Musim tanam, pabrik genteng ditinggal karyawan
Kamis, 29 November 2012 - 18:11 WIB
Musim tanam, pabrik genteng ditinggal karyawan
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah pengusaha genteng di Kabupaten Majalengka mengaku kesulitan untuk merekrut karyawan di pabrik miliknya. Pasalnya, para karyawan yang ada, seiring memasuki musim tanam, mereka memilih untuk berganti menjadi buruh di sawah.
Salah seorang pengusaha genteng, Asep Iwan Haryawan, mengatakan memasuki musim tanam, sebagian besar karyawan yang ada, mengundurkan diri. Hal tersebut terjadi baik untuk karyawan laki-laki maupun perempuan.
“Mereka libur silih berganti, ketika masuk musim bajak tanah, karyawan laki-laki yang mengundurkan diri. Setelah memasuki musim tanam, giliran perempuannya yang mengundurkan diri,” kata Asep, Kamis (29/11/2012).
Disebutkan dia, pihaknya tidak bisa mencegah pilihan yang diambil oleh karyawannya itu. Pasalnya, selama ini tidak ada ikatan kerja yang jelas antara pengusaha dan karyawannya.
“Buruh sebagai pekerja harian lepas yang biasa berpindah-pindah tempat kerja. Sehingga sulit melakukan ikatan kerja,” jelas dia.
“Mereka bisa kerja hanya dalam satu minggu, setelah itu pindah ke pekerjaan lain. Dan ketika sekarang mau mencari buruh baru juga, sangat sulit, karena mereka memilih untuk menajdi buruh di sawah,” lanjut dia.
Salah satu karyawan pabrik genteng, Yudi, 40, mengaku untuk sementara waktu dirinya memilih keluar dari pabrik genteng. Hal tersebut seiring dengan dimulainya musim tanam padi.
“Saya bersama istri memilih untuk keluar dulu dari genteng. Ketika sekarang ikut membajak, dan istri tanam, nanti ketika panen kan dapat jatah padi dari pemilik sawah,” jelas dia.
Kendati demikian, diakui dia, ketika musim tanam selesai, tidak menutup kemungkinan dirinya akan kembali masuk ke pabrik genteng. Hal tersebut sudah biasa terjadi di kalangan buruh pabrik genteng.
“Untuk bajak dan tanam, paling sekitar dua minggu. Setelah itu, mungkin nanti masuk lagi ke pabrik (genteng). Dan ini sudah biasa terjadi setiap musim tanam dan panen” papar dia.
Salah seorang pengusaha genteng, Asep Iwan Haryawan, mengatakan memasuki musim tanam, sebagian besar karyawan yang ada, mengundurkan diri. Hal tersebut terjadi baik untuk karyawan laki-laki maupun perempuan.
“Mereka libur silih berganti, ketika masuk musim bajak tanah, karyawan laki-laki yang mengundurkan diri. Setelah memasuki musim tanam, giliran perempuannya yang mengundurkan diri,” kata Asep, Kamis (29/11/2012).
Disebutkan dia, pihaknya tidak bisa mencegah pilihan yang diambil oleh karyawannya itu. Pasalnya, selama ini tidak ada ikatan kerja yang jelas antara pengusaha dan karyawannya.
“Buruh sebagai pekerja harian lepas yang biasa berpindah-pindah tempat kerja. Sehingga sulit melakukan ikatan kerja,” jelas dia.
“Mereka bisa kerja hanya dalam satu minggu, setelah itu pindah ke pekerjaan lain. Dan ketika sekarang mau mencari buruh baru juga, sangat sulit, karena mereka memilih untuk menajdi buruh di sawah,” lanjut dia.
Salah satu karyawan pabrik genteng, Yudi, 40, mengaku untuk sementara waktu dirinya memilih keluar dari pabrik genteng. Hal tersebut seiring dengan dimulainya musim tanam padi.
“Saya bersama istri memilih untuk keluar dulu dari genteng. Ketika sekarang ikut membajak, dan istri tanam, nanti ketika panen kan dapat jatah padi dari pemilik sawah,” jelas dia.
Kendati demikian, diakui dia, ketika musim tanam selesai, tidak menutup kemungkinan dirinya akan kembali masuk ke pabrik genteng. Hal tersebut sudah biasa terjadi di kalangan buruh pabrik genteng.
“Untuk bajak dan tanam, paling sekitar dua minggu. Setelah itu, mungkin nanti masuk lagi ke pabrik (genteng). Dan ini sudah biasa terjadi setiap musim tanam dan panen” papar dia.
(gpr)
Lihat Juga :