Spanyol konfirmasi resesi
Jum'at, 16 November 2012 - 08:57 WIB
Spanyol konfirmasi resesi
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Spanyol kemarin mengumumkan bahwa ekonomi negara tersebut telah memasuki resesi tahun kedua. Pengumuman itu dikeluarkan hanya sehari setelah demonstrasi besar-besaran digelar masyarakat Spanyol memprotes kondisi ekonomi negara tersebut.
Berdasarkan data badan statistik Spanyol, produk domestik bruto negara itu menyusut 0,3 persen dalam kuartal ini, yang berarti perekonomian negara keempat terbesar anggota zona euro itu terus terpangkas dalam 15 bulan terakhir. Output ekonomi Spanyol berdasarkan data tersebut, telah terpuruk 1,6 persen selama setahun ini.
Serikat UGT Spanyol memprotes kebijakan pemangkasan anggaran oleh pemerintah dengan menggelar pemogokan dan aksi protes lainnya, yang puncaknya terjadi Rabu (14/11/2012) lalu.
“Kebijakan pemerintah membenamkan kita semua dalam depresi ekonomi,pengangguran dan ketimpangan sosial,” ungkap UGT yang mengorganisasi pemogokan bersama serikat pekerja lainnya, CCOO.
“Tak ada yang membaik, situasi malah memburuk dan pemerintah menunjukkan ketidak mampuan untuk mengeluarkan Spayol dari krisis,” papar UGT dalam pernyataan resminya yang dikutip AFP, kemarin.
Keterpurukan aktivitas ekonomi saat ini memang telah menyebabkan tingkat pengangguran di Negeri Matador itu mencapai angka 25 persen, tertinggi kedua setelah Yunani yang angka penganggurannya mencapai 25,1 persen.
Pengangguran Spayol juga merupakan yang teratas di antara negara industri lainnya. Sementara itu, kelangkaan pekerjaan, kenaikan pajak dan pemangkasan belanja publik -- termasuk di sektor kesehatan dan pendidikan – terus mengundang aksi protes di Spanyol dan Portugal.
Pemogokan besar-besaran di Spanyol sehari sebelumnya bahkan tercatat sebagai yang terbesar semenjak krisis, melumpuhkan industri, transportasi udara dan darat di negara itu.
Berdasarkan data badan statistik Spanyol, produk domestik bruto negara itu menyusut 0,3 persen dalam kuartal ini, yang berarti perekonomian negara keempat terbesar anggota zona euro itu terus terpangkas dalam 15 bulan terakhir. Output ekonomi Spanyol berdasarkan data tersebut, telah terpuruk 1,6 persen selama setahun ini.
Serikat UGT Spanyol memprotes kebijakan pemangkasan anggaran oleh pemerintah dengan menggelar pemogokan dan aksi protes lainnya, yang puncaknya terjadi Rabu (14/11/2012) lalu.
“Kebijakan pemerintah membenamkan kita semua dalam depresi ekonomi,pengangguran dan ketimpangan sosial,” ungkap UGT yang mengorganisasi pemogokan bersama serikat pekerja lainnya, CCOO.
“Tak ada yang membaik, situasi malah memburuk dan pemerintah menunjukkan ketidak mampuan untuk mengeluarkan Spayol dari krisis,” papar UGT dalam pernyataan resminya yang dikutip AFP, kemarin.
Keterpurukan aktivitas ekonomi saat ini memang telah menyebabkan tingkat pengangguran di Negeri Matador itu mencapai angka 25 persen, tertinggi kedua setelah Yunani yang angka penganggurannya mencapai 25,1 persen.
Pengangguran Spayol juga merupakan yang teratas di antara negara industri lainnya. Sementara itu, kelangkaan pekerjaan, kenaikan pajak dan pemangkasan belanja publik -- termasuk di sektor kesehatan dan pendidikan – terus mengundang aksi protes di Spanyol dan Portugal.
Pemogokan besar-besaran di Spanyol sehari sebelumnya bahkan tercatat sebagai yang terbesar semenjak krisis, melumpuhkan industri, transportasi udara dan darat di negara itu.
(rna)
Lihat Juga :