Harapan IHSG naik masih tipis
Rabu, 05 Desember 2012 - 08:34 WIB
Harapan IHSG naik masih tipis
A
A
A
Sindonews.com - Pada perdagangan hari ini tekanan jual pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berkurang. IHSG diproyeksikan akan bergerak volatile pada kisaran support-resistance 4.250-4.310.
Menurut Research Analyst Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, belum adanya sentimen positif yang membuat pergerakan indeks berpeluang mengalami kenaikan, namun berapa sentimen dari dalam negeri turut mempengaruhi pergerakannya.
"Bila dilihat dari dalam negeri, meski data inflasi bulan lalu cukup bagus, akan tetapi investor tampaknya masih belum mampu lepas dari dampak naiknya Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap ekonomi," katanya di Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Lebih lanjut Purwoko mengungkapkan, rencana Bank Indonesia (BI) menaikkan batas uang muka kredit kendaraan bermotor untuk bank syariah juga dikhawatirkan akan berdampak pada penjualan otomotif. "Minimnya sentimen positif terutama dari dalam negeri, membuat perdagangan kemarin juga ditutup melemah,"jelasnya.
Sementara itu IHSG kemarin ditutup melemah didorong oleh melemahnya bursa regional menyusul sentimen negatif dari kontraksi manufaktur AS bulan November dan juga ketakutan akan fiscal cliff yang masih terus menghantui.
Menurut Research Analyst Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, belum adanya sentimen positif yang membuat pergerakan indeks berpeluang mengalami kenaikan, namun berapa sentimen dari dalam negeri turut mempengaruhi pergerakannya.
"Bila dilihat dari dalam negeri, meski data inflasi bulan lalu cukup bagus, akan tetapi investor tampaknya masih belum mampu lepas dari dampak naiknya Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap ekonomi," katanya di Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Lebih lanjut Purwoko mengungkapkan, rencana Bank Indonesia (BI) menaikkan batas uang muka kredit kendaraan bermotor untuk bank syariah juga dikhawatirkan akan berdampak pada penjualan otomotif. "Minimnya sentimen positif terutama dari dalam negeri, membuat perdagangan kemarin juga ditutup melemah,"jelasnya.
Sementara itu IHSG kemarin ditutup melemah didorong oleh melemahnya bursa regional menyusul sentimen negatif dari kontraksi manufaktur AS bulan November dan juga ketakutan akan fiscal cliff yang masih terus menghantui.
(gpr)
Lihat Juga :