Laba naik, Toyota tingkatkan proyeksi
Selasa, 06 November 2012 - 10:04 WIB
Laba naik, Toyota tingkatkan proyeksi
A
A
A
Sindonews.com - Toyota Motor Corp membukukan laba bersih kuartal III/2012 sebesar 257,9 miliar yen (USD3,2 miliar) atau sekitar Rp30,7 triliun. Angka tersebut meningkat tiga kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Data terbaru yang dirilis kemarin diprediksi memuluskan jalan Toyota untuk kembali mengambil alih posisi sebagai pemimpin pasar automotif yang sempat lepas pada tahun lalu. Laba Toyota pada periode Juli–September juga lebih baik dibanding prediksi analis pada survei yang dilakukan FactSet di mana keuntungan perusahaan itu hanya USD3 miliar.
Keberhasilan mencapai laba di atas perkiraan itu mendorong Toyota untuk meningkatkan proyeksi keuntungan sepanjang tahun fiskal 2012 yang berakhir Maret 2013, menjadi 780 miliar yen (USD9,7 miliar). Jumlah tersebut naik dibanding proyeksi sebelumnya yang menargetkan laba 760 miliar yen atau USD9,5 miliar.
Optimisme Toyota muncul di tengah penurunan penjualan di China akibat sentimen anti-Jepang yang dipicu sengketa perebutan wilayah kepulauan dan melambatnya perekonomian di Negeri Panda.
Menurut Reuters, sepanjang kuartal III/2012 penjualan Toyota yang operasionalnya bekerja sama dengan perusahaan lokal di China mencapai 200.000 unit, atau hampir sete- ngahnya dari kondisi normal.
Namun, dampak sengketa kepulauan tersebut tidak hanya dirasakan Toyota. Produsen automotif Jepang lain seperti Honda juga melaporkan penurunan penjualan hingga 50 persen pada bulan lalu, sementara Nissan Motor turun 41 persen.
Sekadar diketahui, tahun lalu penjualan Toyota di China mencapai 900.000 unit. Bagi Toyota, China juga merupakan salah satu pasar penting bagi perusahaan karena menyumbang sebesar 12 persen dari total penjualan global.
Sementara, stasiun televisi Jepang, NHK, memberitakan bahwa kenaikan proyeksi laba tersebut disebabkan adanya peningkatan penjualan sebanyak 7,4 juta kendaraan di Amerika Utara dan Asia Tenggara.
“Tidak ada kepastian kapan penjualan Toyota di China akan pulih. Kejadian ini bisa terjadi kapan saja. Saya tidak berpikir pasar akan kembali normal pada periode Januari-Maret tahun depan,” kata analis Barclays Securities Kei Nihonyanagi.
Sementara AFP melaporkan, meski Toyota telah meningkatkan prediksi laba, kalangan investor dan eksekutif ingin melihat bukti nyata bahwa perusahaan tersebut telah memperbaiki masalah intinya.
Menanggapi hal itu Chief Executive Officer (CEO) Toyota Akio Toyoda mengatakan, perusahaannya tengah membuat kendaraan yang lebih baik. ”Kami telah menghadapi banyak tantangan sejak awal krisi global tahun 2008 sehingga membuat kami lebih kuat dimasa mendatang,” imbuhnya.
Data terbaru yang dirilis kemarin diprediksi memuluskan jalan Toyota untuk kembali mengambil alih posisi sebagai pemimpin pasar automotif yang sempat lepas pada tahun lalu. Laba Toyota pada periode Juli–September juga lebih baik dibanding prediksi analis pada survei yang dilakukan FactSet di mana keuntungan perusahaan itu hanya USD3 miliar.
Keberhasilan mencapai laba di atas perkiraan itu mendorong Toyota untuk meningkatkan proyeksi keuntungan sepanjang tahun fiskal 2012 yang berakhir Maret 2013, menjadi 780 miliar yen (USD9,7 miliar). Jumlah tersebut naik dibanding proyeksi sebelumnya yang menargetkan laba 760 miliar yen atau USD9,5 miliar.
Optimisme Toyota muncul di tengah penurunan penjualan di China akibat sentimen anti-Jepang yang dipicu sengketa perebutan wilayah kepulauan dan melambatnya perekonomian di Negeri Panda.
Menurut Reuters, sepanjang kuartal III/2012 penjualan Toyota yang operasionalnya bekerja sama dengan perusahaan lokal di China mencapai 200.000 unit, atau hampir sete- ngahnya dari kondisi normal.
Namun, dampak sengketa kepulauan tersebut tidak hanya dirasakan Toyota. Produsen automotif Jepang lain seperti Honda juga melaporkan penurunan penjualan hingga 50 persen pada bulan lalu, sementara Nissan Motor turun 41 persen.
Sekadar diketahui, tahun lalu penjualan Toyota di China mencapai 900.000 unit. Bagi Toyota, China juga merupakan salah satu pasar penting bagi perusahaan karena menyumbang sebesar 12 persen dari total penjualan global.
Sementara, stasiun televisi Jepang, NHK, memberitakan bahwa kenaikan proyeksi laba tersebut disebabkan adanya peningkatan penjualan sebanyak 7,4 juta kendaraan di Amerika Utara dan Asia Tenggara.
“Tidak ada kepastian kapan penjualan Toyota di China akan pulih. Kejadian ini bisa terjadi kapan saja. Saya tidak berpikir pasar akan kembali normal pada periode Januari-Maret tahun depan,” kata analis Barclays Securities Kei Nihonyanagi.
Sementara AFP melaporkan, meski Toyota telah meningkatkan prediksi laba, kalangan investor dan eksekutif ingin melihat bukti nyata bahwa perusahaan tersebut telah memperbaiki masalah intinya.
Menanggapi hal itu Chief Executive Officer (CEO) Toyota Akio Toyoda mengatakan, perusahaannya tengah membuat kendaraan yang lebih baik. ”Kami telah menghadapi banyak tantangan sejak awal krisi global tahun 2008 sehingga membuat kami lebih kuat dimasa mendatang,” imbuhnya.
(gpr)
Lihat Juga :