Membangun kepercayaan karyawan untuk kinerja lebih baik

Jum'at, 09 November 2012 - 10:00 WIB
Membangun kepercayaan...
Membangun kepercayaan karyawan untuk kinerja lebih baik
A A A
Sindonews.com - Betapapun lengkap dan hebat infrastruktur yang dimiliki oleh sebuah perusahaan, tanpa dukungan sumber daya manusia (SDM) yang memadai, perusahaan bisa gagal atau setidaknya terhambat dalam proses perkembangan dan kemajuan.

Betapapun komprehensif dan canggih strategi dengan berbagai perencanaan yang telah disusun rapi, akan menjadi sia-sia ketika SDM yang menjalankannya tidak melakukannya dengan benar.

Betapapun pelatihan telah diberikan secara intensif dalam berbagai bidang dan keterampilan, namun jika karyawan yang bersangkutan tidak memiliki motivasi untuk mempraktikkan apa yang telah diperolehnya dalam training,maka tetap saja tidak akan diperoleh hasil yang maksimal.

Memang kita bisa memberikan reward kepada yang berprestasi, dan punishment kepada yang tidak melakukan tugasnya dengan baik, akan tetapi tindakan itu seperti firefigthing terkena hanya yang bersangkutan tidak berdampak terhadap lainnya, terutama bagi mereka yang memiliki tingkat motivasi yang rendah.

Betapapun prosedur dan sistem kontrol yang dirancang dan diperlengkapi dengan peralatan monitoring yang serbacanggih, hanyalah sebatas mengetahui apa yang berjalan tidak benar dan tidak menjamin tingginya produktivitas.

Tentunya hal ini menimbulkan pertanyaan bagi kita semua, apa yang salah atau di mana letak kesalahannya? Ketika kita menganggap orangorang dalam perusahaan sebagai aset, benda yang dapat diperbuat semaunya, ketika manusia hanya dianggap sekadar angka hitungan di situlah letak kesalahannya. Begitu dikatakan oleh Linda Stewart, CEO dari Interaction Associates, konsultan dalam kepemimpinan berskala global yang berbasis di Boston, Amerika.

Linda memperbandingkan secara ekstrem performa yang dicapai: SDM dengan peralatan serbacanggih namun kurang atau tidak memiliki motivasi, dengan SDM yang memiliki tingkat motivasi yang tinggi sekalipun dengan peralatan yang lebih sederhana.

Interaction Associates pernah melakukan survei bersama dengan the Human Capital Institute terhadap 440 orang karyawan dari sekitar 300 perusahaan,di berbagai lini organisasi, dengan jumlah pertanyaan sekitar 82.

Ternyata hanya 32% di antaranya yang mengatakan pemimpin mereka telah memberikan mereka keyakinan, memberikan mereka dorongan motivasi yang kuat,dan untuk itu mereka merasa senang bekerja tanpa harus diawasi dan dikejar-kejar.

Selebihnya menganggap pimpinan mereka memperlakukan mereka sekadar angka dan aset perusahaan. Dampak terhadap perusahaan sangat signifikan, dalam hal produktivitas dan efisiensi. Yang pemimpinnya tidak disukai memperlihatkan produktivitas yang rendah dan kurang efisien, sementara yang pemimpinnya disukai memperlihatkan tingkat produktivitas dan efisiensi yang tinggi.

Kesimpulan dari survei itu adalah bahwa penting sekali bagi seorang pemimpin perusahaan untuk memberikan kepercayaan dan keyakinan terhadap karyawannya,dan dengan berbuat demikian karyawan pun sebaliknya akan mempercayai sang pemimpin serta bersedia melakukan yang terbaik.

Lebih lanjut, Linda juga memberikan saran kepada para pemimpin, bagaimana membangun kepercayaan dari karyawan terhadap dirinya:

a. Mengungkapkan atau menyampaikan alasan dibalik tindakan dan keputusan penting yang diambil, khususnya yang berkenaan dengan orang banyak. Memang merupakan hak seorang pemimpin mengambil keputusan, akan tetapi akan lebih dipahami jika pemimpin menyampaikan alasan dibalik sebuah keputusan, dan dengan demikian karyawan merasa dihargai sebagai mitra.

b. Mengulangi dan mencerna setiap usulan dari karyawan, khususnya dalam sebuah rapat atau pertemuan, dengan mengatakan contohnya: ”Tadi Anda mengatakan itu, apakah maksudnya begini?” dengan demikian memperlihatkan bahwa Anda sebagai seorang pemimpin menyimak apa yang dikatakan karyawan tidak menyepelekannya.

c. Segera perlu mengklarifikasi apabila terjadi rumor yang tidak mengandung kebenaran apalagi dapat merusak, jangan sampai berkembang tanpa kendali,tanpa fakta dan akhirnya orang-orang mengambil kesimpulan yang keliru. Ketika kesimpulan keliru sudah dapat dipastikan, setiap keputusan yang diambil pun akan cenderung keliru.

d. Komunikasikan dengan jujur apa yang Anda selaku pemimpin ketahui dan tidak ketahui, banyak pemimpin karena malu menjadi sok serbatahu dan mencoba mengomentari yang berbeda dengan kenyataan, dan karyawan akan melihatnya sebagai seorang pemimpin pembohong dan sok tahu, dan jelas itu mengurangi respek mereka terhadapnya.

e.Berikan kesan keterbukaan dengan open-door policy (pintu terbuka),dalam pengertian harfiah bahwa Anda selaku pemimpin mudah ditemui dan dalam pengertian analogis bahwa Anda mau menerima setiap saran dan kritik, demi perbaikan baik bagi sang pemimpin maupun bagi perusahaan, termasuk semua karyawan di dalamnya.

f. Ungkapkan perasaan Anda setulusnya, khususnya kala menghadapi situasi yang tidak pasti dan kurang baik pada masa depan; jangan dibungkus sedemikian rupa, dengan alibi perlu diplomatis dan karyawan menangkap kejanggalan menutup-nutupi. Mereka akan berpikir merasa dibohongi dan akan menghilangkan kepercayaan mereka terhadap Anda. Jadikan karyawan sebagai mitra bukan aset, itu pesan Linda. Sukses!

DR. ELIEZER H. HARDJO, PH.D., CM
Ketua Dewan Juri Rekor Bisnis (ReBi) & Institute of Certified Professional Managers
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terancam Tutup, Perusahaan...
Terancam Tutup, Perusahaan Perparkiran Butuh Sederet Relaksasi Pajak
Pabrik Mulai Berproduksi,...
Pabrik Mulai Berproduksi, VW Ubah Logo seperti Game PacMan
Sosialisasikan COVID-19,...
Sosialisasikan COVID-19, Pengelola Apartemen Manfaatkan Jaringan TV Lokal
Jukir CentrePark Kembalikan...
Jukir CentrePark Kembalikan Dompet Temuan Berisi Jutaan Rupiah ke Pemiliknya
Berkat Kerja Keras Tim,...
Berkat Kerja Keras Tim, CentrePark Raih Penghargaan Wajib Pajak Terbaik
Pura Trans dan Hino...
Pura Trans dan Hino Latih Smart Driving untuk Para Sopir
Berita Terkini
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
39 menit yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
1 jam yang lalu
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
1 jam yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
10 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
11 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
11 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved