Atasi kesenjangan, likuiditas perbankan harus diperhatikan
Rabu, 05 Desember 2012 - 13:59 WIB
Atasi kesenjangan, likuiditas perbankan harus diperhatikan
A
A
A
Sindonews.com - Kalangan pengamat menilai, masalah liquiditas perbankan masih perlu diperhatikan agar perbankan di tanah air mampu menunjukkan prospek dan kinerja yang semakin baik di masa depan.
"Secara regulasi masih perlu diperhatikan masalah likuiditas," ujar pengamat ekonomi, Aviliani di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Kenapa penting, kata aviliani, karena di lapangan, gap atau kesenjangan tingkat likuiditas antara bank-bank besar dan bank-bank kecil masih sangat besar.
Kesenjangan tersebut tentu perlu disikapi dengan baik oleh bank sentral. Dalam hal ini menurutnya, peran Bank Indonesia dalam menata keseimbangan likuiditas perbankan dapat mendorong membaiknya keseimbangan likuiditas perbankan nasional secara keseluruhan.
"Jadi, nantinya tidak lagi hanya 14 bank besar ke atas saja yang kelebihan likuiditas. Sementara 14 bank ke bawah kekurangan likuiditas," tegas dia.
"Secara regulasi masih perlu diperhatikan masalah likuiditas," ujar pengamat ekonomi, Aviliani di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Kenapa penting, kata aviliani, karena di lapangan, gap atau kesenjangan tingkat likuiditas antara bank-bank besar dan bank-bank kecil masih sangat besar.
Kesenjangan tersebut tentu perlu disikapi dengan baik oleh bank sentral. Dalam hal ini menurutnya, peran Bank Indonesia dalam menata keseimbangan likuiditas perbankan dapat mendorong membaiknya keseimbangan likuiditas perbankan nasional secara keseluruhan.
"Jadi, nantinya tidak lagi hanya 14 bank besar ke atas saja yang kelebihan likuiditas. Sementara 14 bank ke bawah kekurangan likuiditas," tegas dia.
(gpr)
Lihat Juga :