IHSG masih punya harapan menguat
Kamis, 06 Desember 2012 - 08:33 WIB
IHSG masih punya harapan menguat
A
A
A
Sindonews.com - Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai tertahan, lantaran IHSG telah menuju area oversold. Diperkirakan IHSG akan berada pada support-resistance di 4.245-4.263.
Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, berharap kenaikan kali ini tidak memberikan false signal seperti pada saat terbentuknya bullish harami sebelumnya.
“Apalagi kenaikan kali ini ditunjang juga dengan kenaikan volume dan seharusnya dapat melanjutkan kenaikan sehingga dapat membuka peluang Santa reli yang masih tertutup sebelumnya,” kata di Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Sementara itu, bursa saham Asia berbalik positif setelah Pemerintah China menghapuskan hambatan investasi bagi industri asuransi dan memberi kesempatan kepada industri tersebut untuk lebih banyak berinvestasi pada perbankan dan adanya ekspektasi pelaku pasar terhadap sektor konstruksi dan semen yang akan mengalami kenaikan kinerja.
Sekadar informasi, meskipun pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS) variatif cenderung melemah karena belum adanya titik temu masalah fiscal cliff namun, tampaknya kali ini tidak banyak berimbas pada pergerakan IHSG.
“Memang di awal, IHSG sempat mendekam di zona merah. Apalagi dengan asing yang masih mencatatkan nett sell sehingga pemodal lokal pun ikut melakukan aksi jual. Namun, kondisi berbalik saat bursa saham Asia, terutama China, mulai menghijau karena respon positif terhadap kebijakan pemerintahnya terkait industri asuransi,” tukas dia.
Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, berharap kenaikan kali ini tidak memberikan false signal seperti pada saat terbentuknya bullish harami sebelumnya.
“Apalagi kenaikan kali ini ditunjang juga dengan kenaikan volume dan seharusnya dapat melanjutkan kenaikan sehingga dapat membuka peluang Santa reli yang masih tertutup sebelumnya,” kata di Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Sementara itu, bursa saham Asia berbalik positif setelah Pemerintah China menghapuskan hambatan investasi bagi industri asuransi dan memberi kesempatan kepada industri tersebut untuk lebih banyak berinvestasi pada perbankan dan adanya ekspektasi pelaku pasar terhadap sektor konstruksi dan semen yang akan mengalami kenaikan kinerja.
Sekadar informasi, meskipun pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS) variatif cenderung melemah karena belum adanya titik temu masalah fiscal cliff namun, tampaknya kali ini tidak banyak berimbas pada pergerakan IHSG.
“Memang di awal, IHSG sempat mendekam di zona merah. Apalagi dengan asing yang masih mencatatkan nett sell sehingga pemodal lokal pun ikut melakukan aksi jual. Namun, kondisi berbalik saat bursa saham Asia, terutama China, mulai menghijau karena respon positif terhadap kebijakan pemerintahnya terkait industri asuransi,” tukas dia.
(gpr)
Lihat Juga :