KSPSI desak pemerintah penuhi seluruh hak buruh
Kamis, 06 Desember 2012 - 17:06 WIB
KSPSI desak pemerintah penuhi seluruh hak buruh
A
A
A
Sindonews.com - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menolak permintaan pemerintah yang ingin demonstrasi buruh dihentikan pascakenaikan upah minimum provinsi (UMP) hingga lebih dari 30 persen untuk tahun 2013 mendatang.
Pasalnya, meski telah menaikkan UMP, pemerintah dinilai belum memenuhi berbagai tuntutan buruh lainnya, seperti penghentian pekerja alih daya (outsourcing) dan revisi Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan).
"Yang penting kita harus mendesak pemerintah memenuhi tuntutan-tuntutan kita. Kalau tuntutan kami dipenuhi, ya sudah," tutur Ketua Umum KSPSI Yoris Raweyai kepada Sindonews di Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Namun, Yoris menandaskan bahwa hak-hak buruh harus diperjuangkan melalui cara-cara yang tidak menyalahi hukum. Pihaknya tidak setuju dengan sejumlah aksi demonstrasi anarkis yang kerap dilakukan oleh kelompok-kelompok buruh tertentu.
"Menurut kami dari KSPSI, yang sekarang dilakukan teman-teman seperti aksi sweeping, kami tidak setuju, demo anarkis tidak bisa ditolerir," tegas dia.
Sebelumnya, Menakertrans Muhaimin Iskandar meminta buruh untuk menghentikan aksi-aksi demonstrasi karena UMP telah dinaikkan.
Pasalnya, meski telah menaikkan UMP, pemerintah dinilai belum memenuhi berbagai tuntutan buruh lainnya, seperti penghentian pekerja alih daya (outsourcing) dan revisi Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan).
"Yang penting kita harus mendesak pemerintah memenuhi tuntutan-tuntutan kita. Kalau tuntutan kami dipenuhi, ya sudah," tutur Ketua Umum KSPSI Yoris Raweyai kepada Sindonews di Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Namun, Yoris menandaskan bahwa hak-hak buruh harus diperjuangkan melalui cara-cara yang tidak menyalahi hukum. Pihaknya tidak setuju dengan sejumlah aksi demonstrasi anarkis yang kerap dilakukan oleh kelompok-kelompok buruh tertentu.
"Menurut kami dari KSPSI, yang sekarang dilakukan teman-teman seperti aksi sweeping, kami tidak setuju, demo anarkis tidak bisa ditolerir," tegas dia.
Sebelumnya, Menakertrans Muhaimin Iskandar meminta buruh untuk menghentikan aksi-aksi demonstrasi karena UMP telah dinaikkan.
(rna)
Lihat Juga :