Investasi masih terkendala infrastruktur
Selasa, 13 November 2012 - 08:37 WIB
Investasi masih terkendala infrastruktur
A
A
A
Sindonews.com – Perbaikan pelayanan terpadu satu pintu di bidang penanaman modal (PTSP-PM) di daerah tidak akan ada artinya tanpa dibarengi peningkatan kualitas infrastruktur.
Menteri Perindustrian MS Hidayat memuji perbaikan kualitas PTSP-PM di daerah-daerah yang terus membaik. Hidayat menilai, membaiknya kualitas PTSP-PM juga turut mendukung iklim investasi yang kondusif, sehingga semakin banyak investor yang menanamkan modalnya di Indonesia.
”Saya tiap tahun selalu hadir (di acara penghargaan PTSP-PM) karena ingin mengetahui perkembangan investasi dan regulasi yang terselesaikan di daerah. Forum ini membuktikan suasana investasi kita semakin kondusif, target makin tercapai,” ujar MS Hidayat dalam penganugerahan Penghargaan Penyelenggara PTSP-PM Provinsi, Kabupaten dan Kota Terbaik Tahun 2012 di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, kemarin.
Kendati terdapat perbaikan PTSP-PM, MS Hidayat mengingatkan, ada sejumlah persoalan yang selama ini menjadi kendala investasi, terutama infrastruktur. Mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ini mengungkapkan, persoalan infrastruktur menjadi kendala yang paling dikeluhkan investor dalam forum-forum bisnis antara Pemerintah Indonesia dan negara lain selama lima tahun terakhir.
”Kendala yang masih terjadi adalah masih belum cepatnya pertumbuhan infrastruktur. Pemerintah menyadari hal itu dan mulai mempercepatnya,” tandasnya.
Kepala BKPM Chatib Basri mengungkapkan, instansi yang dia pimpin akan terus meningkatkan sinergi dengan pemda untuk meningkatkan PTSP-PM. Chatib juga berharap, penghargaan Investment Award 2012 yang diberikan kepada daerah dengan PTSP-PM terbaik bisa menjadi kompetisi di masing-masing daerah dalam memperbaiki pelayanannya.
”Kami sangat mengharapkan perbaikan dalam layanan investasi dan pemda juga sama bersemangatnya dalam memberikan kemudahan izin investasi,” tuturnya.
Chatib menuturkan, selama ini dirinya masih kerap mendapatkan keluhan dari investor terkait kendala-kendala berinvestasi di daerah. Kendala-kendala tersebut diharapkan bisa berkurang dengan cepat. ”Banyak sekali keluhan mengenai kesulitan izin di daerah dan ketidaksinkronan peraturan,”tuturnya.
Dalam acara penghargaan kepada penyelenggara PTSP-PM, Badan Penanaman Modal Provinsi Jawa Timur dinobatkan sebagai penyelenggara PTSP-PM terbaik tingkat provinsi. Menyusul Jawa Timur, Provinsi Sumatera Selatan dan Jawa Barat.
Di level kabupaten, penghargaan serupa dianugerahkan kepada Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Sragen. Sementara, di level kotamadya, penghargaan diberikan kepada Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Penghargaan PTSP-PM didasarkan pada survei ke lapangan terhadap 268 penyelenggara PTSP-PM yang terdiri dari 33 provinsi, 170 kabupaten, 62 kota dan tiga kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (KPBPB).
Penghargaan ini dimaksudkan sebagai apresiasi pemerintah kepada prestasi yang telah dicapai oleh pemda dalam upayanya mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik.
Bagi Jawa Timur, ini adalah kali kedua mereka mendapatkan penghargaan tersebut secara berturut-turut. Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, perbaikan PTSP-PM memiliki korelasi positif terhadap peningkatan realisasi investasi di provinsi tersebut.
Menteri Perindustrian MS Hidayat memuji perbaikan kualitas PTSP-PM di daerah-daerah yang terus membaik. Hidayat menilai, membaiknya kualitas PTSP-PM juga turut mendukung iklim investasi yang kondusif, sehingga semakin banyak investor yang menanamkan modalnya di Indonesia.
”Saya tiap tahun selalu hadir (di acara penghargaan PTSP-PM) karena ingin mengetahui perkembangan investasi dan regulasi yang terselesaikan di daerah. Forum ini membuktikan suasana investasi kita semakin kondusif, target makin tercapai,” ujar MS Hidayat dalam penganugerahan Penghargaan Penyelenggara PTSP-PM Provinsi, Kabupaten dan Kota Terbaik Tahun 2012 di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, kemarin.
Kendati terdapat perbaikan PTSP-PM, MS Hidayat mengingatkan, ada sejumlah persoalan yang selama ini menjadi kendala investasi, terutama infrastruktur. Mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ini mengungkapkan, persoalan infrastruktur menjadi kendala yang paling dikeluhkan investor dalam forum-forum bisnis antara Pemerintah Indonesia dan negara lain selama lima tahun terakhir.
”Kendala yang masih terjadi adalah masih belum cepatnya pertumbuhan infrastruktur. Pemerintah menyadari hal itu dan mulai mempercepatnya,” tandasnya.
Kepala BKPM Chatib Basri mengungkapkan, instansi yang dia pimpin akan terus meningkatkan sinergi dengan pemda untuk meningkatkan PTSP-PM. Chatib juga berharap, penghargaan Investment Award 2012 yang diberikan kepada daerah dengan PTSP-PM terbaik bisa menjadi kompetisi di masing-masing daerah dalam memperbaiki pelayanannya.
”Kami sangat mengharapkan perbaikan dalam layanan investasi dan pemda juga sama bersemangatnya dalam memberikan kemudahan izin investasi,” tuturnya.
Chatib menuturkan, selama ini dirinya masih kerap mendapatkan keluhan dari investor terkait kendala-kendala berinvestasi di daerah. Kendala-kendala tersebut diharapkan bisa berkurang dengan cepat. ”Banyak sekali keluhan mengenai kesulitan izin di daerah dan ketidaksinkronan peraturan,”tuturnya.
Dalam acara penghargaan kepada penyelenggara PTSP-PM, Badan Penanaman Modal Provinsi Jawa Timur dinobatkan sebagai penyelenggara PTSP-PM terbaik tingkat provinsi. Menyusul Jawa Timur, Provinsi Sumatera Selatan dan Jawa Barat.
Di level kabupaten, penghargaan serupa dianugerahkan kepada Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Sragen. Sementara, di level kotamadya, penghargaan diberikan kepada Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Penghargaan PTSP-PM didasarkan pada survei ke lapangan terhadap 268 penyelenggara PTSP-PM yang terdiri dari 33 provinsi, 170 kabupaten, 62 kota dan tiga kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (KPBPB).
Penghargaan ini dimaksudkan sebagai apresiasi pemerintah kepada prestasi yang telah dicapai oleh pemda dalam upayanya mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik.
Bagi Jawa Timur, ini adalah kali kedua mereka mendapatkan penghargaan tersebut secara berturut-turut. Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, perbaikan PTSP-PM memiliki korelasi positif terhadap peningkatan realisasi investasi di provinsi tersebut.
(rna)
Lihat Juga :