Ekonomi harus didorong ke luar Jawa
Rabu, 07 November 2012 - 11:08 WIB
Ekonomi harus didorong ke luar Jawa
A
A
A
Sindonews.com - Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) melihat pertumbuhan ekonomi harus dilakukan di luar Pulau Jawa. Pasalnya, padatnya kegiatan di pulau Jawa mengakibatkan proses pertumbuhan di Indonesia hanya berpusat di Pulau Jawa.
Tentunya, potensi pertumbuhan di luar Pulau Jawa akan membawa dampak positif dalam dunia transportasi.
Ketua Ikatan Alumni ITB Jakarta Hendry Harmen mengatakan, sudah saatnya Indonesia menggerakkan pertumbuhan ekonomi di luar Jawa dan menggeser sumber pertumbuhan dari konsumsi dan pemanfaatan sumber daya alam menjadi pertumbuhan yang berbasis industri pengolahan yang nantinya akan memberi nilai tambah atas bahan baku serta industri manufaktur berbasis bahan baku.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2011 mencapai 6,5 persen, dan merupakan pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di Asia seteleh China. Pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh sektor konsumsi yang mencapai 65 persen, sektor pertanian dan pertambangan 27 persen serta pada sektor industri 25 persen.
Namun, pertumbuhan itu tidak serta merta meningkatkan kesejahteraan anak bangsa karena basis pertumbuhan ekonomi masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, yang mencapai 58 persen. Menurut Hendry, dengan adanya industri pengolahan bahan baku di lokasi sumber bahan baku tersebut akan membuka lapangan pekerjaan baru, sekaligus bisa mendorong transmigrasi swadaya dari daerah yang berpenduduk padat.
Menurutnya, yang harus menjadi prioritas pemerintah untuk dilakukan adalah menetapkan pusat-pusat industri berbasis bahan baku setempat sebelum dilakukan pembangunan insfrastruktur, baik pelabuhan, jalan hingga jembatan.
"Dengan demikian, ada kepastian bahwa infrastruktur yang akan dibangun bisa dimanfaatkan untuk kepentingan industri dan tidak akan menjadi sia-sia," kata dia di Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Sementara itu, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono melihat, apa yang diungkapkan Hendry Harmen suatu langkah yang bisa membawa perubahan. Namun, untuk merealisasikan hal tersebut harus ada prioritas dan yang paling utama adalah menjaga ketahanan ekonomi domestik.
Bambang menjelaskan, saat ini pengguna pesawat sifatnya masih one way, artinya mayoritas perjalanan keluar daerah adalah dari Jakarta, sementara untuk daerah lain di luar Jawa tidak setinggi Jakarta.
Menurut dia, akan membawa dampak positif jika penerbangan bersifat two way. Dengan demikian, biaya penerbangan bisa ditekan. "Jika ini serius dibicarakan dan masuk akal, tentunya akan meningkatkan serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia," ucapnya di Gedung Garuda Jalan Kebon Sirih No 44, Menteng Jakarta Pusat.
Tentunya, potensi pertumbuhan di luar Pulau Jawa akan membawa dampak positif dalam dunia transportasi.
Ketua Ikatan Alumni ITB Jakarta Hendry Harmen mengatakan, sudah saatnya Indonesia menggerakkan pertumbuhan ekonomi di luar Jawa dan menggeser sumber pertumbuhan dari konsumsi dan pemanfaatan sumber daya alam menjadi pertumbuhan yang berbasis industri pengolahan yang nantinya akan memberi nilai tambah atas bahan baku serta industri manufaktur berbasis bahan baku.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2011 mencapai 6,5 persen, dan merupakan pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di Asia seteleh China. Pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh sektor konsumsi yang mencapai 65 persen, sektor pertanian dan pertambangan 27 persen serta pada sektor industri 25 persen.
Namun, pertumbuhan itu tidak serta merta meningkatkan kesejahteraan anak bangsa karena basis pertumbuhan ekonomi masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, yang mencapai 58 persen. Menurut Hendry, dengan adanya industri pengolahan bahan baku di lokasi sumber bahan baku tersebut akan membuka lapangan pekerjaan baru, sekaligus bisa mendorong transmigrasi swadaya dari daerah yang berpenduduk padat.
Menurutnya, yang harus menjadi prioritas pemerintah untuk dilakukan adalah menetapkan pusat-pusat industri berbasis bahan baku setempat sebelum dilakukan pembangunan insfrastruktur, baik pelabuhan, jalan hingga jembatan.
"Dengan demikian, ada kepastian bahwa infrastruktur yang akan dibangun bisa dimanfaatkan untuk kepentingan industri dan tidak akan menjadi sia-sia," kata dia di Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Sementara itu, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono melihat, apa yang diungkapkan Hendry Harmen suatu langkah yang bisa membawa perubahan. Namun, untuk merealisasikan hal tersebut harus ada prioritas dan yang paling utama adalah menjaga ketahanan ekonomi domestik.
Bambang menjelaskan, saat ini pengguna pesawat sifatnya masih one way, artinya mayoritas perjalanan keluar daerah adalah dari Jakarta, sementara untuk daerah lain di luar Jawa tidak setinggi Jakarta.
Menurut dia, akan membawa dampak positif jika penerbangan bersifat two way. Dengan demikian, biaya penerbangan bisa ditekan. "Jika ini serius dibicarakan dan masuk akal, tentunya akan meningkatkan serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia," ucapnya di Gedung Garuda Jalan Kebon Sirih No 44, Menteng Jakarta Pusat.
(rna)
Lihat Juga :