Pemerintah siap serap 250 ribu rumah swadaya
Jum'at, 16 November 2012 - 09:26 WIB
Pemerintah siap serap 250 ribu rumah swadaya
A
A
A
Sindonews.com – Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) pada akhir bulan ini menargetkan menyerap 250.000 unit rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dengan total anggaran sebesar Rp1,6 triliun.
Deputi Bidang Perumahan Swadaya Kemenpera Jamil Anshari mengatakan, saat ini pemerintah telah memberikan bantuan stimulus melalui program BSPS sebesar Rp1,2 triliun atau sebanyak 200.000 unit rumah lebih. Sedangkan, akhir November ini pihaknya menargetkan dapat menyerap 250.000 rumah dengan anggaran Rp1,6 triliun.
“Saat ini telah terserap 85 persen dari target rumah swadaya yang akan kami berikan hingga akhir tahun, yaitu sebanyak 250.000 unit rumah, akhir November sudah harus terserap seluruhnya,” kata Jamil usai memberikan bantuan secara simbolis kepada sejumlah korban konflik di Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, kemarin.
Adapun, hambatan penyerapan rumah melalui program BSPS ini, kata Jamil, yaitu di tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang belum menyampaikan data mengenai kebutuhan rumah di masyarakat kepada kementeriannya. Sebagai informasi, alokasi dana BSPS tersebut akan diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan di 33 provinsi di Indonesia.
Kementeriannya juga mengusulkan kenaikan alokasi dana BSPS dengan peningkatan Rp1,5 juta hingga Rp4 juta untuk satu unit rumah yang membutuhkan bantuan untuk rencana kegiatan Penyediaan Rumah Swadaya Tahun 2013. Kegiatan BSPS ini sendiri terbagi menjadi dua yaitu, Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya dari sebelumnya Rp6 juta diusulkan menjadi Rp7,5 juta dan Pembangunan Baru Rumah Swadaya dari Rp11 juta menjadi Rp15 juta.
“Kami telah mengajukan usulan kenaikan BSPS ini kepada sejumlah Anggota DPR RI Komisi V, kenaikan harga satuan untuk pembangunan baru rumah swadaya dari Rp11 juta menjadi Rp15 juta itu untuk rumah yang rusak berat, yaitu rusak atap,lantai dan dinding,” kata Jamil.
Dia memaparkan,untuk rencana kegiatan Penyediaan Rumah Swadaya Tahun 2013 khususnya pembangunan baru rumah swadaya targetnya 196.748 unit rumah dengan kriterianya adalah rumah yang rusak berat. Sedangkan, Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya targetnya adalah 20.000 unit rumah.
Kemenpera melalui Deputi Perumahan Swadaya memberikan bantuan perumahan kepada sekitar 395 warga yang menjadi korban konflik sosial di Desa Balinuraga dan Sidoreno, Lampung Selatan. BSPS yang diberikan oleh Kemenpera kepada masing-masing korban konflik sosial di Lampung Selatan tersebut sebesar Rp 11 juta per unit rumah.
“Kemenpera, melalui program BSPS,akan membantu sekitar 395 warga korban konflik di Lampung Selatan. Jumlah bantuan yang diberikan kepada masing-masing warga sekitar Rp 11 juta untuk membangun rumahnya yang mengalami kerusakan,” ujar Jamil.
Dia menjelaskan, Kemenpera telah membuat surat keputusan (SK) terkait penerima bantuan BSPS tersebut. Jumlah bantuan yang di berikan Kemenpera di Desa Balinuraga sebanyak 299 unit rumah dan di Desa Sidereno 96 unit rumah.
Bantuan perumahan tersebut, imbuhnya, akan diberikan secara bertahap. Tahap pertama akan disalurkan melalui Bank BRI dengan pembuatan 186 buku tabungan untuk pembangunan perumahan. Sedangkan, pada tahap kedua rencananya akan diberikan pada masyarakat pada tanggal 21 November mendatang.
Kemenpera juga terus berusaha mengupayakan mengurangi beban masyarakat yang menjadi korban konflik. “Jumlah buku tabungan untuk program BSPS yang telah dicetak BRI sebanyak 186 warga yang berisi tabungan Rp11 juta. Sisanya, menunggu adanya KTP warga yang sebagian besar terbakar saat konflik terjadi. Kami targetkan hari Senin sudah selesai semua,” katanya.
Sekda Kabupaten Lampung Selatan Ishak berharap agar proses BSPS tahap ke dua yang dilaksanakan pada tanggal 21 November bisa berjalan lancar. “Pada tanggal tersebut Pemkab Lampung Selatan juga akan mengadakan kegiatan Deklarasi Damai yang akan diikuti oleh semua suku di Lampung Selatan. Kegiatan tersebut akan dipusatkan di lapangan Desa Agom,” pungkasnya.
Deputi Bidang Perumahan Swadaya Kemenpera Jamil Anshari mengatakan, saat ini pemerintah telah memberikan bantuan stimulus melalui program BSPS sebesar Rp1,2 triliun atau sebanyak 200.000 unit rumah lebih. Sedangkan, akhir November ini pihaknya menargetkan dapat menyerap 250.000 rumah dengan anggaran Rp1,6 triliun.
“Saat ini telah terserap 85 persen dari target rumah swadaya yang akan kami berikan hingga akhir tahun, yaitu sebanyak 250.000 unit rumah, akhir November sudah harus terserap seluruhnya,” kata Jamil usai memberikan bantuan secara simbolis kepada sejumlah korban konflik di Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, kemarin.
Adapun, hambatan penyerapan rumah melalui program BSPS ini, kata Jamil, yaitu di tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang belum menyampaikan data mengenai kebutuhan rumah di masyarakat kepada kementeriannya. Sebagai informasi, alokasi dana BSPS tersebut akan diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan di 33 provinsi di Indonesia.
Kementeriannya juga mengusulkan kenaikan alokasi dana BSPS dengan peningkatan Rp1,5 juta hingga Rp4 juta untuk satu unit rumah yang membutuhkan bantuan untuk rencana kegiatan Penyediaan Rumah Swadaya Tahun 2013. Kegiatan BSPS ini sendiri terbagi menjadi dua yaitu, Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya dari sebelumnya Rp6 juta diusulkan menjadi Rp7,5 juta dan Pembangunan Baru Rumah Swadaya dari Rp11 juta menjadi Rp15 juta.
“Kami telah mengajukan usulan kenaikan BSPS ini kepada sejumlah Anggota DPR RI Komisi V, kenaikan harga satuan untuk pembangunan baru rumah swadaya dari Rp11 juta menjadi Rp15 juta itu untuk rumah yang rusak berat, yaitu rusak atap,lantai dan dinding,” kata Jamil.
Dia memaparkan,untuk rencana kegiatan Penyediaan Rumah Swadaya Tahun 2013 khususnya pembangunan baru rumah swadaya targetnya 196.748 unit rumah dengan kriterianya adalah rumah yang rusak berat. Sedangkan, Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya targetnya adalah 20.000 unit rumah.
Kemenpera melalui Deputi Perumahan Swadaya memberikan bantuan perumahan kepada sekitar 395 warga yang menjadi korban konflik sosial di Desa Balinuraga dan Sidoreno, Lampung Selatan. BSPS yang diberikan oleh Kemenpera kepada masing-masing korban konflik sosial di Lampung Selatan tersebut sebesar Rp 11 juta per unit rumah.
“Kemenpera, melalui program BSPS,akan membantu sekitar 395 warga korban konflik di Lampung Selatan. Jumlah bantuan yang diberikan kepada masing-masing warga sekitar Rp 11 juta untuk membangun rumahnya yang mengalami kerusakan,” ujar Jamil.
Dia menjelaskan, Kemenpera telah membuat surat keputusan (SK) terkait penerima bantuan BSPS tersebut. Jumlah bantuan yang di berikan Kemenpera di Desa Balinuraga sebanyak 299 unit rumah dan di Desa Sidereno 96 unit rumah.
Bantuan perumahan tersebut, imbuhnya, akan diberikan secara bertahap. Tahap pertama akan disalurkan melalui Bank BRI dengan pembuatan 186 buku tabungan untuk pembangunan perumahan. Sedangkan, pada tahap kedua rencananya akan diberikan pada masyarakat pada tanggal 21 November mendatang.
Kemenpera juga terus berusaha mengupayakan mengurangi beban masyarakat yang menjadi korban konflik. “Jumlah buku tabungan untuk program BSPS yang telah dicetak BRI sebanyak 186 warga yang berisi tabungan Rp11 juta. Sisanya, menunggu adanya KTP warga yang sebagian besar terbakar saat konflik terjadi. Kami targetkan hari Senin sudah selesai semua,” katanya.
Sekda Kabupaten Lampung Selatan Ishak berharap agar proses BSPS tahap ke dua yang dilaksanakan pada tanggal 21 November bisa berjalan lancar. “Pada tanggal tersebut Pemkab Lampung Selatan juga akan mengadakan kegiatan Deklarasi Damai yang akan diikuti oleh semua suku di Lampung Selatan. Kegiatan tersebut akan dipusatkan di lapangan Desa Agom,” pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :