BRAU berharap kena dampak positif BUMI
Selasa, 04 Desember 2012 - 13:39 WIB
BRAU berharap kena dampak positif BUMI
A
A
A
Sindonews.com - Sebagai salah perusahaan di bawah Grup Bakrie, PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) mengaku tengah menanti langkah akuisisi 84,7 persen saham yang dimiliki oleh Bumi Plc oleh Grup Bakrie dapat segera terealisasi dan dapat memberi dampak positif bagi perseroan.
"Saat ini Perseroan masih dalam tahap menunggu keputusan hingga Januari 2013 mendatang, tapi proses ini memang sedang berlangsung," ujar Direktur Utama BRAU, Rosan P Roeslani di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Dengan terealisasinya upaya tersebut, kata dia, diharapkan mampu memberi dampak positif bagi perseroan, terutama bila dilihat dari fundamental nilai saham.
"Harapannya dengan adanya keputusan Januari nanti dapat memberikan dampak yang positif bagi Perseroan khususnya di harga saham," tandasnya.
Sebelumnya, BRAU mencatat adanya ketidakseimbangan di pasar batu bara, dimana jumlah permintaan yang ada tidak mampu mengimbangi persediaan batu bara yang tengah mengalami kelebihan pasokan.
Rosan berharap, kondisi tersebut akan membaik sehingga kinerja perseroan dapat kembali normal di tahun depan. "Tahun depan diharapkan keadaan ini akan berubah menjadi lebih baik," ujar Rosan.
"Saat ini Perseroan masih dalam tahap menunggu keputusan hingga Januari 2013 mendatang, tapi proses ini memang sedang berlangsung," ujar Direktur Utama BRAU, Rosan P Roeslani di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Dengan terealisasinya upaya tersebut, kata dia, diharapkan mampu memberi dampak positif bagi perseroan, terutama bila dilihat dari fundamental nilai saham.
"Harapannya dengan adanya keputusan Januari nanti dapat memberikan dampak yang positif bagi Perseroan khususnya di harga saham," tandasnya.
Sebelumnya, BRAU mencatat adanya ketidakseimbangan di pasar batu bara, dimana jumlah permintaan yang ada tidak mampu mengimbangi persediaan batu bara yang tengah mengalami kelebihan pasokan.
Rosan berharap, kondisi tersebut akan membaik sehingga kinerja perseroan dapat kembali normal di tahun depan. "Tahun depan diharapkan keadaan ini akan berubah menjadi lebih baik," ujar Rosan.
(gpr)
Lihat Juga :