Pembatasan BBM subsidi kendaraan pelat merah tak efektif
Kamis, 29 November 2012 - 08:49 WIB
Pembatasan BBM subsidi kendaraan pelat merah tak efektif
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai, kebijakan pembatasan konsumsi BBM subsidi pada kendaraan dinas pemerintah tidak efektif untuk menghemat BBM subsidi karena jumlah kendaraan berpelat merah tidak signifikan.
"Situasi yang saat ini terjadi membuktikan program pembatasan konsumsi BBM bersubsidi kepada kendaraan pelat merah dan BUMN/BUMD tidak efektif. Karena secara kuantitas, kendaraan tersebut dapat dihitung dengan mudah," ujar Anggota Komisi VII DPR Nur Yasin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (28/11/2012) malam.
Kekurangan pasokan BBM subsidi yang terjadi saat ini, menurut dia, akibat kesalahan pemerintah yang kurang cermat dalam melakukan perhitungan. "Pemerintah seharusnya dari awal dapat berhitung dan memprediksi situasi saat ini akan terjadi," sambungnya.
Seperti diketahui, Sabtu (24/11/2012) lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk premium dan 4 persen untuk solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
Pemerintah pun telah berencana akan segera mengajukan penambahan pasokan BBM subsidi agar tidak terjadi krisis yang menyulitkan rakyat kecil di penghujung 2012 ini. "Supir angkot, masyrakat kecil, para pengguna motor kan tidak mungkin walaupun cuma 6 hari," kata Wamen ESDM Rudi Rubiandini beberapa waktu lalu.
"Situasi yang saat ini terjadi membuktikan program pembatasan konsumsi BBM bersubsidi kepada kendaraan pelat merah dan BUMN/BUMD tidak efektif. Karena secara kuantitas, kendaraan tersebut dapat dihitung dengan mudah," ujar Anggota Komisi VII DPR Nur Yasin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (28/11/2012) malam.
Kekurangan pasokan BBM subsidi yang terjadi saat ini, menurut dia, akibat kesalahan pemerintah yang kurang cermat dalam melakukan perhitungan. "Pemerintah seharusnya dari awal dapat berhitung dan memprediksi situasi saat ini akan terjadi," sambungnya.
Seperti diketahui, Sabtu (24/11/2012) lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk premium dan 4 persen untuk solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
Pemerintah pun telah berencana akan segera mengajukan penambahan pasokan BBM subsidi agar tidak terjadi krisis yang menyulitkan rakyat kecil di penghujung 2012 ini. "Supir angkot, masyrakat kecil, para pengguna motor kan tidak mungkin walaupun cuma 6 hari," kata Wamen ESDM Rudi Rubiandini beberapa waktu lalu.
(rna)
Lihat Juga :