Pemerintah kembali bahas pembangunan Rusunawa di Ciliwung

Rabu, 14 November 2012 - 16:03 WIB
Pemerintah kembali bahas...
Pemerintah kembali bahas pembangunan Rusunawa di Ciliwung
A A A
Sindonews - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan pemerintah DKI Jakarta kembali membahas tindak lanjut rencana pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) di daerah Ciliwung.

Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz mengatakan, rusunawa ini rencananya akan dibangun di atas sungai Ciliwung dengan jumlah delapan blok. Masing-masing bloknya terdiri dari tiga tower. Pembangunan rusunawa ini akan dilengkapi dengan beberapa fasilitas untuk memenuhi kebutuhan penghuninya.

“Kebutuhan penghuni rusunawa bisa terpenuhi karena akan dibangun beberapa fasilitas. Jadi murni merupakan kampung susun”, kata Djan di di Ruang Rapat Menteri PU, kantor Kementerian PU, Jakarta, Rabu (14/11/2012).

Dalam kaitannya dengan Kementerian PU, Kemenpera, meminta masukan atas rencana pembangunan rusunawa di atas kali Ciliwung. Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto memberikan dukungan dengan syarat pemerintah harus mengkaji beberapa peraturan yang ada.

“Tapi perlu diperhatikan terutama dua hal yang menjadi perhatian dari KemenPU, yaitu Pembangunan rusunawa di atas kali Cililwung tidak boleh mengganggu debit air yang lewat pada musim banjir, kedua, tidak boleh merintangi alat besar KemenPU untuk melakukan pemeliharaan di sungai dan Amdal harus tetap dilaksanakan” terang dia.

Sementara Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa Pemda DKI tetap memberikan dukungannya atas pembangunan rusun Ciliwung tersebut. “Kami menginginkan masyarakat bebas dari banjir dan kami akan memberikan support penuh baik teknis maupun non teknis, misalnya sosialisasi kepada masyarakat”, ujar Jokowi.

Kepala Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI, Putu Indiana, mengatakan bahwa setiap gedung yang dibangun wajib memiliki IMB dan juga perlu diperhatikan masalah teknis lainnya.

“Selain IMB, hal teknis lain yang perlu diperhatikan dalam pembangunan rusunawa adalah tentang rencana detail tata ruang, amdal dan status kepemillikan tanah yang jelas. Kalau ketiga hal tersebut terpenuhi akan dapat mengatasi permasalahan yang timbul," ujar Putu Indiana.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembangunan Rusunawa...
Pembangunan Rusunawa untuk Nelayan di Mataram Ditarget Rampung November 2021
Kementerian PU Buka...
Kementerian PU Buka 4 Loker di Sekretariat Dewan SDA, Cek Jurusan yang Dibutuhkan
Menteri Dody Lapor Prabowo...
Menteri Dody Lapor Prabowo Sebelum Kejati DKI Geledah Kementerian PU: Kalau Salah, Saya Tanggung
PUPR: Progres Rusun...
PUPR: Progres Rusun Pasar Jumat Capai 88,12%
Antre, Ribuan Warga...
Antre, Ribuan Warga Sleman Diimbau Bersabar untuk Dapatkan Rusunawa
Kementerian Pekerjaan...
Kementerian Pekerjaan Umum Gelar Serah Terima Jabatan
Berita Terkini
Mengenang Rachmat Gobel,...
Mengenang Rachmat Gobel, Zulkifli Hasan: Indonesia Kehilangan Sosok Pejuang
8 menit yang lalu
Harga Emas Antam Berkilau...
Harga Emas Antam Berkilau Sambut Akhir Pekan, Naik Rp17 Ribu jadi Rp2.650.000/Gram
52 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Naik ke 5.936, Transaksi Awal Cetak Rp629 M
1 jam yang lalu
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
2 jam yang lalu
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
3 jam yang lalu
Kapal Tanker Pertamina...
Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Komitmen Jaga Pasokan Energi Nasional
12 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved