PTDI-Airbus Military luncurkan Cassa 212-400
Kamis, 08 November 2012 - 18:52 WIB
PTDI-Airbus Military luncurkan Cassa 212-400
A
A
A
Sindonews.com - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kembali menjalin kerja sama strategis jangka panjang dengan Airbus Military untuk bersama meluncurkan Airbus Military Cassa 212-400 versi up grade.
Pesawat baru yang diberi nama New Cassa 212 (NC212) ini akan ditawarkan kepada pelanggan sipil maupun militer.
Direktur Utama PTDI Budi Santoso mengatakan, pesawat baru yang diberi nama New Cassa 212 (NC212) ini akan ditawarkan kepada perusahaan penerbangan sipil maupun militer. Dia juga menyatakan kerja sama dengan Airbus Military sudah berlangsung cukup lama hingga 30 tahun.
"Kali ini kami ingin lebih meningkatkan kerja sama strategis antar kedua belah pihak, tidak hanya sebatas pemberi-penerima lisensi. Sekarang ini, kita akan bangun dan jual bersama NC212, yang merupakan versi up grade dari Cassa 212 yang diproduksi sebelumnya," kata Budi di sela jumpa pers penandatanganan kerjasama C212 versi up grade dengan Airbus Military, di Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Budi menuturkan, pihaknya bersama dengan Airbus Military sepakat untuk saling berbagi cost development maupun dari segi keuntungan. Dia menargetkan dapat memproduksi 4-6 unit pesawat NC212 setiap tahunnya.
"Kami sepakat untuk 50:50, baik untuk cost development, maupun keuntungan yang nanti diraih dari penjualan pesawat. Total investasi yang kami sepakati berdua mencapai UD14juta-15 juta," tuturnya.
NC212 up grade ini dilengkapi dengan avionik digital dan sistem autopilot terkini. Pesawat ini ini juga memiliki interior sipil terbaru yang mampu mengangkut 28 penumpang atau lebih banyak dari versi saat ini yang hanya bisa membawa 25 orang. Dengan demikian pesawat up grade tersebut akan menempatkan NC212 pada posisi tawar kompetitif di segmen pasar pesawat kecil dan medium.
Adapun kesepakatan kerjasama mencakup pengembangan, manufacturing, komersialisasi dan dukungan pelanggan ini untuk memenangkan kompetisi dalam memenuhi kebutuhan pasar di segmen pesawat kecil, baik untuk sipil, militer dan kargo pada dekade berikut.
Adapun potensi pasar pada segmen ini diperkirakan akan mencapai sekitar 400-450 pesawat dalam 10 tahun ke depan. Menurut Budi, pesawat NC212 tersebut juga akan disertifikasi oleh EASA dan FAA sesuai dengan FAR 25. "Dengan disertifikasinya pesawat tersebut oleh EASA dan FAA, maka kami bisa menjualnya ke negara lain," kata dia.
Sejak Oktober 2011, dua perusahaan ini telah menempatkan tim-tim kerja bersama di fasilitas PTDI di Bandung, dimana personil Airbus Military bekerja di dalam lokasi kerja PTDI.
"Pesawat akan dibuat di Bandung. Kami sepakat, PT DI akan memasarkan untuk penjualan yang dekat dengan wilayah Indonesia, sementara Airbus akan menjual di pasar yang dekat negara mereka," jelasnya.
Senior VP Komersil, Strategi dan Hubungan Industri untuk Kawasan Asia Airbus Military Ignacio Alonso mengatakan penandatanganan ini merupakan bukti dari peningkatan kerja sama dengan Indonesia.
"Kami melihat masa depan NC212 yang kompetitif ini menjanjikan di banyak negara di dunia. Dengan dukungan yang berkesinambungan dari Pemerintah Indonesia, PTDI dan Airbus Military akan mampu meraih banyak hal besama," kata Ignacio Alonso.
Pesawat baru yang diberi nama New Cassa 212 (NC212) ini akan ditawarkan kepada pelanggan sipil maupun militer.
Direktur Utama PTDI Budi Santoso mengatakan, pesawat baru yang diberi nama New Cassa 212 (NC212) ini akan ditawarkan kepada perusahaan penerbangan sipil maupun militer. Dia juga menyatakan kerja sama dengan Airbus Military sudah berlangsung cukup lama hingga 30 tahun.
"Kali ini kami ingin lebih meningkatkan kerja sama strategis antar kedua belah pihak, tidak hanya sebatas pemberi-penerima lisensi. Sekarang ini, kita akan bangun dan jual bersama NC212, yang merupakan versi up grade dari Cassa 212 yang diproduksi sebelumnya," kata Budi di sela jumpa pers penandatanganan kerjasama C212 versi up grade dengan Airbus Military, di Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Budi menuturkan, pihaknya bersama dengan Airbus Military sepakat untuk saling berbagi cost development maupun dari segi keuntungan. Dia menargetkan dapat memproduksi 4-6 unit pesawat NC212 setiap tahunnya.
"Kami sepakat untuk 50:50, baik untuk cost development, maupun keuntungan yang nanti diraih dari penjualan pesawat. Total investasi yang kami sepakati berdua mencapai UD14juta-15 juta," tuturnya.
NC212 up grade ini dilengkapi dengan avionik digital dan sistem autopilot terkini. Pesawat ini ini juga memiliki interior sipil terbaru yang mampu mengangkut 28 penumpang atau lebih banyak dari versi saat ini yang hanya bisa membawa 25 orang. Dengan demikian pesawat up grade tersebut akan menempatkan NC212 pada posisi tawar kompetitif di segmen pasar pesawat kecil dan medium.
Adapun kesepakatan kerjasama mencakup pengembangan, manufacturing, komersialisasi dan dukungan pelanggan ini untuk memenangkan kompetisi dalam memenuhi kebutuhan pasar di segmen pesawat kecil, baik untuk sipil, militer dan kargo pada dekade berikut.
Adapun potensi pasar pada segmen ini diperkirakan akan mencapai sekitar 400-450 pesawat dalam 10 tahun ke depan. Menurut Budi, pesawat NC212 tersebut juga akan disertifikasi oleh EASA dan FAA sesuai dengan FAR 25. "Dengan disertifikasinya pesawat tersebut oleh EASA dan FAA, maka kami bisa menjualnya ke negara lain," kata dia.
Sejak Oktober 2011, dua perusahaan ini telah menempatkan tim-tim kerja bersama di fasilitas PTDI di Bandung, dimana personil Airbus Military bekerja di dalam lokasi kerja PTDI.
"Pesawat akan dibuat di Bandung. Kami sepakat, PT DI akan memasarkan untuk penjualan yang dekat dengan wilayah Indonesia, sementara Airbus akan menjual di pasar yang dekat negara mereka," jelasnya.
Senior VP Komersil, Strategi dan Hubungan Industri untuk Kawasan Asia Airbus Military Ignacio Alonso mengatakan penandatanganan ini merupakan bukti dari peningkatan kerja sama dengan Indonesia.
"Kami melihat masa depan NC212 yang kompetitif ini menjanjikan di banyak negara di dunia. Dengan dukungan yang berkesinambungan dari Pemerintah Indonesia, PTDI dan Airbus Military akan mampu meraih banyak hal besama," kata Ignacio Alonso.
(rna)
Lihat Juga :