Pengusaha minta 1% dari APBN
Rabu, 28 November 2012 - 13:15 WIB
Pengusaha minta 1% dari APBN
A
A
A
Sindonews.com - Pengusaha nasional Ciputra menilai, ada yang salah dalam pendidikan di Indonesia sehingga berdampak pada dunia kewirausahaan. Secara teknis, menurutnya, pendidikan di Indonesia masih konvensional.
"Sistem pendidikan kita masih mengiktui cara yang lama, yaitu memori sistem. Maka otak kiri yang besar, otak kanan tidak. Karena itu, kita galakan konektifitas, entrepreneurship (kewirausahaan)," ungkapnya pada acara "CEO Bicara, Kabinet Mendengar" di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Akibatnya, hingga saat ini dunia kewirausahaan masih sepi. Selain faktor pendidikan, menurut Ciputra, ada beberapa faktor lain yang harus diselesaikan segera.
"Masalah kita adalah birokrasi, regulasi, korupsi, infrastruktur pendidikan. Penyebabnya apa? SDM kita kurang memiliki integritas, profesionalisme dan semangat entrepreneurship," jelasnya.
Untuk itu, pada agenda yang dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa dan sejumlah menteri lainnya, dia menginginkan pemerintah memperhatikan masalah kewirausahaan di Tanah Air.
Bahkan jika perlu ada penyisihan 1 persen dari total APBN tahun 2013 untuk menumbuhkan kewirausahaan. "Dari (APBN 2013) Rp1.600 triliun, Pak Hatta, kami minta 1 persen untuk entrepreneurship," pungkas Ciputra.
"Sistem pendidikan kita masih mengiktui cara yang lama, yaitu memori sistem. Maka otak kiri yang besar, otak kanan tidak. Karena itu, kita galakan konektifitas, entrepreneurship (kewirausahaan)," ungkapnya pada acara "CEO Bicara, Kabinet Mendengar" di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Akibatnya, hingga saat ini dunia kewirausahaan masih sepi. Selain faktor pendidikan, menurut Ciputra, ada beberapa faktor lain yang harus diselesaikan segera.
"Masalah kita adalah birokrasi, regulasi, korupsi, infrastruktur pendidikan. Penyebabnya apa? SDM kita kurang memiliki integritas, profesionalisme dan semangat entrepreneurship," jelasnya.
Untuk itu, pada agenda yang dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa dan sejumlah menteri lainnya, dia menginginkan pemerintah memperhatikan masalah kewirausahaan di Tanah Air.
Bahkan jika perlu ada penyisihan 1 persen dari total APBN tahun 2013 untuk menumbuhkan kewirausahaan. "Dari (APBN 2013) Rp1.600 triliun, Pak Hatta, kami minta 1 persen untuk entrepreneurship," pungkas Ciputra.
(rna)
Lihat Juga :