Dorong industri kreatif, HijUp Model Look digelar
Rabu, 28 November 2012 - 18:20 WIB
Dorong industri kreatif, HijUp Model Look digelar
A
A
A
Sindonews.com - Industri busana muslim Indonesia terus berkembang pesat. Untuk mendukung perkembangan busana muslim tersebut, HijUp.com akan menyelenggarakan sebuah acara bertajuk HijUp Model Look (HML).
Event ini merupakan ajang pencarian bakat-bakat baru di bidang model, khususnya model busana muslim. “Melalui HML ini kami ingin melahirkan model-model yang sesuai dengan karakter seorang muslimah dan ikut berkontribusi dalam mendorong perkembangan industri busana muslim Indonesia,” jelas Managing Director HijUp.com, Diajeng Lestari di Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Diajeng Lestari (Ajeng) menambahkan, pemilihan model muslimah akan dilaksanakan mulai 1 Desember 2012 sampai 6 Maret 2013. Selama periode tersebut kegiatan yang akan dilakukan meliputi : seleksi bertahap, workshop dan penilaian berupa foto fashion dan foto katalog, ditambah acting class sebelum menuju Grand Final.
Jumlah peserta yang ikut audisi HML ditargetkan sebanyak 5000 orang dan selanjutnya akan dipilih 15 calon model untuk masuk karantina. Calon peserta bisa mendaftarkan diri secara online melalui www.hijupmodellook.com mulai tanggal 1 Desember hingga 1 Februari 2012.
Peserta HML merupakan muslimah, berusia 16-25 tahun dengan tinggi minimal 165 cm. Adapun juri yang akan terlibat dalam kegiatan ini adalah : Diajeng Lestari (Managing Director HijUp.com), Zaskia Adya Mecca (Casting Director Dapur Film), Ashfi Qamara (Creative Director Zaura Models) dan Vicky Astro (Fashion Photographer VAP).
“Penilaian pemenang akan didasarkan pada tiga aspek utama yaitu Looks, Moral and Spirit. Tiga aspek tersebut bisa mewakili karakter seorang muslimah,” ujar Diajeng.
Akan dipilih lima belas finalis terbaik yang nantinya mendapatkan pendidikan modeling dan akting, serta berkesempatan menjadi bintang film bertemakan hijab, karya Hanung Bramantyo yang rencananya akan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2013. Seluruh finalis ini akan menjadi bagian dari Zaura Models Agency dan bagi lima pemenang akan mendapatkan kontrak eksklusif sebagai model HijUp.com.
Zaskia Adya Mecca, yang juga merupakan pengusaha busana muslim mengaku gembira dengan adanya acara seperti HijUp Model Look. Sebab, di tengah perkembangan industri busana muslim yang sangat cepat, di Indonesia masih jarang model-model yang mencerminkan sosok dan karakter seorang muslimah.
Seorang model busana muslim, lanjut artis papan atas ini, selain enak dilihat juga harus mampu menjaga dan membawa nilai-nilai Islam yang menjadi identitas dari busana muslim itu sendiri.
“Kebutuhan model muslimah tidak hanya untuk mendukung industri busana muslim. Industri perfilman sesungguhnya juga butuh model-model berkarakter muslimah, mengingat film-film bernuansa islami memiliki pasar yang bagus di Indonesia,” jelas Zaskia.
Zaura Models, agensi model muslimah menilai, sebagai sebuah profesi, model muslimah memiliki prospek yang sangat bagus, layaknya model-model busana umum. Dengan berkembangnya industri busana muslim, kebutuhan terhadap model-model muslimah juga akan semakin besar.
“Para desainer-desainer busana muslim yang kini terus bermunculan akan semakin gencar mempromosikan produknya melalui event peragaan busana muslim. Disitulah kebutuhan terhadap model-model muslimah akan meningkat,” jelas Zaura.
Deputi IV Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan Kemenko Perekonomian, Edy Putra Irawady mengatakan, sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial bagi industri busana muslim. Apalagi, jumlah kelas menengah Indonesia telah mencapai lebih dari 50 juta dengan tingkat pendapatan per kapita lebih dari USD4.000 tahun ini.
“Meningkatnya daya beli masyarakat merupakan peluang bagi berkembangnya industri busana muslim Indonesia. Terlebih lagi busana muslim kini tidak hanya menjadi kebutuhan, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat,” kata Edy.
Event ini merupakan ajang pencarian bakat-bakat baru di bidang model, khususnya model busana muslim. “Melalui HML ini kami ingin melahirkan model-model yang sesuai dengan karakter seorang muslimah dan ikut berkontribusi dalam mendorong perkembangan industri busana muslim Indonesia,” jelas Managing Director HijUp.com, Diajeng Lestari di Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Diajeng Lestari (Ajeng) menambahkan, pemilihan model muslimah akan dilaksanakan mulai 1 Desember 2012 sampai 6 Maret 2013. Selama periode tersebut kegiatan yang akan dilakukan meliputi : seleksi bertahap, workshop dan penilaian berupa foto fashion dan foto katalog, ditambah acting class sebelum menuju Grand Final.
Jumlah peserta yang ikut audisi HML ditargetkan sebanyak 5000 orang dan selanjutnya akan dipilih 15 calon model untuk masuk karantina. Calon peserta bisa mendaftarkan diri secara online melalui www.hijupmodellook.com mulai tanggal 1 Desember hingga 1 Februari 2012.
Peserta HML merupakan muslimah, berusia 16-25 tahun dengan tinggi minimal 165 cm. Adapun juri yang akan terlibat dalam kegiatan ini adalah : Diajeng Lestari (Managing Director HijUp.com), Zaskia Adya Mecca (Casting Director Dapur Film), Ashfi Qamara (Creative Director Zaura Models) dan Vicky Astro (Fashion Photographer VAP).
“Penilaian pemenang akan didasarkan pada tiga aspek utama yaitu Looks, Moral and Spirit. Tiga aspek tersebut bisa mewakili karakter seorang muslimah,” ujar Diajeng.
Akan dipilih lima belas finalis terbaik yang nantinya mendapatkan pendidikan modeling dan akting, serta berkesempatan menjadi bintang film bertemakan hijab, karya Hanung Bramantyo yang rencananya akan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2013. Seluruh finalis ini akan menjadi bagian dari Zaura Models Agency dan bagi lima pemenang akan mendapatkan kontrak eksklusif sebagai model HijUp.com.
Zaskia Adya Mecca, yang juga merupakan pengusaha busana muslim mengaku gembira dengan adanya acara seperti HijUp Model Look. Sebab, di tengah perkembangan industri busana muslim yang sangat cepat, di Indonesia masih jarang model-model yang mencerminkan sosok dan karakter seorang muslimah.
Seorang model busana muslim, lanjut artis papan atas ini, selain enak dilihat juga harus mampu menjaga dan membawa nilai-nilai Islam yang menjadi identitas dari busana muslim itu sendiri.
“Kebutuhan model muslimah tidak hanya untuk mendukung industri busana muslim. Industri perfilman sesungguhnya juga butuh model-model berkarakter muslimah, mengingat film-film bernuansa islami memiliki pasar yang bagus di Indonesia,” jelas Zaskia.
Zaura Models, agensi model muslimah menilai, sebagai sebuah profesi, model muslimah memiliki prospek yang sangat bagus, layaknya model-model busana umum. Dengan berkembangnya industri busana muslim, kebutuhan terhadap model-model muslimah juga akan semakin besar.
“Para desainer-desainer busana muslim yang kini terus bermunculan akan semakin gencar mempromosikan produknya melalui event peragaan busana muslim. Disitulah kebutuhan terhadap model-model muslimah akan meningkat,” jelas Zaura.
Deputi IV Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan Kemenko Perekonomian, Edy Putra Irawady mengatakan, sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial bagi industri busana muslim. Apalagi, jumlah kelas menengah Indonesia telah mencapai lebih dari 50 juta dengan tingkat pendapatan per kapita lebih dari USD4.000 tahun ini.
“Meningkatnya daya beli masyarakat merupakan peluang bagi berkembangnya industri busana muslim Indonesia. Terlebih lagi busana muslim kini tidak hanya menjadi kebutuhan, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat,” kata Edy.
(gpr)
Lihat Juga :