Pertamina tunjuk Rekin untuk EPC revitalisasi Arun
Kamis, 08 November 2012 - 09:58 WIB
Pertamina tunjuk Rekin untuk EPC revitalisasi Arun
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina persero memastikan PT Rekayasa Industri (Rekin) sebagai kontraktor pelaksana engineering, procurement, and construction (EPC) proyek revitalisasi Kilang LNG Arun menjadi Receiving and Regasification LNG Terminal.
“Kami telah menetapkan Rekayasa Industri sebagai pemenang tender dengan penawaran terbaik pada pekan lalu. Rekayasa Industri juga telah berkomitmen untuk menuntaskan pekerjaan dengan tepat waktu dan kualitas,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir dalam siaran persnya, Kamis (8/11/2012).
Proyek Revitalisasi Kilang LNG Arun menjadi Receiving and Regasification LNG Terminal direncanakan memiliki kapasitas total 400 MMscfd. Pasokan gas tersebut nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan oleh industri pupuk, bahan bakar listrik, dan industri di Aceh dan Sumatera Utara.
"Sejauh ini, proyek tersebut belum mendapatkan kepastian alokasi gas yang bersifat final secara kontraktual," jelasnya.
Rencana pasokan sebanyak 140 MMscfd untuk PLN dari LNG Tangguh yang rencananya akan dipasok melalui Receiving and Regasification LNG Terminal Arun juga masih dalam pembahasan mengenai harga di pemerintah.
Ali mengatakan, pihaknya juga telah menyatakan minat untuk membeli LNG domestik bagi keperluan proyek tersebut kepada produsen LNG Tangguh, BP Migas dan pemerintah.
Proyek revitalisasi Kilang LNG Arun diharapkan dapat menghidupkan kembali denyut industri di Aceh, menjaga keberlanjutan Pupuk Iskandar Muda, serta menjaga pasokan listrik di provinsi ujung Barat Indonesia tersebut.
"Selain itu, melalui proyek pipa yang akan menghubungkan Arun dan Belawan, pasokan gas untuk terminal penerima dan regasifikasi Arun akan meningkatkan ketahanan pasokan energi dan juga bahan baku industri di Sumatera Utara," papar Ali.
Pertamina, menurutnya belum dapat melakukan penandatanganan kontrak pelaksanaan proyek dengan pihak Rekayasa Industri karena masih bergantung pada kepastian alokasi gas.
"Untuk itu, Pertamina sangat mendukung upaya pemerintah untuk melakukan finalisasi kepastian pasokan gas bagi proyek yang strategis bagi ketahanan energi nasional tersebut," pungkasnya.
“Kami telah menetapkan Rekayasa Industri sebagai pemenang tender dengan penawaran terbaik pada pekan lalu. Rekayasa Industri juga telah berkomitmen untuk menuntaskan pekerjaan dengan tepat waktu dan kualitas,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir dalam siaran persnya, Kamis (8/11/2012).
Proyek Revitalisasi Kilang LNG Arun menjadi Receiving and Regasification LNG Terminal direncanakan memiliki kapasitas total 400 MMscfd. Pasokan gas tersebut nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan oleh industri pupuk, bahan bakar listrik, dan industri di Aceh dan Sumatera Utara.
"Sejauh ini, proyek tersebut belum mendapatkan kepastian alokasi gas yang bersifat final secara kontraktual," jelasnya.
Rencana pasokan sebanyak 140 MMscfd untuk PLN dari LNG Tangguh yang rencananya akan dipasok melalui Receiving and Regasification LNG Terminal Arun juga masih dalam pembahasan mengenai harga di pemerintah.
Ali mengatakan, pihaknya juga telah menyatakan minat untuk membeli LNG domestik bagi keperluan proyek tersebut kepada produsen LNG Tangguh, BP Migas dan pemerintah.
Proyek revitalisasi Kilang LNG Arun diharapkan dapat menghidupkan kembali denyut industri di Aceh, menjaga keberlanjutan Pupuk Iskandar Muda, serta menjaga pasokan listrik di provinsi ujung Barat Indonesia tersebut.
"Selain itu, melalui proyek pipa yang akan menghubungkan Arun dan Belawan, pasokan gas untuk terminal penerima dan regasifikasi Arun akan meningkatkan ketahanan pasokan energi dan juga bahan baku industri di Sumatera Utara," papar Ali.
Pertamina, menurutnya belum dapat melakukan penandatanganan kontrak pelaksanaan proyek dengan pihak Rekayasa Industri karena masih bergantung pada kepastian alokasi gas.
"Untuk itu, Pertamina sangat mendukung upaya pemerintah untuk melakukan finalisasi kepastian pasokan gas bagi proyek yang strategis bagi ketahanan energi nasional tersebut," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :