Harga rumah di China mulai naik

Selasa, 20 November 2012 - 10:17 WIB
Harga rumah di China...
Harga rumah di China mulai naik
A A A
Sindonews.com - Harga rumah baru di China mulai menunjukkan peningkatan pada Oktober lalu. Hal ini mengindikasikan adanya pulihnya sektor properti di tengah perlambatan ekonomi China sepanjang tahun ini.

Menurut data Biro Statistik Nasional China (NBS) yang dirilis kemarin, harga rumah di 35 dari 70 kota di China mengalami kenaikan dipicu mulai pulihnya permintaan. “Peningkatan tersebut merupakan kali pertama sejak Juli lalu,” kata Biro Statistik China dikutip BBC kemarin.

Lembaga tersebut menambahkan, data Oktober lebih baik dibanding September di mana hanya 31 kota yang harga rumahnya menguat. NBS menambahkan, meski terdapat kenaikan, namun masih ada penurunan harga rumah baru pada bulan yang sama di 17 kota. Angka tersebut tidak jauh berbeda dibanding bulan sebelumnya yakni sebanyak 18 kota.

Sebelumnya, Pemerintah China telah menerapkan langkah- langkah dalam mengendalikan harga properti selama lebih dari dua tahun,termasuk larangan pembelian rumah kedua.

Otoritas perbankan di Negeri Panda juga meningkatkan jumlah minimum pembayaran serta adanya pemungutan pajak properti di beberapa kota di China. Menurut pejabat China, langkah-langkah tersebut bertujuan menurunkan harga rumah ke tingkat yang wajar.

AFP melaporkan, saat ini China terus menyempurnakan peraturan dan kebijakan untuk memungkinkan pengembangan ekonomi,namun di sisi lain akan memastikan kemampuan pembelian dan kenaikan harga rumah jangka panjang.

Tahun lalu, negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut memutuskan untuk menstabilkan pasar properti dengan membatasi perbankan dalam mengalirkan kredit sehingga konsumen kesulitan mendapat pinjaman murah.

Kebijakan tersebut berdampak pada aliran kredit yang terbukti melambat sehingga menimbulkan kekhawatiran adanya stagnasi di pasar properti dan industri. Untuk itu, Bank Sentral China (People’s Bank of China/PBOC) memangkas jumlah uang cadangan dalam perbankan sebanyak tiga kali dalam beberapa bulan terakhir.

Selain itu, PBOC juga telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak dua kali sejak Juni guna meringankan beban konsumen. Pada saat yang sama, pemerintah daerah otonom China, kini telah mengambil langkahlangkahnya sendiri seperti dengan memberikan kesempatan pembeli rumah meminjam dana lebih banyak dari anggaran dana perumahan rakyat.

“Kebijakan ini memungkinkan konsumen mendapatkan dana sehingga menyebabkan adanya rebound harga rumah,” papar analis Zhongyuan Real Estate Beijing, Zhang Dawei.

Dia menambahkan, langkah yang diterapkan oleh bank sentral untuk memudahkan kebijakan juga berkontribusi dalam kenaikan harga rumah. Sekadar diketahui, Perekonomian China tahun ini mengalami perlambatan dengan hanya tumbuh 7,4 persen pada kuartal III/2012. Pertumbuhan tersebut lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya yang mencapai 7,6 persen.

Kendati demikian, sejumlah indikator ekonomi mulai menunjukkan tandatanda perbaikan seperti ekspor yang mulai menguat, penjualan ritel dan data industri yang terus membaik. Ekspansi ekonomi Beijing mengalami perlambatan selama tujuh kuartal berturut-turut sampai akhir September.

Namun, kondisi tersebut diperkirakan tidak berlanjut karena diyakini pertumbuhan pada kuartal IV/2012 akan lebih baik. Pemerintah China memproyeksikan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 7,5 persen sepanjang tahun ini, melambat dari 9,3 persen pada tahun lalu dan 10,4 persen pada 2010.

Saat ini, Beijing terus berupaya menyeimbangkan perekonomian dengan mengurangi ketergantungan pada ekspor dan lebih mengarahkan kepada permintaan domestik di tahun-tahun mendatang. China berharap dapat mengarahkan pertumbuhan ke jalur yang lebih stabil dan berkelanjutan dengan membidik pasar dalam negeri.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
1 jam yang lalu
Kilau Emas Kembali Lagi...
Kilau Emas Kembali Lagi usai Menguat Rp8 Ribu, Buyback Naik Rp16.000 per Gram
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Antrean BBM di SPBU Mulai Terurai
2 jam yang lalu
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
3 jam yang lalu
Dari Medan hingga Jakarta,...
Dari Medan hingga Jakarta, Keseruan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama BRI Satukan Kita!
4 jam yang lalu
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved