Kelebihan likuiditas perbankan Rp300 T

Rabu, 14 November 2012 - 09:12 WIB
Kelebihan likuiditas...
Kelebihan likuiditas perbankan Rp300 T
A A A
Sindonews.com – Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekses (kelebihan) likuiditas perbankan mencapai Rp400 triliun hingga akhir tahun ini. Per Oktober 2012 ekses likuiditas perbankan sudah lebih dari Rp300 triliun.

“Sekarang kondisi ekses likuiditas memang tidak setinggi tahun lalu yang mencapai Rp600 triliun,” ujar Direktur Direktorat Riset dan Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo di Jakarta, kemarin.

Tapi, Oktober tahun ini ekses likuiditas perbankan memang jauh lebih kecil dibanding bulan sebelumnya. Menurutnya, ekses likuiditas yang terjadi tersebut di antaranya karena masuknya arus modal asing melalui pasar SBN (surat berharga negara).

Perry mengakui, peningkatan ekses likuiditas diperkirakan menjadi Rp400 triliun hingga akhir tahun karena pada kuartal IV tahun ini pemerintah biasanya menggenjot ekspansi. Apalagi, hingga sembilan bulan tahun ini belanja pemerintah masih rendah.

Perry memperkirakan, dana asing yang masuk dalam bentuk PMA atau investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) mendekati USD19 miliar. Angka tersebut memang sedikit lebih rendah dari perkiraan sebelumnya karena berkaitan dengan kegiatan investasi dalam negeri.

Dia menambahkan, BI melakukan tindakan-tindakan dalam mengatasi dampak ekses likuiditas, antara lain dengan menstabilisasi nilai tukar rupiah dengan fundamentalnya, mencegah pembalikan arus dana asing (capital reversal).

Selain itu, BI berkoordinasi dengan kementrian keuangan dan instansi terkait lainnya telah mengembangkan crisis management protocol dalam Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan.

Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono menambahkan, pihaknya optimistis arus modal masuk (capital inflow) ke Indonesia akan meningkat dalam beberapa waktu ke depan.

Optimisme tersebut, menurut Hartadi, dipengaruhi latar belakang ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang bagus, maka akan ada arus modal yang masuk lagi dalam beberapa waktu ke depan.

“Dengan ekonomi yang bagus, kita optimistis akan ada capital inflow yang masuk lagi dalam beberapa kuartal ke depan atau beberapa bulan ke depan,” katanya usai pembukaan seminar internasional “Asia sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Global: Fokus Investasi di Indonesia” di Gedung BI.

Dia mengungkapkan, prediksi tersebut juga dipengaruhi situasi perekonomian di Amerika Serikat yang akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan ekonomi baru pascakemenangan Obama sebagai presiden. “ Bahkan, sekarang pun sudah terasa adanya arus modal masuk ke surat berharga negara,” papar dia.

Menurut Hartadi, jika arus modal masuk itu semakin banyak, pemerintah bisa memanfaatkannya untuk membiayai kegiatan ekonomi jangka menengah-panjang. Namun, jika dana tersebut bersifat jangka pendek, akan menyebabkan kelebihan likuiditas yang harus diserap bank sentral.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
Ada dari Negara Tetangga,...
Ada dari Negara Tetangga, Berikut 5 Bank Syariah Terbesar di Dunia
MNC Bank Ditunjuk Jadi...
MNC Bank Ditunjuk Jadi Bank RDN Periode 2024-2029
Pembobol Dana Nasahah...
Pembobol Dana Nasahah Bank BJB Ditangkap
Uang di Rekening Hilang...
Uang di Rekening Hilang Nasabah Datangi Kantor Bank Sulselbar
Satu Pelaku Perampokan...
Satu Pelaku Perampokan Bank di Bandar Lampung Ditangkap
Berita Terkini
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
18 menit yang lalu
Dari Medan hingga Jakarta,...
Dari Medan hingga Jakarta, Keseruan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama BRI Satukan Kita!
1 jam yang lalu
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
2 jam yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
3 jam yang lalu
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
4 jam yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
12 jam yang lalu
Infografis
3 Kelebihan DeepSeek...
3 Kelebihan DeepSeek dibanding ChatGPT dan Meta AI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved