Pasca delay, Citilink hentikan penjualan tiket
Selasa, 27 November 2012 - 10:43 WIB
Pasca delay, Citilink hentikan penjualan tiket
A
A
A
Sindonews.com - PT Citilink Indonesia, anak perusahaan Garuda Indonesia untuk maskapai jenis penerbangan bertarif rendah (low cost carrier) menyatakan sempat menghentikan penjualan tiket penerbangannya pada Sabtu (24/11) dan Minggu (25/11) lalu.
Direktur Utama Citilink Indonesia Arif Wibowo mengatakan penghentian sementara penjualan tiket maskapainya tersebut untuk mengurangi keluhan konsumen akibat keterlambatan penerbangan (delay) yang dialami maskapainya pada akhir pekan lalu.
"Setiap bulannya kami rata-rata menerbangkan 300 ribu penumpang, untuk hariannya rata-rata 12.500 penumpang yang kami terbangkan, jika 10 persen saja yang mengalami keterlambatan, maka ada 1.250 penumpang yang mengalami delay," kata Arif dalam jumpa persnya di Jakarta, Senin malam (26/11/2012).
Meskipun demikian, lanjut Arif, kepercayaan penumpang Citilink tidak terpengaruh akibat keterlambatan beberapa rute penerbangan pada akhir pekan lalu. Hal ini terlihat dari masih banyaknya penumpang yang memesan tiket penerbangan Citilink baik melalui online, maupun travel agen, setelah penjualannya dibuka pada Senin ini.
Sebelumnya, Chief Operation Officer (COO) Citilink Indonesia Hadianto menjelaskan keterlambatan beberapa penerbangan yang terjadi pada akhir pekan lalu disebabkan oleh adanya cuaca buruk dan perbaikan pesawat.
"Perubahan jadwal yang terjadi pada dua hari belakangan ini akibat adanya cuaca buruk dan perbaikan pesawat, saat ini Citilink sedang melakukan migrasi sistem guna memaksimalkan sistem rotasi awak kabin dari Citilink, maka untuk beberapa penerbangan Citilink mengalami keterlambatan," kata Hadianto dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Minggu (25/11/2012).
Dia juga menyatakan, proses pemaksimalan sistem rotasi awak kabin tersebut sedang dipastikan oleh tim manajemen Citilink agar berjalan dengan baik.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dalam proses migrasi sistem yang sedang kami lakukan untuk mengatasi keterlambatan dan perubahan jadwal yang terjadi, membawa dampak perubahan pada sistem rotasi dari awak kabin. Saat ini kami sedang berupaya menyesuaikan sistem tersebut guna lebih memperlancar proses migrasi,” tambah Hadianto.
Direktur Utama Citilink Indonesia Arif Wibowo mengatakan penghentian sementara penjualan tiket maskapainya tersebut untuk mengurangi keluhan konsumen akibat keterlambatan penerbangan (delay) yang dialami maskapainya pada akhir pekan lalu.
"Setiap bulannya kami rata-rata menerbangkan 300 ribu penumpang, untuk hariannya rata-rata 12.500 penumpang yang kami terbangkan, jika 10 persen saja yang mengalami keterlambatan, maka ada 1.250 penumpang yang mengalami delay," kata Arif dalam jumpa persnya di Jakarta, Senin malam (26/11/2012).
Meskipun demikian, lanjut Arif, kepercayaan penumpang Citilink tidak terpengaruh akibat keterlambatan beberapa rute penerbangan pada akhir pekan lalu. Hal ini terlihat dari masih banyaknya penumpang yang memesan tiket penerbangan Citilink baik melalui online, maupun travel agen, setelah penjualannya dibuka pada Senin ini.
Sebelumnya, Chief Operation Officer (COO) Citilink Indonesia Hadianto menjelaskan keterlambatan beberapa penerbangan yang terjadi pada akhir pekan lalu disebabkan oleh adanya cuaca buruk dan perbaikan pesawat.
"Perubahan jadwal yang terjadi pada dua hari belakangan ini akibat adanya cuaca buruk dan perbaikan pesawat, saat ini Citilink sedang melakukan migrasi sistem guna memaksimalkan sistem rotasi awak kabin dari Citilink, maka untuk beberapa penerbangan Citilink mengalami keterlambatan," kata Hadianto dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Minggu (25/11/2012).
Dia juga menyatakan, proses pemaksimalan sistem rotasi awak kabin tersebut sedang dipastikan oleh tim manajemen Citilink agar berjalan dengan baik.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dalam proses migrasi sistem yang sedang kami lakukan untuk mengatasi keterlambatan dan perubahan jadwal yang terjadi, membawa dampak perubahan pada sistem rotasi dari awak kabin. Saat ini kami sedang berupaya menyesuaikan sistem tersebut guna lebih memperlancar proses migrasi,” tambah Hadianto.
(gpr)
Lihat Juga :