Waskita targetkan laba tahun depan Rp350 M
Kamis, 22 November 2012 - 17:30 WIB
Waskita targetkan laba tahun depan Rp350 M
A
A
A
Sindonews.com - Jelang tahun baru 2013, PT Waskita Karya (persero) mengaku telah memasang target laba sebesar Rp350 miliar pada tahun depan.
"Tahun depan kita targetkan penjualan Rp11,5 triliun dengan laba Rp350 miliar," kata Direktur Utama Waskita Karya, M Choliq di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Sementara itu, hingga Oktober 2012, M Choliq mengungkapkan bahwa penjualan Waskita telah mencapai Rp5,6 triliun, dari target hingga akhir tahun sebesar Rp9 triliun.
"Sedangkan capaian laba hingga Oktober 2012 sebesar Rp131 miliar, dari target akhir tahun yang sebesar Rp250 miliar," Sambung dia.
Di sisi lain, perseroan juga mencatat perkembangan kontrak baru hingga Oktober 2012 sebesar Rp11 triliun, mendekati target hingga Dessember 2012 senilai Rp12 triliun.
Adapun, kontribusi kontrak baru perseroan sebagian besar berasal dari kontrak pemerintah, BUMN maupun swasta. Sementara itu, total kontrak perseroan pada tahun depan ditargetkan sebesar Rp22 triliun, terdiri atas kontrak baru senilai Rp14 triliun dan sisanya senilai Rp8 triliun merupakan kontrak bawaan (carry over) tahun sebelum.
"Tahun depan kita targetkan penjualan Rp11,5 triliun dengan laba Rp350 miliar," kata Direktur Utama Waskita Karya, M Choliq di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Sementara itu, hingga Oktober 2012, M Choliq mengungkapkan bahwa penjualan Waskita telah mencapai Rp5,6 triliun, dari target hingga akhir tahun sebesar Rp9 triliun.
"Sedangkan capaian laba hingga Oktober 2012 sebesar Rp131 miliar, dari target akhir tahun yang sebesar Rp250 miliar," Sambung dia.
Di sisi lain, perseroan juga mencatat perkembangan kontrak baru hingga Oktober 2012 sebesar Rp11 triliun, mendekati target hingga Dessember 2012 senilai Rp12 triliun.
Adapun, kontribusi kontrak baru perseroan sebagian besar berasal dari kontrak pemerintah, BUMN maupun swasta. Sementara itu, total kontrak perseroan pada tahun depan ditargetkan sebesar Rp22 triliun, terdiri atas kontrak baru senilai Rp14 triliun dan sisanya senilai Rp8 triliun merupakan kontrak bawaan (carry over) tahun sebelum.
(rna)
Lihat Juga :