Kekayaan Bakrie tak hanya di atas kertas
Jum'at, 30 November 2012 - 10:24 WIB
Kekayaan Bakrie tak hanya di atas kertas
A
A
A
Sindonews.com - Terdepaknya Aburizal Bakrie dari daftar 40 orang terkaya Indonesia tampaknya tidak diartikan kebangkrutan. Bakrie pun dipercaya tidak jatuh miskin.
"Kekayaan itu tidak melulu yang ada di atas kertas," kata salah satu kerabat Aburizal, Nurul Arifin, Kamis (29/11/2012) malam.
Juru bicara Partai Golkar ini menyatakan, akibat keluarnya daftar orang terkaya versi majalah Forbes ini, Aburizal terlalu dideskriditkan. "Tidak realistis," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, Majalah Forbes mendepak orang yang mendeklarasikan diri untuk menjadi calon presiden pada Pemilu 2014 mendatang ini dari 40 daftar orang terkaya di Indonesia.
Analis mengatakan, penurunan nilai kekayaan keluarga tersebut dipicu oleh strategi utang mereka, termasuk di perusahaan batu baranya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Keputusannya untuk mengambil utang menjadi bumerang ketika harga saham yang digadaikannya kolaps.
Selain itu, saham Bumi Plc, perusahaan terbuka di London, Inggris yang dibentuk Bakrie bersama Nathaniel Rothschild mengalami penurunan harga sampai 70 persen. Grup Bakrie pun sedang berjuang melawan Rothschild untuk membeli asetnya kembali.
Nurul pun menuturkan, kegiatan bisnis Aburizal sama sekali tidak berpengaruh dengan urusan pencalonan dirinya menjadi presiden maupun urusan partai.
"Urusan bisnis Aburizal jangan disangkutpautkan dengan pencapresan atau urusan partai. Itu dua hal yang berbeda. Pendanaan partai
biasa mandiri. Dan untuk capres, anggaran kampanye sudah dipersiapkan jauh-jauh hari oleh Aburizal," jelas dia.
"Kekayaan itu tidak melulu yang ada di atas kertas," kata salah satu kerabat Aburizal, Nurul Arifin, Kamis (29/11/2012) malam.
Juru bicara Partai Golkar ini menyatakan, akibat keluarnya daftar orang terkaya versi majalah Forbes ini, Aburizal terlalu dideskriditkan. "Tidak realistis," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, Majalah Forbes mendepak orang yang mendeklarasikan diri untuk menjadi calon presiden pada Pemilu 2014 mendatang ini dari 40 daftar orang terkaya di Indonesia.
Analis mengatakan, penurunan nilai kekayaan keluarga tersebut dipicu oleh strategi utang mereka, termasuk di perusahaan batu baranya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Keputusannya untuk mengambil utang menjadi bumerang ketika harga saham yang digadaikannya kolaps.
Selain itu, saham Bumi Plc, perusahaan terbuka di London, Inggris yang dibentuk Bakrie bersama Nathaniel Rothschild mengalami penurunan harga sampai 70 persen. Grup Bakrie pun sedang berjuang melawan Rothschild untuk membeli asetnya kembali.
Nurul pun menuturkan, kegiatan bisnis Aburizal sama sekali tidak berpengaruh dengan urusan pencalonan dirinya menjadi presiden maupun urusan partai.
"Urusan bisnis Aburizal jangan disangkutpautkan dengan pencapresan atau urusan partai. Itu dua hal yang berbeda. Pendanaan partai
biasa mandiri. Dan untuk capres, anggaran kampanye sudah dipersiapkan jauh-jauh hari oleh Aburizal," jelas dia.
(gpr)
Lihat Juga :