Pengusaha angkutan paling terancam

Selasa, 27 November 2012 - 18:36 WIB
Pengusaha angkutan paling...
Pengusaha angkutan paling terancam
A A A
Sindonews.com - Pemerintah diminta segera mencari soluasi terkait habisnya kuota BBM bersubsidi, tanpa mengesampingkan kepentingan masyarakat luas.

Hal itu terkait, telah dicabutnya ketentuan kitir (pembatasan distribusi premium untuk SPBU) oleh Pertamina dua hari lalu. Akan tetapi, Pertamina masih menunggu solusi selanjutnya dari pemerintah. Solusi tersebut menindaklanjuti menipisnya kuota BBM bersubsidi yang diperkirakan akan habis pada 19 Desember 2012 mendatang.

"Pemerintah harus segera mencari solusi secara cepat dan tepat. Jangan sampai kepentingan masyarakat terabaikan apalagi sampai dirugikan," kata Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jabar Aldo F Wiyana di Bandung, Selasa (27/11/2012).

Menurut dia, pembatasan kuota BBM bersubsidi atau premium akibat habisnya kuota akan berpengaruh terhadap moda angkutan umum seperti bus, angkutan kota, taksi, dan lainnya. Apalagi bila, premium sulit didapat atau bahkan tidak ada di SPBU. Mestinya, pemerintah menambah kuota atau melakukan pembatasan.

"Bisa juga dilakukan pembatasan. Misalnya BBM bersubsidi khusus untuk kendaraan berplat kuning," pungkas Aldo. Menurut dia, apabila premium tidak ditemukan di setiap SPBU, maka kelangsungan bisnis transportasi akan terancam. Mereka tidak bisa mengoperasikan kendaraannya.

Kondisi tersebut, semakin memperuruk keadaan. Saat ini saja, load faktor angkutan umum sudah sangat kritis. Di Jabar, load factor angkutan umum rata-rata sekitar 30-60 persen. Artinya, apabila dalam satu bus terdapat 60 tempat duduk, hanya sekitar 20 kursi yang terisi.

Di Jawa Barat, lanjut dia, ada sekitar 150.000 sampai 200.000 kendaraan umum, terdiri atas taksi, bus, angkot, dan lainnya. Menurut Aldo, apabila angkutan umum tidak beroperasi, maka roda perekonimian Jabar akan lumpuh. Karena, angkutan tersebut masih digunakan sebagian besar masyarakat kelas menengah dan bawah.

Sementara itu, ekonom dari Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi mengatakan, mau tidak mau pemerintah harus menambah kuotas BBM bersubsidi. Karena, pertumbuhan ekonomi di Indonesia, sudah pasti berpengaruh terhadap peningkatan konsumsi BBM.

"Artinya, permintaan premium memang tinggi. Mau tidak mau harus ditambah," pungkas dia. Acu berharap, pemerintah jangan lagi melakukan pembatasan kuotas distribusi atau kitir seperti pekan lalu. Cara tersebut terbukti kurang efektif, bahkan menimbulkan gejolak di masyarakat.

Menyikapi persoalan kuota BBM di tahun 2012 yang selalu menimbulkan polemik, Acu berharap, pemerintah dan DPR mendesain ulang penetapan kuota premium 2013. Termasuk menentukan pengaturan konsumsi premium, agar tidak melebihi kuota yang telah ditetapkan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pasokan BBM Pertamina...
Pasokan BBM Pertamina Aman Hingga Lebaran
BPH Migas Jamin Pasokan...
BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jangkau Wilayah Terdampak Bencana Aceh
Tinjau Kabupaten Pidie...
Tinjau Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, BPH Migas: Pasokan BBM Terjaga
Pertamina dan Pemerintah...
Pertamina dan Pemerintah Aceh Percepat Upaya Pemulihan Penyaluran BBM dan LPG di Aceh
Kawal Kelancaran Nataru,...
Kawal Kelancaran Nataru, Pertamina Patra Niaga JBB Siagakan Layanan Motoris hingga Mobile Storage
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Sinergi Pemulihan Aceh, Pastikan Pasokan BBM Tetap Andal
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
7 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
8 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
11 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
12 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
13 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
15 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved