI).
"Dengan adanya program ini diharapkan para pemuda yang masih belum memiliki pekerjaan bisa mendapatkan peluang untuk berusaha. Baik lulusan sarjana maupun SMA/Sederajat, intinya bisa menciptakan lapangan pekerjaan," harap Edi.
Sementara itu, salah satu pelaku pengembangan produk karet Rian menuturkan, salah satu kendala yang di hadapi pelaku industri hilir adalah keterbatasan modal. Untuk itu, pihaknya berharap agar adanya bantuan dari pemerintah ataupun pihak ketiga guna memajukan usaha mereka.
Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Desprindag) Kabupaten Muaraenim, Edi Saidi mengatakan, pengembangan industri hilir yang dilakukan oleh Pemkab Muaraenim mengacu pada banyak SDA yang dimiliki Kabupaten Muaraenim.
Salah satunya, dari komoditas karet seperti yang berkembang di Kecamatan Gelumbang. Dari bahan baku karet ini, akan dijadikan sparepart (suku cadang) dengan berbagai macam jenis produk. Seperti karet ban, gelang karet, sarung tangan karet, pedal kendaraan, bahan vulkanisir ban dan produk-produk dalam unit lain.
Bahkan, untuk mengoptimalkan produksi ini, Pemkab Muaraenim akan melaksanakan MoU bersama Balai Besar Ekspor Impor (Exim) Jakarta dalam bidang perdagangan. Terkait hal ini, pihaknya akan merekrut sebanyak 15 orang peserta dari Kecamatan Gelumbang untuk mengikuti pelatihan di Balai Besari Exim Jakarta
"Kami harap mereka yang dikirim ini nantinya, akan dapat mengolah produk sparepart dengan baik," ucap dia di Muaraenim, Jumat (2/11/2012) malam.
Menurut Edi, terpilihnya perwakilan dari kecamatan Gelumbang karena daerah ini sebagai pusat pertama pengembangan industri hilir. Tak hanya itu, sebagai salah satu daerah penghasil karet, Gelumbang juga memiliki letak yang strategis yakni berdampingan dengan Kota Prabumulih, Palembang, Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan Ogan Komering Ilir (OKI).
"Dengan adanya program ini diharapkan para pemuda yang masih belum memiliki pekerjaan bisa mendapatkan peluang untuk berusaha. Baik lulusan sarjana maupun SMA/Sederajat, intinya bisa menciptakan lapangan pekerjaan," harap Edi.
Sementara itu, salah satu pelaku pengembangan produk karet Rian menuturkan, salah satu kendala yang di hadapi pelaku industri hilir adalah keterbatasan modal. Untuk itu, pihaknya berharap agar adanya bantuan dari pemerintah ataupun pihak ketiga guna memajukan usaha mereka.
(gpr)
Lihat Juga :