Ical merasa lebih dekat dengan rakyat
Selasa, 04 Desember 2012 - 15:35 WIB
Ical merasa lebih dekat dengan rakyat
A
A
A
Sindonews.com - Beberapa waktu lalu, Majalah Forbes mengumumkan peringkat 40 orang terkaya se-Indonesia. Yang mengejutkan, Aburizal Bakrie terdepak dari daftar tersebut. Padahal, sebelumnya dia pernah menduduki peringkat pertama orang terkaya versi Majalah Forbes.
Mendengar hasil survei Majalah Forbes ini, pria yang kerap disapa Ical ini justru bersyukur karena kini dia merasa lebih dekat dengan rakyat.
"Mungkin kita harus mendekati elite tapi elitenya kan cuma 223, rakyatnya puluhan juta, yang memilih kan rakyat, karena itu yang harus saya dekati rakyat," ungkap Ical usai menghadiri Diskusi Publik Masa Depan Pengelolaan Migas Nasional Pasca Keputusan MK di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Dengan demikian, Ical mengklaim bahwa peluangnya untuk memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang akan semakin besar. "Sekarang saya menghubungi rakyat," imbuhnya.
Meski demikian, dia menambahkan bahwa kekayaannya masih sangat amat besar bila dibandingkan dengan rakyat Indonesia pada umumnya. "Kalau dia mensurvei rakyat, saya tinggi," tutup Ketua Umum Partai Golkar ini.
Diberitakan sebelumnya, Status orang terkaya di Indonesia Aburizal Bakrie mulai dipertanyakan. Lantaran nilai kekayaan yang dimilikinya menjadi tidak jelas akibat permasalahan yang menimpa perusahaan-perusahaannya.
Dilansir dari Forbes, Kamis (29/11/2012), majalah bergengsi di dunia tersebut mendepak orang yang mendeklarasikan diri untuk menjadi calon presiden pada Pemilu 2014 mendatang ini dari 40 daftar orang terkaya di Indonesia. Apa sebabnya?
Analis mengatakan, penurunan nilai kekayaan keluarga tersebut dipicu oleh strategi utang mereka, termasuk di perusahaan batu baranya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Keputusannya untuk mengambil utang menjadi bumerang ketika harga saham yang digadaikannya kolaps.
Selain itu, saham Bumi Plc, perusahaan terbuka di London, Inggris yang dibentuk Bakrie bersama Nathaniel Rothschild mengalami penurunan harga sampai 70 persen. Grup Bakrie pun sedang berjuang melawan Rothschild untuk membeli asetnya kembali.
Menurut estimasi Forbes, perusahaan Bakrie memiliki aset sebesar USD1 miliar dalam bentuk saham di publik. Tapi, tidak jelas berapa besar yang telah digadaikan. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), induk perusahaan Bakrie pun enggan menjelaskan perihal nilai asetnya ini.
Mendengar hasil survei Majalah Forbes ini, pria yang kerap disapa Ical ini justru bersyukur karena kini dia merasa lebih dekat dengan rakyat.
"Mungkin kita harus mendekati elite tapi elitenya kan cuma 223, rakyatnya puluhan juta, yang memilih kan rakyat, karena itu yang harus saya dekati rakyat," ungkap Ical usai menghadiri Diskusi Publik Masa Depan Pengelolaan Migas Nasional Pasca Keputusan MK di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Dengan demikian, Ical mengklaim bahwa peluangnya untuk memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang akan semakin besar. "Sekarang saya menghubungi rakyat," imbuhnya.
Meski demikian, dia menambahkan bahwa kekayaannya masih sangat amat besar bila dibandingkan dengan rakyat Indonesia pada umumnya. "Kalau dia mensurvei rakyat, saya tinggi," tutup Ketua Umum Partai Golkar ini.
Diberitakan sebelumnya, Status orang terkaya di Indonesia Aburizal Bakrie mulai dipertanyakan. Lantaran nilai kekayaan yang dimilikinya menjadi tidak jelas akibat permasalahan yang menimpa perusahaan-perusahaannya.
Dilansir dari Forbes, Kamis (29/11/2012), majalah bergengsi di dunia tersebut mendepak orang yang mendeklarasikan diri untuk menjadi calon presiden pada Pemilu 2014 mendatang ini dari 40 daftar orang terkaya di Indonesia. Apa sebabnya?
Analis mengatakan, penurunan nilai kekayaan keluarga tersebut dipicu oleh strategi utang mereka, termasuk di perusahaan batu baranya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Keputusannya untuk mengambil utang menjadi bumerang ketika harga saham yang digadaikannya kolaps.
Selain itu, saham Bumi Plc, perusahaan terbuka di London, Inggris yang dibentuk Bakrie bersama Nathaniel Rothschild mengalami penurunan harga sampai 70 persen. Grup Bakrie pun sedang berjuang melawan Rothschild untuk membeli asetnya kembali.
Menurut estimasi Forbes, perusahaan Bakrie memiliki aset sebesar USD1 miliar dalam bentuk saham di publik. Tapi, tidak jelas berapa besar yang telah digadaikan. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), induk perusahaan Bakrie pun enggan menjelaskan perihal nilai asetnya ini.
(gpr)
Lihat Juga :