Jokowi yakin penduduk miskin DKI capai 40%
Rabu, 14 November 2012 - 16:31 WIB
Jokowi yakin penduduk miskin DKI capai 40%
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyakini jumlah penduduk miskin di Daerah Ibu Kota (DKI) Jakarta mencapai sekitar 30-40 persen.
Menurut dia, selama ini dalam pendataan penduduk di Jakarta banyak indikator yang ditutupi. Sehingga jumlah angka penduduk miskin di Kota Metropolitan per Maret 2012, sekitar 3,69 persen atau 363.020 orang. Angka tersebut diragukan oleh mantan Walikota Solo ini kebenarannya.
Setelah dilantik menjadi orang nomor satu di Jakarta, akhirnya Jokowi mengunjungi kantong-kantong kemiskinan di Jakarta. Ternyata jumlahnya melebihi 363.020. "Saya rasa penduduk miskin ini sangat banyak mencapai 30-40 persen dari jumlah penduduk," ungkap Jokowi di Balaikota, Rabu (14/11/2012).
Dia melanjutkan, data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, teryata terdapat dua indikator kemiskinan. Penduduk miskin dan penduduk rentan miskin. Sebetulnya fakta di lapangan penduduk miskin itu benar-benar miskin. Tidak ada beda antara rentan miskin dan miskin.
Kedua kategori penduduk miskin ini mengantongi uang sebesar Rp300.000 per bulan. Artinya satu hari warga Jakarta itu hidup dengan uang Rp10.000 per hari.
Sedangkan kebutuhan manusia di Jakarta ini sangat banyak. Mulai dari makan, sandang, dan papan. Belum lagi penduduk ini telah berkeluarga. Mereka memiliki istri dan anak. Jumlah anak mereka pun beragam. Ada satu, dua orang atau lebih.
"Angka ini tidak logis untuk di Jakarta. Tidak mungkin mereka hidup Rp10.000 per hari," ujarnya.
Menurut dia, selama ini dalam pendataan penduduk di Jakarta banyak indikator yang ditutupi. Sehingga jumlah angka penduduk miskin di Kota Metropolitan per Maret 2012, sekitar 3,69 persen atau 363.020 orang. Angka tersebut diragukan oleh mantan Walikota Solo ini kebenarannya.
Setelah dilantik menjadi orang nomor satu di Jakarta, akhirnya Jokowi mengunjungi kantong-kantong kemiskinan di Jakarta. Ternyata jumlahnya melebihi 363.020. "Saya rasa penduduk miskin ini sangat banyak mencapai 30-40 persen dari jumlah penduduk," ungkap Jokowi di Balaikota, Rabu (14/11/2012).
Dia melanjutkan, data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, teryata terdapat dua indikator kemiskinan. Penduduk miskin dan penduduk rentan miskin. Sebetulnya fakta di lapangan penduduk miskin itu benar-benar miskin. Tidak ada beda antara rentan miskin dan miskin.
Kedua kategori penduduk miskin ini mengantongi uang sebesar Rp300.000 per bulan. Artinya satu hari warga Jakarta itu hidup dengan uang Rp10.000 per hari.
Sedangkan kebutuhan manusia di Jakarta ini sangat banyak. Mulai dari makan, sandang, dan papan. Belum lagi penduduk ini telah berkeluarga. Mereka memiliki istri dan anak. Jumlah anak mereka pun beragam. Ada satu, dua orang atau lebih.
"Angka ini tidak logis untuk di Jakarta. Tidak mungkin mereka hidup Rp10.000 per hari," ujarnya.
(gpr)
Lihat Juga :