Hatta sedih mobil mewah konsumsi BBM subsidi

Rabu, 28 November 2012 - 16:39 WIB
Hatta sedih mobil mewah...
Hatta sedih mobil mewah konsumsi BBM subsidi
A A A
Sindonews.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengaku sedih atas penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh kendaraan mewah. Pasalnya, hal ini yang menjadi pemicu jebolnya kuota BBM bersubsidi, sehingga mengakibatkan penambahan kuota sebesar 1,2 juta kiloliter (kl).

Menurut dia, pemerintah telah menggelontorkan anggaran ratusan triliun untuk membiayai subsidi energi, khususnya BBM. Akan tetapi jika yang menggunakan adalah orang yang tidak tepat, maka itu diartikan salah sasaran.

"Kita juga harus menyadarkan masyarakat untuk berhemat. Uang kita ini bukan tidak terbatas untuk membiayai sekian ratus teriliun, apalagi yang menggunakan itu mobil-mobil mewah, kan sedih kita," kata Hatta di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (28/11/2012).

Maka dari itu, jika BBM bersubsidi tetap disalurkan setelah diprediksi habis sebelum waktunya, maka orang-orang yang tidak layak untuk mendapatkannya, juga berpotensi ekmbali menikmatinya.

"Kalau kita mengatakan, kita gelontorin beberapa pun juga kekurangan. Sama saja kita membiarkan orang-orang yang menyalahgunakan itu. Sama saja kita tidak mendidik orang-orang yang punya Mercy, BMW tidak menggunakan BBM bersubsidi," paparnya.

Terkait situasi ini, Hatta mengimbau masyarakat agar tidak panik. Namun, dia berharap agar masyarakat ikut memperhatikan dan bersikap terhadap orang-orang yang tidak layak mendapat BBM bersubsidi.

"Harus diperhatikan juga orang-orang yang tidak pantas menggunakan BBM bersubsidi. Tapi kalau angkutan umum, roda dua, nelayan memang dia harus kita lindungi," pungkasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menyatakan stok BBM bersubsidi tidak cukup hingga akhir tahun ini. Karena itu, perlu ditambah sebanyak 1,2 juta kl untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia hingga akhir tahun. Dengan asumsi harga keekonomian saat ini, maka dengan tambahan pasokan BBM bersubsidi 1,2 juta kl, kebutuhan dana diperkirakan akan mencapai Rp6 triliun.

Pemerintah tentunya harus kembali menempuh jalur persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ini merupakan kedua kalinya setelah September lalu megajukan penambahan kuota yang kemudian disetujui sebesar 4,04 juta kl.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pasokan BBM Pertamina...
Pasokan BBM Pertamina Aman Hingga Lebaran
BPH Migas Jamin Pasokan...
BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jangkau Wilayah Terdampak Bencana Aceh
Tinjau Kabupaten Pidie...
Tinjau Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, BPH Migas: Pasokan BBM Terjaga
Pertamina dan Pemerintah...
Pertamina dan Pemerintah Aceh Percepat Upaya Pemulihan Penyaluran BBM dan LPG di Aceh
Kawal Kelancaran Nataru,...
Kawal Kelancaran Nataru, Pertamina Patra Niaga JBB Siagakan Layanan Motoris hingga Mobile Storage
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Sinergi Pemulihan Aceh, Pastikan Pasokan BBM Tetap Andal
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
5 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
47 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
Infografis
Baterai Mobil Listrik...
Baterai Mobil Listrik Made in Karawang Mendunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved