Jumlah investor saham baru 400 ribu rekening
Rabu, 21 November 2012 - 19:22 WIB
Jumlah investor saham baru 400 ribu rekening
A
A
A
Sindonews.com - Jumlah investor saham di pasar modal Indonesia baru sekitar 400 ribu rekening, dengan jumlah total keseluruhan investor, baik di saham, obligasi, reksa dana dan pemegang saham berbentuk warkat sebanyak 1,2 juta rekening. Otoritas Bursa Efek Indonesia akan terus meningkatkan jumlah investor di pasar modal Indonesia.
Direktur Utama BEI, Ito Warsito mengatakan, jumlah investor saham saat ini memang masih terbilang minim jika dibandingkan dengan jumlah masyarakat Indonesia yang sekitar 230 juta investor. Akan tetapi, dia beranggapan jumlah investor tersebut sudah bertambah signifikan dibandingkan tiga tahun yang lalu, yang baru sebanyak 160 ribu investor.
"Ke depannya yang menjadi perhatian kami adalah meningkatkan jumlah investor saham karena investor yg lain lebih bersifat pasif. Untuk investor pemula nungkin yang harus diajari adalah bagaimana cara berinvestasi, mulai dari produk fixed income juga ke reksa dana sebelum secara natural beralih ke investor saham. Walaupun tidak menutup peluang investor yang telah teredukasi untuk langsung menjadi investor saham," jelas Ito dalam Wisuda Certified Securities Analyst/CSA angkatan pertama di Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Untuk meningkatkan jumlah investor tersebut, saat ini BEI terus membuka Pusat Informasi Pasar Modal, dimana sekarang jumlahnya sudah 17 PIPM. Rinciannya, empat di pulau Jawa dan 13 di luar pulau Jawa. Ito menambahkan hal tersebut bertujuan untuk memasyarakatkan cara investasi di pasar modal Indonesia.
"Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri selama 10 tahun terakhir sudah meningkat lebih dari 10 kali. Jika di akhir 2002 IHSG hanya 429 poin maka saat ini levelnya sudah mencapai 4.317,28 poin yang artinya sudah meningkat lenih dari 10 kali lipat," papar Ito.
Ito juga mengajak pelaku industri untuk terus berupaya meningkatkan jumlah investor di pasar modal domestik. Oleh karena itu, dia mengapresiasi langkah Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) yang menggelar program sertifikasi analis (Certified Securities Analyst/CSA) demi meningkatkan sumber daya manusia di pasar modal Indonesia.
Salah satu lulusan CSA yang merupakan Direktur PT Recapital Asset Management, Pardomuan Sihombing mengatakan, pertumbuhan BEI secara year to date sudah mencapai 13 persen. Akan tetapi kontribusi bursa atau pasar modal bagi perekonomian belum terlalu besar.
"Hal ini karena kualitas SDM di dunia pasar modal masih jauh dari yang diharapkan. Untuk itu dengan CSA ini maka diharapkan jumlah investor maupun kualitas emiten secara tidak langsung dapat terus meningkat. Sehingga dapat meningkatkan kontribusi ke pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Pardomuan.
Pardomuan menambahkan, untuk dapat meningkatkan jumlah transaksi di BEI, maka diperlukan analisa yang baik dari analis kepada investor. Hadirnya lulusan CSA ini diharapkan dapat menjawab peran tersebut.
Direktur Utama BEI, Ito Warsito mengatakan, jumlah investor saham saat ini memang masih terbilang minim jika dibandingkan dengan jumlah masyarakat Indonesia yang sekitar 230 juta investor. Akan tetapi, dia beranggapan jumlah investor tersebut sudah bertambah signifikan dibandingkan tiga tahun yang lalu, yang baru sebanyak 160 ribu investor.
"Ke depannya yang menjadi perhatian kami adalah meningkatkan jumlah investor saham karena investor yg lain lebih bersifat pasif. Untuk investor pemula nungkin yang harus diajari adalah bagaimana cara berinvestasi, mulai dari produk fixed income juga ke reksa dana sebelum secara natural beralih ke investor saham. Walaupun tidak menutup peluang investor yang telah teredukasi untuk langsung menjadi investor saham," jelas Ito dalam Wisuda Certified Securities Analyst/CSA angkatan pertama di Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Untuk meningkatkan jumlah investor tersebut, saat ini BEI terus membuka Pusat Informasi Pasar Modal, dimana sekarang jumlahnya sudah 17 PIPM. Rinciannya, empat di pulau Jawa dan 13 di luar pulau Jawa. Ito menambahkan hal tersebut bertujuan untuk memasyarakatkan cara investasi di pasar modal Indonesia.
"Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri selama 10 tahun terakhir sudah meningkat lebih dari 10 kali. Jika di akhir 2002 IHSG hanya 429 poin maka saat ini levelnya sudah mencapai 4.317,28 poin yang artinya sudah meningkat lenih dari 10 kali lipat," papar Ito.
Ito juga mengajak pelaku industri untuk terus berupaya meningkatkan jumlah investor di pasar modal domestik. Oleh karena itu, dia mengapresiasi langkah Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) yang menggelar program sertifikasi analis (Certified Securities Analyst/CSA) demi meningkatkan sumber daya manusia di pasar modal Indonesia.
Salah satu lulusan CSA yang merupakan Direktur PT Recapital Asset Management, Pardomuan Sihombing mengatakan, pertumbuhan BEI secara year to date sudah mencapai 13 persen. Akan tetapi kontribusi bursa atau pasar modal bagi perekonomian belum terlalu besar.
"Hal ini karena kualitas SDM di dunia pasar modal masih jauh dari yang diharapkan. Untuk itu dengan CSA ini maka diharapkan jumlah investor maupun kualitas emiten secara tidak langsung dapat terus meningkat. Sehingga dapat meningkatkan kontribusi ke pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Pardomuan.
Pardomuan menambahkan, untuk dapat meningkatkan jumlah transaksi di BEI, maka diperlukan analisa yang baik dari analis kepada investor. Hadirnya lulusan CSA ini diharapkan dapat menjawab peran tersebut.
(rna)
Lihat Juga :