PLTU Batang masih terhambat protes masyarakat
Rabu, 28 November 2012 - 19:59 WIB
PLTU Batang masih terhambat protes masyarakat
A
A
A
Sindonews.com - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mengatakan terkait pembangunan Pembangkit Listrik tenaga Uap (PLTU) Batang, Jawa Tengah berkapasitas 2x1.000 mw yang rencananya dimulai pada bulan Oktober, rupanya masih mengalami hambatan dari masyarakat sekitar.
"Terkait dengan update PLTU tersebut, seperti yang kita ketahui saat ini memang ada sedikit hambatan tetapi hambatan ini sangat wajar karena proyek 2x1000 melibatkan banyak pihak termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat sekitar," ujar Corporate Secretary Adaro, Devindra Ratzarwin di ritz Cartlon Hotel, Jakarta Rabu (28/11/2012).
Lebih lanjut, dirinya mengutarakan harapan agar semua pihak dapat menjaga situasi tetap kondusif agar proyek tersebut berjalan sesuai yang dijadwalkan. "Karena proyek ini mampu berkontribusi sekitar 6 persen dari power grid yang ada saat ini," sambung dia.
Seperti diketahui, Ribuan petani dan nelayan Batang yang tergabung dalam Paguyuban Rakyat Batang Berjuang untuk Konservasi melakukan serangkaian aksi damai di tiga tempat yang berbeda di Semarang, pada Rabu, 7 November 2012 silam.
Aksi diawali dari Tenda Keperihatinan dimana lima belas warga Batang melakukan mogok makan sejak Senin, 5 November 2012. Aksi damai dan mogok makan warga Batang ini dilakukan untuk menunjukkan penolakan mereka terhadap rencana pembangunan PLTU Batang dan protes dan solidaritas warga terhadap kriminalisasi yang dihadapi oleh lima warga Batang lain yang saat ini sedang ditahan di Polda Jawa Tengah dan menuntut agar mereka segera dibebaskan.
"Terkait dengan update PLTU tersebut, seperti yang kita ketahui saat ini memang ada sedikit hambatan tetapi hambatan ini sangat wajar karena proyek 2x1000 melibatkan banyak pihak termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat sekitar," ujar Corporate Secretary Adaro, Devindra Ratzarwin di ritz Cartlon Hotel, Jakarta Rabu (28/11/2012).
Lebih lanjut, dirinya mengutarakan harapan agar semua pihak dapat menjaga situasi tetap kondusif agar proyek tersebut berjalan sesuai yang dijadwalkan. "Karena proyek ini mampu berkontribusi sekitar 6 persen dari power grid yang ada saat ini," sambung dia.
Seperti diketahui, Ribuan petani dan nelayan Batang yang tergabung dalam Paguyuban Rakyat Batang Berjuang untuk Konservasi melakukan serangkaian aksi damai di tiga tempat yang berbeda di Semarang, pada Rabu, 7 November 2012 silam.
Aksi diawali dari Tenda Keperihatinan dimana lima belas warga Batang melakukan mogok makan sejak Senin, 5 November 2012. Aksi damai dan mogok makan warga Batang ini dilakukan untuk menunjukkan penolakan mereka terhadap rencana pembangunan PLTU Batang dan protes dan solidaritas warga terhadap kriminalisasi yang dihadapi oleh lima warga Batang lain yang saat ini sedang ditahan di Polda Jawa Tengah dan menuntut agar mereka segera dibebaskan.
(gpr)
Lihat Juga :