IHSG haus sentimen positif
Rabu, 05 Desember 2012 - 08:35 WIB
IHSG haus sentimen positif
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungaan (IHSG) gagal reversal setelah terbentuknya bullish harami dan kembali menuju area oversold. Diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.243-4.256 dan resistance 4.278-4.284.
Menurut Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, peluang kenaikan pada IHSG gagal tercapai dengan adanya pelemahan yang terjadi. Selain itu minimnya sentimen menutup peluang kenaikan.
"Belum adanya sentimen positif lainnya menjadikan peluang Santa reli terlihat masih tertutup. Namun, peluang ini akan terbuka bila sentimen yang ada, terutama dari AS, bisa lebih cepat teratasi," katanya di Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Sementara itu, pergerakan bursa saham Eropa sampai dengan saat ini berada pada teritori positif setelah pelaku pasar berekspektasi Amerika Serikat (AS) akan dapat menyelesaikan masalah fiscal cliff.
"Selain itu, juga masih ada imbas positif dari persetujuan Uni Eropa terhadap proposal yang diajukan Yunani atas program buyback obligasinya dan ekspektasi kemungkinan akan lancarnya pertemuan MenKeu Eropa selanjutnya pada 13 Desember untuk memberikan bailout 34,4 miliar euo (USD45 miliar) kepada Yunani," kata dia.
Sebelumnya, IHSG pada perdagangan kemarin bertahan lebih lama di zona hijau membuat setiap kali terdapat momen kenaikan dimanfaatkan untuk melakukan aksi jual. Padahal dari sisi candle yang terbentuk seharusnya mengindikasikan adanya peluang kenaikan.
Di sisi lain, pergerakan bursa saham AS yang negatif setelah rilis penurunan ISM Manufacturing Index berimbas pada pelemahan mayoritas bursa saham Asia, termasuk IHSG. Apalagi ditambah dengan berubahnya transaksi asing menjadi nett sell setelah sehari sebelumnya mencatatkan nett buy menjadikan IHSG gagal bertahan di zona positif.
"Pelaku pasar juga mencermati dampak dari beberapa sentimen yang ada antara lain rencana BI menaikkan DP otomotif untuk perbankan syariah, penurunan suku bunga RBA, dan masalah UMP," jelasnya.
Menurut Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, peluang kenaikan pada IHSG gagal tercapai dengan adanya pelemahan yang terjadi. Selain itu minimnya sentimen menutup peluang kenaikan.
"Belum adanya sentimen positif lainnya menjadikan peluang Santa reli terlihat masih tertutup. Namun, peluang ini akan terbuka bila sentimen yang ada, terutama dari AS, bisa lebih cepat teratasi," katanya di Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Sementara itu, pergerakan bursa saham Eropa sampai dengan saat ini berada pada teritori positif setelah pelaku pasar berekspektasi Amerika Serikat (AS) akan dapat menyelesaikan masalah fiscal cliff.
"Selain itu, juga masih ada imbas positif dari persetujuan Uni Eropa terhadap proposal yang diajukan Yunani atas program buyback obligasinya dan ekspektasi kemungkinan akan lancarnya pertemuan MenKeu Eropa selanjutnya pada 13 Desember untuk memberikan bailout 34,4 miliar euo (USD45 miliar) kepada Yunani," kata dia.
Sebelumnya, IHSG pada perdagangan kemarin bertahan lebih lama di zona hijau membuat setiap kali terdapat momen kenaikan dimanfaatkan untuk melakukan aksi jual. Padahal dari sisi candle yang terbentuk seharusnya mengindikasikan adanya peluang kenaikan.
Di sisi lain, pergerakan bursa saham AS yang negatif setelah rilis penurunan ISM Manufacturing Index berimbas pada pelemahan mayoritas bursa saham Asia, termasuk IHSG. Apalagi ditambah dengan berubahnya transaksi asing menjadi nett sell setelah sehari sebelumnya mencatatkan nett buy menjadikan IHSG gagal bertahan di zona positif.
"Pelaku pasar juga mencermati dampak dari beberapa sentimen yang ada antara lain rencana BI menaikkan DP otomotif untuk perbankan syariah, penurunan suku bunga RBA, dan masalah UMP," jelasnya.
(gpr)
Lihat Juga :