China berikan akses lebih ke investor asing

Selasa, 13 November 2012 - 09:04 WIB
China berikan akses...
China berikan akses lebih ke investor asing
A A A
Sindonews.com – Pemerintah China akan memberikan akses lebih ke pasar keuangan terhadap investor asing. Langkah tersebut ditujukan guna memicu pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

“Akses lebih tersebut secara otomatis akan meningkatkan kuota dari Qualified Foreign Institutional Investor (QFII) setelah kami mencapai target sebesar USD80 miliar,” ungkap pernyataan resmi Pemerintah China yang dikutip BBC, kemarin.

Beijing menambahkan, hal itu juga akan meningkatkan batas bagi investor asing yang ingin menginvestasikan dana yuan di luar negeri dan di pasar China.

Pimpinan China Securites Regulatory Commission Guo Shuqing mengungkapkan, regulator telah mencapai kesepakatan dengan bank sentral China (People’s Bank of China/ PBOC) dan Administration of Foreign Exchange untuk menaikkan batas QFII.

“Jika dana USD80 miliar telah habis, maka kami akan terus mengembangkannya. Dalam upaya lebih lanjut untuk menarik lebih banyak investasi asing ke pasar. Saat ini regulator tengah mempertimbangkan meningkatkan investasi dari individu QFII,” paparnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan melihat masing- masing institusi secara berbeda. Pihaknya memungkinkan investor institusional yang lebih besar dapat berinvestasi sebesar USD1–5 miliar. Maka dari itu, Pemerintah China sedang mempertimbangkan adanya keringanan pajak untuk QFII.

Pada saat yang sama, pinjaman dari perbankan Beijing melambat dua bulan kedua hingga Oktober. Hal tersebut disebabkan melonjaknya kredit macet pada tahun ini.

PBOC menyatakan, para pemberi pinjaman hanya mengeluarkan dana sebesar 505,2 miliar yuan (sekitar USD81 miliar) bulan lalu, di mana angka tersebut lebih rendah dari perkiraan analis sebesar 590 miliar yuan, serta turun dari realisasi 623,3 miliar yuan pada September dan 703,9 miliar yuan pada Agustus lalu.

Data ekonomi pada Oktober lalu memicu optimisme bahwa perlambatan China telah mereda namun timbul kekhawatiran selama lonjakan kredit macet dalam sistem perbankan. Menurut Shang Fulin, Ketua Komisi Regulator Perbankan China, nonperforming loan atau kredit bermasalah China telah meningkat sejak awal tahun lalu.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
18 menit yang lalu
Dari Medan hingga Jakarta,...
Dari Medan hingga Jakarta, Keseruan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama BRI Satukan Kita!
1 jam yang lalu
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
2 jam yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
3 jam yang lalu
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
4 jam yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
12 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved