2013, CNKO siapkan capex Rp2,3 T
Kamis, 06 Desember 2012 - 17:23 WIB
2013, CNKO siapkan capex Rp2,3 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Exploitasi Energi Indonesia (CNKO) akan mengalokasi belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp2,3 triliun pada tahun 2013. Sebagian besar dana belanja modal tersebut akan dimanfaatkan untuk pengembangan infrastruktur dan logistik.
"Belanja modal kami anggarkan Rp2,3 triliun yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur berupa pengembangan coal terminal," terang Direktur Utama CNKO Henry Sitanggang di Gedung World Trade Center, Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Lebih lanjut Henry menerangkan, sedianya dana tersebut akan diperoleh dari dana perolehan penerbitan saham baru tanpa memesan efek terlebih dahulu (rights issue). Sementara sisanya dari pinjaman perbankan.
"Dana belanja modal tersebut dana berasal dari rights issue dan sisanya bank," sambung dia.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan yang dilaksanakan hari ini, pemegang saham menyetujui Penawaran Umum Terbatas II (PUT II) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebesar 4,7 miliar lembar saham.
Proyeksi dana yang diperoleh dari PUT II akan mencapai Rp2,35 triliun, yang diperoleh dari penjualan saham baru yang dilepas sejumlah 4.709.810.635 lembar saham dengan harga per lembar saham yang dipatok Rp500. Dari jumlah tersebut, kata dia, sebagian besar akan digunakan untuk akuisisi 99,7 persen saham PT Energy Batubara Indonesia (EBI).
"Saham baru senilai Rp2 triliun, rencananya akan dipergunakan untuk akuisisi saham EBI dengan menggunakan dana hasil PUT II," ujarnya. Dari proyeksi dana hasil PUT II senilai Rp2,3 triliun, sebanyak Rp300 miliar akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur dan logistik.
"Belanja modal kami anggarkan Rp2,3 triliun yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur berupa pengembangan coal terminal," terang Direktur Utama CNKO Henry Sitanggang di Gedung World Trade Center, Jakarta, Kamis (6/12/2012).
Lebih lanjut Henry menerangkan, sedianya dana tersebut akan diperoleh dari dana perolehan penerbitan saham baru tanpa memesan efek terlebih dahulu (rights issue). Sementara sisanya dari pinjaman perbankan.
"Dana belanja modal tersebut dana berasal dari rights issue dan sisanya bank," sambung dia.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan yang dilaksanakan hari ini, pemegang saham menyetujui Penawaran Umum Terbatas II (PUT II) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebesar 4,7 miliar lembar saham.
Proyeksi dana yang diperoleh dari PUT II akan mencapai Rp2,35 triliun, yang diperoleh dari penjualan saham baru yang dilepas sejumlah 4.709.810.635 lembar saham dengan harga per lembar saham yang dipatok Rp500. Dari jumlah tersebut, kata dia, sebagian besar akan digunakan untuk akuisisi 99,7 persen saham PT Energy Batubara Indonesia (EBI).
"Saham baru senilai Rp2 triliun, rencananya akan dipergunakan untuk akuisisi saham EBI dengan menggunakan dana hasil PUT II," ujarnya. Dari proyeksi dana hasil PUT II senilai Rp2,3 triliun, sebanyak Rp300 miliar akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur dan logistik.
(rna)
Lihat Juga :