Investor disarankan manfaatkan momen kenaikan IHSG
Minggu, 04 November 2012 - 19:02 WIB
Investor disarankan manfaatkan momen kenaikan IHSG
A
A
A
Sindonews.com - PT Infovesta Utama optimistis, kinerja reksa dana saham berdasarkan imbal hasil (return) yang diberikan hingga akhir tahun ini masih akan positif seiring positifnya kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Untuk itu, kalangan investor reksa dana disarankan untuk memanfaatkan kenaikan Bursa lokal hingga penghujung tahun ini.
"Hingga akhir tahun masih ada potensi bagi reksa dana untuk meningkatkan kinerjanya," kata analis riset PT Infovesta Utama Edbert Suryajaya kepada Sindonews, Minggu (4/11/2012).
Sentimen positif yang akan meingkatkan kinerja reksa dana hingga penghujung tahun ini, yakni publikasi laporan keuangan yang cukup bagus, kondisi ekonomi yang masuk dalam kategori baik dan juga efek windows dressing di akhir tahun, yang menyebabkan reksa dana masih berpotensi memberikan imbal hasil yang lebih baik. Kendati demikian, dia mengingatkan kalangan investor reksa dana untuk berhati-hati terhadap sejumlah faktor penghambat.
Menyikapi kondisi pasar modal saat ini, Edbert menyarankan kepada kalangan investor yang ingin menanamkan investasinya di instrumen reksa dana di akhir tahun untuk memanfaatkan kondisi naiknya IHSG. "Saya rasa, ada baiknya memanfaatkan momen kenaikan bursa di akhir tahun, yang terjadi karena fenomena windows dressing dan biasanya terjadi sepanjang bulan Desember," ujar Edbert.
Dia memprediksi, IHSG pada akhir tahun ini berpotensi menuju level 4.350-4.400. Sementara, pada bulan Oktober tahun ini, kinerja rata-rata IHSG lebih rendah dibanding reksa dana. Kinerja IHSG pada Oktober 2012 tercatat 2,06 persen, sedangkan kinerja reksa dana saham pada bulan yang sama 2,15 persen.
Menurut Edbert, kinerja reksa dana saham yang melampaui IHSG dalam satu bulan terakhir tersebut karena pasar saham cenderung naik (bullish), sehingga kinerja rata-rata reksa dana saham melampaui kinerja IHSG menjadi lebih besar. Sebaliknya, ketika pasar dalam kondisi stagnan (flat) atau menurun (bearish), kinerja IHSG akan lebih baik dari reksa dana saham.
"Yang terjadi di bulan Oktober kemarin, pasar saham kita bullish cukup kencang sejak awal bulan. Hal tersebut, saya rasa menjadi salah satu pendorong bagi kinerja reksa dana saham untuk mengalahkan IHSG," tutur Edbert.
Sementara kinerja reksa dana campuran pada Oktober tercatat 1,36 persen, pendapatan tetap 1,07 persen. Sedangkan, sepanjang 10 bulan tahun ini, dengan kinerja IHSG tercatat 13,82 persen, reksa dana saham memberikan return 10,04 persen, pendapatan tetap 7,42 persen dan pendapatan tetap 5,72 persen.
"Hingga akhir tahun masih ada potensi bagi reksa dana untuk meningkatkan kinerjanya," kata analis riset PT Infovesta Utama Edbert Suryajaya kepada Sindonews, Minggu (4/11/2012).
Sentimen positif yang akan meingkatkan kinerja reksa dana hingga penghujung tahun ini, yakni publikasi laporan keuangan yang cukup bagus, kondisi ekonomi yang masuk dalam kategori baik dan juga efek windows dressing di akhir tahun, yang menyebabkan reksa dana masih berpotensi memberikan imbal hasil yang lebih baik. Kendati demikian, dia mengingatkan kalangan investor reksa dana untuk berhati-hati terhadap sejumlah faktor penghambat.
Menyikapi kondisi pasar modal saat ini, Edbert menyarankan kepada kalangan investor yang ingin menanamkan investasinya di instrumen reksa dana di akhir tahun untuk memanfaatkan kondisi naiknya IHSG. "Saya rasa, ada baiknya memanfaatkan momen kenaikan bursa di akhir tahun, yang terjadi karena fenomena windows dressing dan biasanya terjadi sepanjang bulan Desember," ujar Edbert.
Dia memprediksi, IHSG pada akhir tahun ini berpotensi menuju level 4.350-4.400. Sementara, pada bulan Oktober tahun ini, kinerja rata-rata IHSG lebih rendah dibanding reksa dana. Kinerja IHSG pada Oktober 2012 tercatat 2,06 persen, sedangkan kinerja reksa dana saham pada bulan yang sama 2,15 persen.
Menurut Edbert, kinerja reksa dana saham yang melampaui IHSG dalam satu bulan terakhir tersebut karena pasar saham cenderung naik (bullish), sehingga kinerja rata-rata reksa dana saham melampaui kinerja IHSG menjadi lebih besar. Sebaliknya, ketika pasar dalam kondisi stagnan (flat) atau menurun (bearish), kinerja IHSG akan lebih baik dari reksa dana saham.
"Yang terjadi di bulan Oktober kemarin, pasar saham kita bullish cukup kencang sejak awal bulan. Hal tersebut, saya rasa menjadi salah satu pendorong bagi kinerja reksa dana saham untuk mengalahkan IHSG," tutur Edbert.
Sementara kinerja reksa dana campuran pada Oktober tercatat 1,36 persen, pendapatan tetap 1,07 persen. Sedangkan, sepanjang 10 bulan tahun ini, dengan kinerja IHSG tercatat 13,82 persen, reksa dana saham memberikan return 10,04 persen, pendapatan tetap 7,42 persen dan pendapatan tetap 5,72 persen.
(rna)
Lihat Juga :