2013, Golkar ingin harga BBM subsidi naik
Selasa, 04 Desember 2012 - 15:58 WIB
2013, Golkar ingin harga BBM subsidi naik
A
A
A
Sindonews.com - Partai Golkar menyatakan, harga BBM subsidi perlu dinaikkan tahun 2013 mendatang. Dalam pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2013, Golkar akan mendorong dikuranginya anggaran untuk subsidi BBM.
"Kurangi subsidi BBM dengan memberikan subsidi langsung. RAPBN 2013 sedang dibahas untuk sebesar-besarnya rakyat Indonesia," tutur Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dalam Diskusi Publik Masa Depan Pengelolaan Migas Nasional Pasca Keputusan MK di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Pria yang akrab disapa Ical ini meminta pemerintah untuk lebih mengutamakan kepentingan rakyat ketimbang menghabiskan anggaran negara untuk subsidi BBM yang sebagian besar dinikmati golongan mampu. "Kembalikan kepada rakyat miskin apa yang mereka berhak menerima," imbuhnya.
Anggaran sebesar Rp170 triliun untuk subsidi BBM, lanjutnya, lebih baik digunakan untuk membiayai pendidikan gratis bagi rakyat Indonesia. "Rp170 triliun itu bisa untuk pendidikan gratis selama 12 tahun yang biayanya cuma Rp24 triliun," sambungnya.
Selain itu, pembangunan infrastruktur juga harus lebih diutamakan. "Jauh lebih manfaatnya membangun infrastruktur yang diperlukan," kata dia.
Lebih lanjut, pihaknya menyatakan yakin bila pengalihan subsidi BBM ke subsidi langsung ini akan memberikan hasil lebih baik bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. "Kami optimis bakal berhasil dengan memberikan subsidi langsung," simpulnya.
"Kurangi subsidi BBM dengan memberikan subsidi langsung. RAPBN 2013 sedang dibahas untuk sebesar-besarnya rakyat Indonesia," tutur Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dalam Diskusi Publik Masa Depan Pengelolaan Migas Nasional Pasca Keputusan MK di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Pria yang akrab disapa Ical ini meminta pemerintah untuk lebih mengutamakan kepentingan rakyat ketimbang menghabiskan anggaran negara untuk subsidi BBM yang sebagian besar dinikmati golongan mampu. "Kembalikan kepada rakyat miskin apa yang mereka berhak menerima," imbuhnya.
Anggaran sebesar Rp170 triliun untuk subsidi BBM, lanjutnya, lebih baik digunakan untuk membiayai pendidikan gratis bagi rakyat Indonesia. "Rp170 triliun itu bisa untuk pendidikan gratis selama 12 tahun yang biayanya cuma Rp24 triliun," sambungnya.
Selain itu, pembangunan infrastruktur juga harus lebih diutamakan. "Jauh lebih manfaatnya membangun infrastruktur yang diperlukan," kata dia.
Lebih lanjut, pihaknya menyatakan yakin bila pengalihan subsidi BBM ke subsidi langsung ini akan memberikan hasil lebih baik bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. "Kami optimis bakal berhasil dengan memberikan subsidi langsung," simpulnya.
(gpr)
Lihat Juga :