Blue economy tingkatkan pendapatan nelayan
Rabu, 28 November 2012 - 20:24 WIB
Blue economy tingkatkan pendapatan nelayan
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo menjelaskan saat ini pihaknya tengah menyusun pemetaan jalan menuju 'Blue Economy' sebagai langkah strategis dalam percepatan industrialisasi kelautan dan perikanan.
"Di negara Maroko, konsep blue economy ini berhasil meningkatkan perekonomian nelayan. Sehingga patut di adopsi oleh Indonesia karena mampu membangun usaha penangkapan ikan berbasiskan masyarakat lokal," kata Sharif dalam seminar Blue Economy dan Pembangunan Nasional Berkelanjutan di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Rabu (28/11/2012).
Lebih lanjut ia mengatakan usaha tersebut dapat melipatgandakan pendapatan nelayan hingga 5 kali lipat. "Sementara teknologi yang dikembangkan merupakan hasil adaptasi teknis yang digunakan paus dan lumba-lumba dalam menjaring mangsa secara efekti dengan gelembung udara (bubble)," katanya.
Konsep blue economy merupakan komponen penting didalam rencana pembangunan kelautan dan perikanan Indonesia. "Konsep ini merupakan sebuah pendekatan secara komprehensif untuk mendorong pelaksanaan pembangunan berkelanjutan dengan kerangka berpikir seperti cara kerja ekosistem," ungkapnya.
Blue economy adalah sebuah model bisnis yang mampu melipatgandakan pendapatan (revenue), yang diikuti dengan dampak multiplier effect seperti penyerapan tenaga kerja dan peningkatan nilai tambah.
"Sebagai langkah nyata, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama IPB. Karena IPB sebagai lembaga Center of Excellence memiliki kepakaran dalam dunia riset dan pengembangan teknologi," katanya.
Tak hanya itu, KKP bersama Direktur Blue Economy Holding Gunter Pauli telah menyepakati 5 poin penting dalam pengembangan blue economy di Indonesia. "Diantaranya pemerintah akan mengidentifikasi peluang-peluang investasi di sektor kelautan dan perikanan yang dapat, dikembangkan berbasis blue economy," katanya.
Sementara itu, Direktur Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB Prof Dr Ir Tridoyo Kusumastanto menjelaskan pembangunan nasional saat ini masih belum berjalan dengan terpadu dan harmonis yakni masing-masing sektor pembangunan matra darat dan laut masih berjalan dengan konsepnya masing-masing.
"Padahal pembangunan kelautan yang didukung pembangunan daratan yang berkelanjutan sangat tergantung terhadap keterpaduan pembangunan masing-masing sektor pembangunan," katanya.
Menurutnya konsepsi blue economy sebagai suatu alternatif pilihan pembangunan ekonomi nasional negara kepulauan. "Konsepsi pembangunan blue economy disampaikan oleh presiden RI pada saat konferensi Rio + 20 di Brasil tahun 2012," katanya.
"Di negara Maroko, konsep blue economy ini berhasil meningkatkan perekonomian nelayan. Sehingga patut di adopsi oleh Indonesia karena mampu membangun usaha penangkapan ikan berbasiskan masyarakat lokal," kata Sharif dalam seminar Blue Economy dan Pembangunan Nasional Berkelanjutan di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Rabu (28/11/2012).
Lebih lanjut ia mengatakan usaha tersebut dapat melipatgandakan pendapatan nelayan hingga 5 kali lipat. "Sementara teknologi yang dikembangkan merupakan hasil adaptasi teknis yang digunakan paus dan lumba-lumba dalam menjaring mangsa secara efekti dengan gelembung udara (bubble)," katanya.
Konsep blue economy merupakan komponen penting didalam rencana pembangunan kelautan dan perikanan Indonesia. "Konsep ini merupakan sebuah pendekatan secara komprehensif untuk mendorong pelaksanaan pembangunan berkelanjutan dengan kerangka berpikir seperti cara kerja ekosistem," ungkapnya.
Blue economy adalah sebuah model bisnis yang mampu melipatgandakan pendapatan (revenue), yang diikuti dengan dampak multiplier effect seperti penyerapan tenaga kerja dan peningkatan nilai tambah.
"Sebagai langkah nyata, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama IPB. Karena IPB sebagai lembaga Center of Excellence memiliki kepakaran dalam dunia riset dan pengembangan teknologi," katanya.
Tak hanya itu, KKP bersama Direktur Blue Economy Holding Gunter Pauli telah menyepakati 5 poin penting dalam pengembangan blue economy di Indonesia. "Diantaranya pemerintah akan mengidentifikasi peluang-peluang investasi di sektor kelautan dan perikanan yang dapat, dikembangkan berbasis blue economy," katanya.
Sementara itu, Direktur Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB Prof Dr Ir Tridoyo Kusumastanto menjelaskan pembangunan nasional saat ini masih belum berjalan dengan terpadu dan harmonis yakni masing-masing sektor pembangunan matra darat dan laut masih berjalan dengan konsepnya masing-masing.
"Padahal pembangunan kelautan yang didukung pembangunan daratan yang berkelanjutan sangat tergantung terhadap keterpaduan pembangunan masing-masing sektor pembangunan," katanya.
Menurutnya konsepsi blue economy sebagai suatu alternatif pilihan pembangunan ekonomi nasional negara kepulauan. "Konsepsi pembangunan blue economy disampaikan oleh presiden RI pada saat konferensi Rio + 20 di Brasil tahun 2012," katanya.
(gpr)
Lihat Juga :