Daya tahan, kelebihan ekonomi Indonesia
Rabu, 28 November 2012 - 10:59 WIB
Daya tahan, kelebihan ekonomi Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengungkapkan satu alasan yang menjadi kelebihan yang dimiliki Indonesia sekarang. Sangat sulit dinilai memang, ditengah kondisi krisis yang menimpa dunia. Akan tetapi hal ini telah diakui oleh dunia.
"Sangat simple, yaitu daya tahan. Indonesia dikategorikan sebagai daya tahan yang tertinggi di dunia," kata Darmin di Jakarta Convenstion Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Dia merasa heran dengan pengakuan ini karena dia masih mempertanyakan kenapa ini bisa terjadi. Selain itu sejak zaman orde baru juga belum pernah ada. Darmin bahkan menilai riset terhadap ekonomi Indonesia tidak serius dilakukan oleh lembaga Internasional sekalipun.
"Saya menduga dan ini hanya dugaan saya, pertama itu sumbernya adalah konsumsi," tegas Darmin.
Konsumsi, lanjutnya, juga kemudian harus dicari penyebabnya. Dia menegaskan kekuatan konsumsi yang menyebakan ketahanan ekonomi secara fundamental adalah kebijakan otonomi daerah. Dimana anggaran sebesar 30 persen di lepaskan ke daerah-daerah. "Itu yang tak pernah kita lakukan di masa lalu," ucapnya.
Dia menambahkan, daerah dengan anggaran itu memang belum bisa melakukan belanja modal yang besar sehingga ada optimalisasi pengeluaran rutin dengan berbagai kegiatan yang kemudian melahirkan konsumsi.
"Pada saat yang sama kita mengalami surplus di neraca. Itu momentum selalu luar biasa bagi setiap bangsa. Dimana rasio antara jumlah penduduk umur kerja terhadap total penduduk menjadi rendah, dan itu bisa bertahan 25 tahun lagi," papar Darmin.
Untuk menjaga penguatan dari ketahanan ini, Darmin menegaskan sangat tergantung pada APBN yang kuat. Meski dunia direpotkan dengan krisis, menurutnya ekonomi kita tetap akan melaju.
"Sangat simple, yaitu daya tahan. Indonesia dikategorikan sebagai daya tahan yang tertinggi di dunia," kata Darmin di Jakarta Convenstion Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Dia merasa heran dengan pengakuan ini karena dia masih mempertanyakan kenapa ini bisa terjadi. Selain itu sejak zaman orde baru juga belum pernah ada. Darmin bahkan menilai riset terhadap ekonomi Indonesia tidak serius dilakukan oleh lembaga Internasional sekalipun.
"Saya menduga dan ini hanya dugaan saya, pertama itu sumbernya adalah konsumsi," tegas Darmin.
Konsumsi, lanjutnya, juga kemudian harus dicari penyebabnya. Dia menegaskan kekuatan konsumsi yang menyebakan ketahanan ekonomi secara fundamental adalah kebijakan otonomi daerah. Dimana anggaran sebesar 30 persen di lepaskan ke daerah-daerah. "Itu yang tak pernah kita lakukan di masa lalu," ucapnya.
Dia menambahkan, daerah dengan anggaran itu memang belum bisa melakukan belanja modal yang besar sehingga ada optimalisasi pengeluaran rutin dengan berbagai kegiatan yang kemudian melahirkan konsumsi.
"Pada saat yang sama kita mengalami surplus di neraca. Itu momentum selalu luar biasa bagi setiap bangsa. Dimana rasio antara jumlah penduduk umur kerja terhadap total penduduk menjadi rendah, dan itu bisa bertahan 25 tahun lagi," papar Darmin.
Untuk menjaga penguatan dari ketahanan ini, Darmin menegaskan sangat tergantung pada APBN yang kuat. Meski dunia direpotkan dengan krisis, menurutnya ekonomi kita tetap akan melaju.
(gpr)
Lihat Juga :