Peran sosial media dalam mendukung destination branding

Rabu, 07 November 2012 - 09:44 WIB
Peran sosial media dalam...
Peran sosial media dalam mendukung destination branding
A A A
Sindonews.com - Bisa dikatakan bahwa sekarang ini adalah eranya sosial media. Manusia sebagai makhluk sosial sudah memiliki medium yang begitu luas dalam sarana bertukar informasi.

Kita terhubung dengan orang lain baik yang kita kenal ataupun tidak pada dunia maya. Twitter, Facebook, Path, Instagram, Pinterest, dan Flickr adalah beberapa media populer yang sering kita pakai untuk saling bertukar foto dan informasi. Sosial media menjadi sarana penyebaran informasi, tren, hingga lifestyle.

Contoh paling sederhana,sekarang ini sudah sangat lumrah kita temukan orang-orang menjepret makanannya terlebih dahulu sebelum dimakan, lalu mengunduhnya ke sosial media seperti Instagram.Dan bagi orang lain yang tergiur melihat tampilan makanan pada foto, mereka akan tergerak untuk datang dan mencoba makanan di restoran tersebut.

Sama halnya dengan tempat wisata. Pada saat hendak berlibur atau mengunjungi tempat wisata, kita sering browsing dulu di dunia maya. Media sosial membuat manusia bebas berinteraksi namun sekaligus lebih mandiri.

Sudah bukan zamannya lagi bersikap pasif dan menerima informasi satu arah dari iklan atau brosur pariwisata, sekarang kita bisa ikut aktif dan membentuk opini serta mempengaruhi orang dalam menentukan destinasi liburan. Tidak jarang foto-foto pada sosial media ataupun review dari travel blogs sangat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan berlibur.

Begitu pula dengan word of mouth berupa review dari orang-orang yang pernah datang dan mengunjungi suatu destinasi liburan ikut memberi andil. Dari sini dapat kita lihat bahwa sosial media sebenarnya merupakan salah satu instrumen yang sangat berpotensi dalam menyukseskan kampanye destination brand sebuah lokasi ataupun negara.

Ada beberapa contoh menarik yang dapat kita lihat. Yang pertama adalah negeri tetangga kita, Singapura, yang dengan cerdas memanfaatkan kekuatan sosial media pada destination brand-nya Your Singapore.

Di mana ketika kita masuk ke dalam website-nya yang user friendly, kita dapat memersonalisasi rencana berlibur kita secara digital. Memilih dan menempatkan sendiri tempat berlibur favorit kita di Singapura secara virtual dan yang paling menarik adalah kita bisa membagi dan merekomendasikan agenda perjalanan kita kepada para komunitas digital lainnya melalui beragam social media tools.

Adanya penyebaran informasi yang menarik, cepat dan efisien lewat social media meningkatkan jumlah pengunjung potensial yang mau berkunjung ke Singapura. Contoh lainnya adalah cara inovatif dengan memanfaatkan jejaring sosial media yang dilakukan destination brand Discover Ireland, Irlandia.

Untuk meningkatkan jumlah pengunjung dari Jerman yang merupakan salah satu target market pariwisata terbesar di sana, Discover Ireland merangkul blogger Jerman terkenal Kai Müller dengan tajuk Mission Ireland. Kai Müller diminta untuk melakukan sebulan perjalanan di berbagai lokasi dan pelosok Irlandia serta merekam jejak pengalamannya pada sebuah blog travel dan sosial media seperti Facebook/Twitter yang memang khusus dibuat untuk Mission Ireland.

Yang menarik adalah dimana para komunitas digitalblogKai Müller dapat menentukan spot-spot destinasi mana yang akan dituju serta memberikan misi dan tantangan bervariatif serta menghibur yang harus diselesaikan oleh Kai Müller di lokasi-lokasi di Irlandia.

Yang dikomunikasikan bukan lagi sekedar keindahan sebuah lokasi pariwisata,namun pengalaman menarik serta sudut pandang unik dari orang yang sedang melakukan sebuah perjalanan. Tercipta sebuah hubungan yang erat dan lebih humanis antara destination branddan target market-nya.

Dari contoh di atas dapat kita simpulkan bahwa sebagus apapun lokasi sebuah tempat, atau seindah apapun tampilan visual dari brandmark atau website dari sebuah destination brand, apabila kita tidak dapat memanfaatkan kemajuan dunia komunikasi dengan baik, masih bersifat informasi satu arah dan melakukan hal-hal konvensional dalam menjaring pengunjung, maka destination brand tersebut akan sulit untuk berkumandang gaungnya dan kurang diketahui khalayak ramai.

DANIEL SURYA
Chairman & President South East Asia
DESY NATALIA WIJAYA
Sr. Brand Designer DM IDHOLLAND
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terancam Tutup, Perusahaan...
Terancam Tutup, Perusahaan Perparkiran Butuh Sederet Relaksasi Pajak
Pabrik Mulai Berproduksi,...
Pabrik Mulai Berproduksi, VW Ubah Logo seperti Game PacMan
Sosialisasikan COVID-19,...
Sosialisasikan COVID-19, Pengelola Apartemen Manfaatkan Jaringan TV Lokal
Jukir CentrePark Kembalikan...
Jukir CentrePark Kembalikan Dompet Temuan Berisi Jutaan Rupiah ke Pemiliknya
Berkat Kerja Keras Tim,...
Berkat Kerja Keras Tim, CentrePark Raih Penghargaan Wajib Pajak Terbaik
Pura Trans dan Hino...
Pura Trans dan Hino Latih Smart Driving untuk Para Sopir
Berita Terkini
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
42 menit yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
9 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
10 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
10 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
11 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
11 jam yang lalu
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved