Jero Wacik : Industri hulu migas sangat sensitif

Minggu, 18 November 2012 - 15:01 WIB
Jero Wacik : Industri...
Jero Wacik : Industri hulu migas sangat sensitif
A A A
Sindonews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik menyatakan, industri hulu minyak dan gas bumi (migas) sangat sensitif dalam hitungan detik. Maka dari itu, lepas dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk membubarkan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), dibentuklah Satuan Kerja Sementara (SKS).

"Industri hulu migas sangat sensitif dalam hitungan detik," ungkap Jero seperti dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM, Minggu (18/11/2012).

Menurutnya, jika produksi seperti minyak mentah itu berhenti, maka akan ada kerugian yang sangat besar. Itupun nantinya akan mempengaruhi capaian target pemerintah.

"Sebab, produksi minyak mentah itu kalau berhenti, kerugian yang ditanggung sangat besar," jelasnya. Selain itu, lanjut Jero, industri migas termasuk dalam usaha padat modal dan sekaligus pada teknologi.

Sebelumya, Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini menyatakan, akibat situasi darurat tersebut setidaknya negara berpotensi kehilangan kesempatan pendapatan negara sekitar Rp1 triliun per hari.

Pendapatan migas untuk APBN sebesar Rp300 triliun per tahun, dimana BP Migas harus mengamankan pendapatan kotor dari industri migas mencapai Rp560 triliun dengan dikurangi biaya pengembalian investasi sekitar Rp150 triliun dan dikurangi bagian kontraktor senilai Rp110 triliun.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Kepala BP Migas...
Mantan Kepala BP Migas Raden Priyono Dituntut 12 Tahun Penjara
Orang Kepercayaan Mantan...
Orang Kepercayaan Mantan Kepala BP Migas Divonis 4 Tahun Penjara
Badai PHK Guncang Industri...
Badai PHK Guncang Industri Migas, BP Pecat 7.700 Karyawan dan Kontraktor
Cari Cadangan Migas...
Cari Cadangan Migas di Kilang Tangguh Papua, BP Tambah Investasi Rp57,6 T
Lepas Saham di Rosneft...
Lepas Saham di Rosneft Saat Perang Ukraina Pecah, Raksasa Migas BP Kehilangan Rp38,8 Triliun
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved